Terdakwa Ferdy Sambo atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J telah mendapatkan vonis hukuman mati. Vonis yang dijatuhkan kepada Ferdy Sambo ini memunculkan sejumlah isu miring.
Beredar video yang mengklaim bahwa permintaan terakhir Ferdy Sambo ingin meninggal di samping Putri Candrawathi. Video yang memuat klaim tersebut dibagikan oleh akun YouTube bernama KANAL BERITA pada Jumat (10/3/2023).
"PERMINTAAN TERAKHIR SAMBO INGIN MENINGGAL DI SAMPING SANG ISTRI," judul video.
"PERMINTAAN SAMBO SEBELUM MENINGGL // INGIN ADA DISAMPING SANG ISTRI??" bunyi narasi pada thumbnail video.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Tak Terima Dihukum Mati, Ferdy Sambo Tembak Bharada E, Benarkah?
Sementara itu, thumbnail video tersebut memperlihatkan foto Putri Candrawathi menangis di depan pasien yang terbaring di ranjang rumah sakit. Ada pula seorang anggota polisi dan ibu berseragam Bhayangkari.
Lantas benarkah informasi mengenai permintaan terakhir Ferdy Sambo ingin meninggal di samping istrinya?
PENJELASAN
Berdsarkan hasil penelusuran video berdurasi 8 menit 4 detik tersebut sama sekali tidak membahas mengenai permintaan terakhir Ferdy Sambo ingin meninggal di samping Putri Candrawathi. Narator video justru menjelaskan tentang informasi hoaks Ferdy Sambo ingin satu sel dengan istrinya.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Putri Candrawathi Meninggal Usai Gantung Diri karena Ferdy Sambo Bikin Malu, Benarkah?
Tidak ada informasi yang valid atau kredibel soal permintaan terakhir Ferdy Sambo sebelum dieksekusi mati. Mengenai foto dalam thumbnail video bisa dipastikan merupakan hasil editan.
Selain itu, wajah pasien yang terbaring ditangisi oleh Putri Candrawathi ini tidak terlihat seperti Ferdy Sambo sebagaimana klaim video.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, judul dan bunyi narasi thumbnail video tidak sesuai dengan isi tayangannya. Maka dapat disimpulkan jika video tersebut termasuk konten dengan informasi hoaks yang menyesatkan.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
Artikel Terkait
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam