Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka acap kali menjadi sorotan. Apalagi dengan tingkah-tingkah kocaknya.
Baru-baru ini, pertemuan Gibran dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga tak lepas perbincangan. Sampai-sampai ia diundang stasiun televisi untuk diwawancarai terkait pertemuannya dengan Anies.
Di antara semua wawancara, ada yang dilakukan via zoom, dan membuat publik tak habis pikir. Lagi-lagi karena tingkah Gibran.
Bukan karena statement Gibran soal pertemuannya dengan Anies Baswedan. Namun, lebih pada penampilan background zoom Gibran yang bikin warganet salah fokus.
Betapa tidak, bukan seperti pejabat lain yang menggunakan backgorund formal, Gibran justru menggunakan background kartun yang penuh dengan api.
Diduga backgorund tersebut berasal dari serial animasi Spongebob. Background Gibran tersebut sontak mengundang berbagi respons dari para warganet.
"Tetap tenang meskipun kobongan [kebakaran]," komentar salah satu warganet.
"Mas kalau jadi pemimpin negara nantinya tetap lucu begini ya mas biar menghibur," imbuh warganet lainnya.
"Gibran ini tipikal enggak peduli orang lain terserah aku," tambah warganet lainnya di kolom komentar.
"Di tengah politik yang ruwet sampeyan yang konsisten ndagel ya Mas Wali," tulis warganet lain.
"Pak, pakai background SpongeBob sing bikini bottom, apik pasti ne pak," timpal lainnya lagi.
Menanggapi respons warganet yang heboh, Gibran menyebutkan bahwa penggunaan background tersebut ia lakukan untuk membuat televisi tampak ceria.
"Ben Kompas petang rodo ceria koyo nickelodeon [Biar Kompas Petang ceria kayak Nickeledion]," tulis Gibran di akun Twitternya.
Pada wawancara tersebut, Gibran sendiri menegaskan bahwa drinya tidak ada perbincangan politik dengan Anies Baswedan.
Gibran menyebutkan bahwa dia banyak belajar soal transportasi ke Anies dan keduanya hanya sarapan yang langsung dilanjut menghadiri pengajian.
Baca Juga
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
Artikel Terkait
-
Politikus Nasdem: Kalau Kemudian Gibran Dipantaskan untuk Jadi Cawapres Anies, Kenapa Tidak?
-
'Cara Gibran Masuk Elite Politik Agak Nerabas' Kata Rocky Gerung Soroti Pertemuan Anies dan Putra Jokowi
-
Elite Nasdem Heran Kubu Megawati Kepanasan Lihat Putra Jokowi 'Mesra' Dengan Anies Baswedan
-
'Saya Ini Cuma Anak Kecil Enggak Paham', Gibran Blak-blakan Ketemu Anies Ingin Banyak Belajar
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam