Politisi Puan Maharani memang tak pernah luput dari perhatian masyarakat. Sebagai salah satu petinggi partai yang berkuasa, semua gerak-gerik yang dilakukannya memang selalu menarik untuk menjadi bahan perbincangan masyarakat.
Seperti pada medio bulan September 2022 lalu, puteri dari Megawati Soekarnoputri tersebut kedapatan memasang wajah jutek saat membagikan kaus kepada para pendukungnya di Bekasi.
Setelah kurang lebih tiga bulan berdiam diri, cucu presiden pertama Republik Indonesia tersebut akhirnya buka suara dan menjelaskan mengapa peristiwa tersebut terjadi. Melalui channel YouTube KompasTV, Puan yang menjadi tamu pada program ekslusif Rosianna Silalahi menjelaskan bahwa saat itu, dirinya marah kepada timnya, bukan kepada rakyat.
BACA JUGA: Sempat Bikin Publik Cemas, Iis Dahlia Ungkap Kondisi Terkini Devano
"Dan kalau tadi saya sempet lihat, denger sedikit percakapan, sebenarnya Mbak Puan itu marah dengan tim ya, karena nggak sigap," pancing Rosi selepas memutarkan video viral Puan yang tengah cemberut kala membagi kaus kepada pendukungnya.
"Kamu disini, supaya kausnya lebih cepat," lanjut Rosi menirukan kalimat Puan Maharani dalam video tersebut.
"Iya!" jawab Puan dengan tegas.
"Kalau lihat di videonya itu kan kelihatan, saya nggak marah sama rakyat, saya nggak cemberut sama rakyat," jelas Puan Maharani.
"Saya mau, ayo cepetan, ini panas! Rakyat sudah mau segera mendapat kaus, mau salaman juga karena sebelumnya juga salaman-salaman. Yaudah, itu," lanjutnya.
"Jadi, yasudah setelah itu karena saya anggap sudah gak kondusif, yaudah saya kemudian naik mobil. Udah gitu aja, nggak ada maksud apa-apa juga," jelasnya.
BACA JUGA: Ria Ricis Pecat Karyawan Gegara Ambil Kue Tanpa Izin, Warganet Ramai Bandingkan dengan Raffi Ahmad
"Ngapain sih kita marah-marah kalau nggak perlu marah? Ngapain kuta jutek? Kan kita datang ke lapangan mau ketemu rakyat. Mau panas, mau hujan, mau terik, ya itu memang resikonya, tapi ya harus dibantu juga sama perangkat pendukung supaya kita nyaman, gitu," jelas Puan panjang lebar.
"Pemimpin dalam situasi apapun ya harus senyum," pungkasnya.
Tentu saja penjelasan Puan Maharani ini menjawab dengan tuntas mengenai video viralnya beberapa waktu yang lalu. Namun, tentu saja masyarakat luas memiliki penilain tersendiri mengenai hal tersebut. Lantas, bagaimana dengan teman-teman pembaca? Tercerahkan atau tidak nih dengan penjelasan Puan Maharani?
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Tren Lato-lato di Kalangan Anak-anak, Bagaimana Respons/Pengaruhnya ke Game Online?
-
Viral Video Pengemudi Mobil Tak Terima Ditegur Polisi, Auto Dirujak Nitizen
-
Cak Imin Jadi 'Bebek Liar', Rocky Gerung Nilai Prabowo Subianto Lebih Aman Duet Bareng Puan Maharani
-
Belum Umumkan Capres Meski Ada 2 Kandidat, Pengamat Sebut Megawati Tengah Bimbang: Harus Banyak Perenungan
News
-
Bukan Sekadar Objek Politik: Saatnya Anak Muda Jadi Mitra Strategis Kawal Isu Daerah
-
IHR: Perebutan Piala Raja Mangkunegaran dan Laga Krusial Triple Crown di Tegalwaton
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin
-
Siap-Siap! Perunggu hingga Kelompok Penerbang Roket Bakal Guncang Depok di The Popstival Vol. 2
Terkini
-
Acer Iconia iM11: Tablet 5G Rp 4 Jutaan dengan Layar 2K yang Menggoda
-
Petualangan Penuh Makna ke Museum Blambangan dan Pantai Pulau Santen
-
Ulasan Novel Cantik itu Luka: Ketika Kecantikan Justru Menghadirkan Luka
-
Wanginya Bikin Nagih! 5 Parfum Daily Wear Remaja Perempuan yang Affordable
-
Review Serial Eyes of Wakanda: Sebuah Warisan Mata yang Menjaga Rahasia