Terdakwa Ferdy Sambo dijatuhi hukuman mati atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat pada sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (13/2/2023) hari ini. Vonis majelis hakim berdasarkan bukti bahwa Ferdy Sambo telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso membacakan langsung putusan hukuman mati untuk Mantan Kadiv Propam Polri ini.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Sandiaga Uno Sengaja Fitnah Utang Rp50 M Demi Jatuhkan Anies di Pilpres, Benarkah?
"Menjatuhkan pidana terdakwa Ferdy Sambo SH. SiK MH, divonis pidana mati," kata Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso dalam persidangan dikutip dari Suara.com.
Ferdy Sambo dinyatakan telah bersalah melanggar Pasal 340 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primer dari jaksa penuntut umum (JPU).
"Menyatakan terdakwa Ferdy Sambo terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana turut serta merampas nyawa orang lain yang direncanakan terlebih dahulu sebagaimana yang diatur dan diancam dalam dakwaan Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP," kata hakim Wahyu.
Selain itu, majelis hakim juga menyakini bahwa Ferdy Sambo ikut serta menembak Brigadir J menggunakan pistol jenis Glock 17.
"Majelis hakim memperoleh keyakinan yang cukup bahwa terdakwa telah melakukan penembakkan terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan menggunakan senjata api jenis Glock," ungkap hakim Wahyu.
BACA JUGA: Jelang Sidang Vonis, Putri Terdakwa Ferdy Sambo Ungkapkan Perasaannya
Putusan majelis hakim PN Jakarta Selatan menjatuhi Ferdy Sambo hukuman mati disambut sorak ria oleh warganet. Mengutip dari unggahan akun Instagram @kompastv, warganet mengaku bersyukur dan akan mengawal putusan hukuman mati Ferdy Sambo sampai kasasi.
"Alhamdulillah ya Allah dari tadi gak berani nyimak takut kecewa," ujar seorang warganet.
"Allahu Akbar tetap kawal sampai kasasi," tanggapan yang lain.
"MANTAP (emoji api berkobar) semoga ga bisa ngajuin banding! Nyawa dibayar nyawa," komentar netizen lainnya.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review Good Partner: Saat Berpisah Ternyata Bisa Jadi Bentuk Tanggung Jawab
-
Ulasan Heroes Next Door: Membongkar Sisi Humanis Mantan Prajurit Elite
-
Young K Temukan Kedamaian dalam Kesendirian di Lagu Comeback Shut the Door
-
Tak Lagi Harmonis, 2 Pembalap Aprilia Perang Dingin Sejak GP Hungaria
-
Minta Generasi Berakhlak, tapi Tak Peduli Gurunya Hidup Serba Kekurangan
Artikel Terkait
News
-
Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup
-
Naik Transportasi Umum, Langkah Sederhana yang Bisa Bikin Kota Lebih Nyaman
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
-
Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum
-
Ternyata Rutinitas Commuting ke SCBD Ikut Menyelamatkan Bumi
Terkini
-
Review Good Partner: Saat Berpisah Ternyata Bisa Jadi Bentuk Tanggung Jawab
-
Ulasan Heroes Next Door: Membongkar Sisi Humanis Mantan Prajurit Elite
-
Young K Temukan Kedamaian dalam Kesendirian di Lagu Comeback Shut the Door
-
Tak Lagi Harmonis, 2 Pembalap Aprilia Perang Dingin Sejak GP Hungaria
-
Minta Generasi Berakhlak, tapi Tak Peduli Gurunya Hidup Serba Kekurangan