Nama Eka Kurniawan pasti tidak asing dikalangan pembaca Indonesia. Penulis berdarah Tasikmalaya ini telah melahirkan berbagai karya popular. Saking populernya, karya-karya Eka Kurniawan mampu menarik perhatian pembaca mancanegara. Alhasil beberapa bukunya berhasil diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.
Tidak hanya itu, sastrawan alumnus Universitas Gadjah Mada ini juga telah meraih berbagai penghargaan atas karya-karyanya. Salah satu karya Eka kurniawan yang berhasil meraih banyak penghargaan adalah novel Cantik itu Luka. Novel ini berhasil membawa pulang penghargaan World Reader’s Award pada 2016, dan Price Claus Award pada 2018. Novel Cantik itu Luka telah diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa mulai dari Jepang, Jerman, Turki, Perancis dll.
Novel Cantik itu Luka mengambil latar sejarah Indonesia yaitu pada akhir masa penjajahan Belanda, masa penjajahan Jepang, hingga masa pasca kemerdekaan. Novel ini mengisahkan perjalanan Dewi Ayu, seorang perempuan yang bangkit dari kubur setelah 21 tahun kematian. Melalui kebangkitannya tersebut, Dewi Ayu kemudian mengingat kembali setiap jengkal kehidupannya. Dahulu, Dewi Ayu adalah anak dari pasangan Belanda bernama Henri Stammler dan Aneu Stammler. Alhasil paras tampan sang ayah dan paras cantik sang ibu 100 persen diwariskan kepada Dewi Ayu.
Namun, hal tersebut tidak serta merta membuat Dewi Ayu bahagia. Pada masa penjajajahan Belanda hingga Jepang, ia termaksa menjadi wanita malam yang sering kali ditumbalkan ketika ada tentara yang sedang lelah bekerja. Atas kejadian tersebut, Dewi Ayu harus melahirkan 4 anak yang tidak pernah diketahui siapa ayahnya. Tiga dari empat anaknya mewarisi sepenuhnya kecantikan Dewi Ayu, kecuali si bungsu.
Selain Dewi Ayu, novel Cantik itu Luka juga mengisahkan kehidupan keempat anaknya. Meskipun tokoh dalam novel ini banyak, namun setiap tokoh dijelaskan secara detail mulai dari backstory hingga hubungannya dengan Dewi Ayu. Membaca novel ini memerlukan konsentrasi tinggi, sebab setiap karakter pasti saling berhubungan satu sama lain.
Salah satu daya tarik novel Cantik itu Luka terdapat pada part pertamanya, dimana genre realisme magis langsung terlihat. Daya tarik inilah yang membuat pembaca akhirnya tertarik menyelami kehidupan Dewi Ayu. Kemampuan Eka Kurniawan dalam mengungkap tabir-tabir kenyataan yang dialami wanita pada masa penjajahan tidak perlu diragukan lagi. Rangkaian kata-katanya begitu dalam, mengandung makna tersirat, sekaligus berani.
Novel dengan total 505 halaman ini tidak hanya mengangkat genre realisme magis, Cantik itu Luka mengambil pengkhianatan sebagai konflik cerita. Bagaimana akhirnya sebuah pengkhianatan mampu menghancurkan hubungan kekeluargaan. Pembaca mungkin akan terkecoh dengan beberapa alur yang menghadirkan plot twist tak terduga.
Novel Cantik itu Luka mengambil warna merah sebagai latar covernya. Melalui cover ini, pembaca akan diajak menjelajahi keseluruhan cerita lewat ilustrasinya. Misalnya pada ilustrasi dua orang yang berada di atas perahu menggambarkan Rengganis Si Cantik dan Krisan, dua bukit yang saling berdekatan menggambarkan bukit Ma Iyang dan Ma Gedik.
Pada halaman pertama novel Cantik itu Luka, pembaca akan disuguhkan beberapa kata pengantar berupa sepenggal review dari berbagai redaktur media. Misalnya Kompas, Media Indonesia, Meja Bundar, hingga New Left Review. Selanjutnya ada quotes dari Miguel de Cervantes, Don Quixote.
Bagi kamu yang menyukai novel-novel bergenre realisme magis berpadu dengan latar sejarah, novel Cantik itu Luka dapat menjadi salah satu pilihan. Namun, sebelum membaca novel ini harus memperhatikan rentang umur, sebab novel Cantik itu Luka hanya dapat dibaca jika telah berusia 20 tahun. Sebelum membaca, yuk simak detail novel Cantik itu Luka berikut ini:
Judul: Cantik itu Luka
Pengarang: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Oktober 2025 (cetakan ke-43)
Baca Juga
-
Kisah Kelam Tragedi 1965 di Mata Seorang Mantan Kader PKI: Review Novel 'Kubah' Ahmad Tohari
-
Drakor The Art of Sarah, Identitas Palsu yang Muncul Akibat Ambisi
-
Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan, Tragedi Sebuah Kecantikan
-
Sinopsis Phantom Lawyer, Drakor Terbaru Yoo Yeon Seok dan Esom
-
5 Upcoming Drama Korea Februari 2026, Ada Drakor Baru Ryeo Un
Artikel Terkait
-
Of Love and Other Demons: Kritik Tajam terhadap Takhayul dan Prasangka
-
Di Balik Sorotan Kamera: Pertarungan Moral dalam Novel Take Four
-
Eighty Six: Ketika Manusia Dijadikan Mesin Perang oleh Negaranya Sendiri
-
Ulasan Novel The Whisking Hour, saat Naskah Teater Menjadi Nyata
-
Di Bawah Hujan 1991: Melankolia dalam Novel Goodbye Fairy
Ulasan
-
Review Serial Eyes of Wakanda: Sebuah Warisan Mata yang Menjaga Rahasia
-
Paradigma Tough Love: Urgensi Disiplin Mamak Nur dalam Novel Burlian
-
Lalita Karya Ayu Utami: Novel Rumit yang Menggoda untuk Diselami Ulang
-
Drama Korea More Than Friends: Lelah Menunggu Sampai Akhirnya Disambut
-
Kutukan Sembilan Bulan dan Kisah Cinta Runika yang Bikin Gemas!
Terkini
-
Wanginya Bikin Nagih! 5 Parfum Daily Wear Remaja Perempuan yang Affordable
-
nubia Neo 5 Series Siap Masuk RI, HP Gaming dengan Kipas Pendingin Aktif
-
Di Balik Rupiah yang Melemah, Ada Kecemasan Finansial yang Nyata
-
Siap Daftar Wamil Tahun Depan, Park Ji Hoon Incar Unit Pengintai Marinir
-
Gen Z dan Keputusan Tunda Pernikahan: Pilihan Pribadi atau Tekanan Zaman?