Mario Dandy Satriyo, tersangka kasus penganiayaan terhadap David kini sedang menjadi sorotan tajam publik. Bukan hanya soal kasus yang menjeratnya saja tetapi juga karena sikap Mario Dandy kerap pamer harta sang ayah, Rafael Alun Trisambodo kini mantan pejabat pajak.
Sikap-sikap Mario Dandy yang lainnya pun ikut dikuliti netizen. Salah satunya saat Mario Dandy makan rawon.
Melansir dari unggahan ulang akun Instagram lambegosiip memperlihatkan Mario Dandy sedang duduk di meja makan. Menu makanan yang akan disantapnya kala itu adalah nasi rawon.
Terdengar suara seorang wanita yang bertanya mengenai rasa rawon tersebut.
"Enak den rawonnya?" tanya wanita itu.
"Belum nyoba," jawab Mario Dandy singkat.
"Cobain," sahut seorang pria lainnya.
Mario Dandy enggan mencoba nasi rawon itu lantaran masih panas. Wanita yang awal tadi bertanya soal rasa rawon menanggapi respons Mario Dandy ini dengan santai.
"Nanti masih panas," kata Mario Dandy.
"Oke," ucap wanita tadi.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Permintaan Terakhir Ferdy Sambo Ingin Meninggal di Samping Putri Candrawathi, Benarkah?
Sikap Mario Dandy saat makan menuai komentar miring netizen. Ada yang menyebut kalau sikap Mario Dandy ini seperti sudah wataknya.
Ada pula netizen yang beranggapan kalau Mario Dandy memiliki gaya bicara manja serta tak punya sopan santun terhadap orangtua. Netizen lain menyentil Mario Dandy lebih takut panas rawon ketimbang panas hati.
"Wataknya sudah batu dari dulu," tulisan keterangan video.
"Bicaranya manja banget," tanggapan netizen.
"Sama emaknya terlihat tidak ada unggah-ungguh," komentar yang lain.
"Panas rawon takut tapi panas hati gak takut-takut," cibir netizen lainnya.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan
Artikel Terkait
News
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?
Terkini
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan