Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil baru-baru ini tampak menghadiri peluncuran teknologi baru yang dibuat oleh ilmuwan dari Kodam III/Siliwangi, berupa mesin yang dapat mengolah sampah menjadi sesuatu yang lebih menguntungkan.
Salah satu yang menarik dari temuan terbaru ini, adalah para ilmuwan dari Kodam III/Siliwangi mampu meramu hasil sampah dengan cairan khusus yang nantinya dapat dijadikan briket yaitu bahan yang bisa digunakan dalam pembakaran.
Adanya penemuan alat pengolah sampah ini artinya selain dapat mengurangi beredarnya sampah tak termanfaatkan, menjadi bernilai ekonomis serta menjadi alternatif penggunaan bahan bakar batu bara.
BACA JUGA: Sumber Mata Air Ditemukan di Komplek Pemakaman Eril, Ridwan Kamil: Masyaallah
Sebab potensi yang ada pada temuan ini, Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa Pemprov Jawa Barat (Jabar) akan siap untuk memperbanyak mesin pengolah sampah tersebut.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kami berterima kasih dan tugas kami akan memperluas inovasi temuan ini menjadi solusi yang masif, dalam hitungan waktu yang tidak terlalu lama," ujar Ridwan Kamil seperti dikutip penulis dari akun Instagram-nya pada Sabtu (7/1/2023).
"Dan tentunya berharap dalam hitungan bulan dan tahun ada pengurangan sampah dengan persentase yang besar di lingungan masing-masing, karena dengan 27.000 ton/ hari, kita ingin minimal 30 persen dari sampah per hari itu habis di tempat," tambahnya.
BACA JUGA: Aksinya Inspiratif, Pemuda Pandawara Group Ditraktir Ridwan Kamil Makan hingga Perawatan
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Kang Emil itu juga mengatakan bahwa teknologi pengolah sampah menjadi briket ini nantinya dapat digunakan untuk industri yang ada di Jawa Barat, terlebih saat ini Jabar memiliki persentase jumlah industri cukup besar di Indonesia.
"Habisnya tapi tidak mencemari lingkungan, habisnya kalau bisa ramah lingkungan dan punya nilai ekonomi," kata Kang Emil.
"Sampah-sampah bisa jadi briket, briketnya bisa dijual untuk mengganti batu bara yang biasa dipakai untuk memanaskan mesin atau alat di pabrik-pabrik yang jumlahnya ribuan di Jawa Barat, karena 60 persen industri di Indonesia kan adanya di Jawa Barat," tambahnya.
Masih dalam keterangannya, Ridwan Kamil pun mengapresiasi semangat para inovator yang selalu berupaya dalam menghadirkan manfaat bagi lingkungan.
"Sebuah semangat dari cara kita sebagai manusia untuk hidup lebih baik, banyak terobosan-terobosan untuk menyelamatkan lingkungan. Tentu kami bangga inovasi datang dari Kodam III/Siliwangi di bawah arahan dan temuan-temuan oleh bapak Pangdam III/Siliwangi," kata Ridwan Kamil.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dukungan untuk Palestina di Prancis Disambut Gas Air Mata
-
Gatot Nurmantyo Anggap Duet Anies Baswedan dan Cak Imin Positif dan Aman
-
Tak Sangkal, Lady Nayoan Akui Rendy Kjaernett Sosok Bapak Sayang Anak
-
Tampakkan Batang Hidung Depan Publik, Rendy Kjaernett Ngaku Ingin Fokus Benahi Masalah Internal Keluarga
-
Hore! Ridwan Kamil Sebut Kereta Cepat Jakarta Bandung Bakal Gratis 3 Bulan
Artikel Terkait
-
Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang di Jawa Barat Sepanjang Sore hingga Malam Hari
-
Konflik PT LSN dan H. Usman soal Limbah Medis dan B3 Nodai Pariwisata Bali
-
Hujan Kilat dan Angin Kencang di Jawa Barat Tiga Harian, Berikut Informasinya
-
Proyek Sampah Diubah Jadi Listrik PLN di Palembang Masih Tunggu Amdal
-
Banyak Bohongnya? Masa Jabatan Ridwan Kamil Sudah Hampir Habis, Netizen Mulai Tagih Janji
News
-
Menjaga Nostalgia, Merangkul Semua: Upaya Orutaku Club Agar Tetap Inklusif
-
Pelajar SMP Indonesia Juara ESD Symposium di Malaysia, Kalahkan Peserta SMA dari Berbagai Negara
-
Transformasi Manajemen Masjid: Dosen UNY Latih Takmir di Klaten Bangun Ekosistem yang Solutif
-
Kisah di Balik Angka 8%: Saat Suara Driver Ojol Akhirnya Didengar Istana
-
Nonton Pee Nak 5: Siap-siap Ketawa di Antara Jump Scare yang Bikin Jantungan!
Terkini
-
Teriak Demokrasi, tapi yang Beda Pendapat Dicap Buzzer: Sehat?
-
Punya Kulit Kering & Berjerawat? 4 Moisturizer Ini Aman Tanpa Bikin Pori Tersumbat
-
Bintang yang Mustahil Digapai
-
Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?
-
Dibalik Maraknya Kasus Deepfake di Kampus: AI Bukan Lagi Sekadar Alat Bantu