Terdakwa Ferdy Sambo atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J mendapatkan vonis hukuman mati. Beredar isu yang mengklaim Ferdy Sambo telah dieksekusi di Nusa Kambangan.
Isu tersebut dibagikan salah satunya oleh kanal YouTube Trend 7 Official. Dalam unggahan videonya pada Selasa (7/3/2023) mengklaim bahwa tim forensik mengambil timah panas yang bersarang di tubuh Ferdy Sambo.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Proses Pemakaman Ferdy Sambo Berlangsung Ricuh, Benarkah?
"Inilah Detik-detik Tim Forensik Mengambil Timah Panas yang Bersarang Di Tubuh Ferdi Sambo," judul video.
"TANGIS PUTRI CANDRAWATI TAK DAPAT TERBENDUNG KETIKA SAAT TIM FORENSIK MENGAMBIL TIMAH PANAS YANG BERSARANG DI DADA FERDY SAMBO" bunyi narasi dalam thumbnail video tersebut.
Lantas benarkah jika tim forensik mengambil timah panas yang bersarang di tubuh Ferdy Sambo?
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran, video berdurasi 2 menit 37 detik ini menampilkan beberapa foto dalam berbagai momen. Salah satunya momen Ferdy Sambo saat menghadiri persidangan kasus yang menjeratnya.
Narator sama sekali tidak membahas mengenai klaim narasi judul dan thumbnail video tersebut. Narator justru menjelaskan vonis hukuman mati yang diterima mantan Kadiv Propam Polri ini.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Video Ferdy Sambo Dipindahkan ke Nusakambangan untuk Persiapan Eksekusi Mati, Benarkah?
Selain itu, narator video juga membahas soal penerapan hukuman mati di Indonesia serta Ferdy Sambo yang diberi kesempatan mengajukan banding atas vonisnya.
KESIMPULAN
Video yang diunggah kanal YouTube Trend 7 Official mengklaim tim forensik mengambil timah panas yang bersarang di tubuh Ferdy Sambo adalah tidak benar. Faktanya, Ferdy Sambo belum dieksekusi mati atas vonis yang sudah diterimanya.
Ferdy Sambo saat ini masih mengajukan permohonan banding bersama dengan tiga terdakwa lainnya yakni Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal. Maka dapat disimpulkan jika informasi dalam video tersebut hoaks termasuk dalam konten menyesatkan.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
Artikel Terkait
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam