Puncak acara Farmasi Cup 2022 berlangsung meriah. Seperti tahun-tahun sebelum pandemi, Closing Ceremony Farmasi Cup dibalut dalam bentuk konser musik yang terbuka untuk umum.
Konser Closing Farmasi Cup 2022 menghadirkan nuansa baru dengan guest stars yang berbeda dan tak kalah menarik dari tahun-tahun sebelumnya. Pamungkas, HIVI!, dan MALIQ & D'Essentials menggoncang panggung pada Sabtu (26/11/2022).
Bertempat di GOR UNY, Nosca Band sebagai pemenang Band Competition Farmasi Cup 2022 memberikan penampilan yang pertama di Konser Closing Ceremony Farmasi Cup 2022.
Setelah tuntas, penampilan dilanjutkan oleh MALIQ & D'Essentials yang berhasil membius ribuan pasang mata. Grup musik beranggotakan 6 orang tersebut menampilkan beberapa lagu hits mereka, seperti Senja Teduh Pelita, Setapak Sriwedari, dan Untitled.
Selama penampilan MALIQ & D'Essentials berlangsung, para penonton sangat antusias. Terdengar para penonton ikut bernyanyi.
Penampilan kedua dipersembahkan oleh HIVI! yang juga menampilkan lagu-lagu terbaiknya, seperti Remaja, Kereta Kencan, Pelangi, Siapkah Kau ‘Tuk Jatuh Cinta Lagi, dan masih banyak lagi. Alunan musik dari HIVI! yang energik membuat penonton terhanyut dalam suasana.
Penampil selanjutnya yakni Harmoni Band yang merupakan band dari Fakultas Farmasi UGM. Harmoni Band membawakan Jingle Farmasi Cup yang berjudul “Jadi Juara”.
Konser ditutup oleh Pamungkas yang membawakan beberapa lagu populernya, seperti Flying Solo, To the Bone, dan Kenangan Manis. Di penghujung penampilan Pamungkas, muncul element of surprise berupa balon dan confetti yang mengundang teriakan antusias penonton dan membuat suasana makin meriah.
Closing Ceremony menjadi penanda telah berakhirnya seluruh rangkaian acara Farmasi Cup 2022. Tahun ini, Farmasi Cup menyelenggarakan berbagai acara termasuk futsal, pertandingan basket, dan dance & band competition.
Jangan khawatir akan ketinggalan, Farmasi Cup masih akan berlanjut sampai tahun-tahun ke depan. Jadi, sampai jumpa di Farmasi Cup 2023! Salam Sport and Fun!
Baca Juga
-
Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah
-
Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta
-
Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya
Artikel Terkait
-
5 Pemain Timnas Indonesia Paling Sering Tampil di Piala AFF, Salah Satunya Andalan Shin Tae-yong
-
5 Pemain Timnas Indonesia dengan Caps Terbanyak, Bambang Pamungkas Nomor Tiga
-
Laga Pamungkas Lawan Portugal, Korea Selatan Tanpa Didampingi Pelatih Kepala
-
Dimintai Keterangan Soal Dugaan Pencabulan Oknum Dewan, KPA Pandeglang: Kalau Memenuhi Unsur Usut
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah
-
Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang
-
Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta
-
Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya
-
Land Maggie OFarrell: Ketika Tanah Menyimpan Luka dan Sejarah