Beredar video dengan narasi yang mengklaim bahwa makanan Bharada E dicampur racun sianida oleh orang Sambo. Video dengan narasi demikian dibagikan oleh akun YouTube dengan nama KANAL BERITA yang sudah memiliki 86,3 ribu subscriber.
"BHARADA E DIRACUN ORANG SAMBO // MAKANAN DALAM TAHANAN DICAMPUR SIANIDA??" judul video.
"BHARADA E DIRACUN MAKANAN BHARADA E DICAMPUR RACUN OLEH ORANG SAMBO," bunyi narasi dalam thumbnail video.
Selain itu, thumbnail video itu memperlihatkan pula seorang pasien dengan wajah Bharada E terbaring di ranjang rumah sakit. Beberapa anggota polisi terlihat sedang mengelilingi pasien tersebut.
Lantas benarkah jika makanan Bharada E dicampur racun sianida oleh orang Sambo?
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran video berdurasi 8 menit 1 detik ini awalnya membahas mengenai perintah Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD meminta pihak kepolisian memfasilitasi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk Bharada E.
"Saya minta Polri memfasilitasi LPSK agar memberikan perlindungan kepada Bharada (E) agar dia selamat dari penganiayaan, dari racun atau dari apapun," ucap Machfud Md saat konferensi pers Selasa (9/8/2022).
BACA JUGA: CEK FAKTA: Permintaan Terakhir Ferdy Sambo Ingin Meninggal di Samping Putri Candrawathi, Benarkah?
Selain itu, narator video juga membacakan salah satu artikel yang membahas informasi hoaks mengenai sarapan Bharadha E yang dicampur racun mematikan sebagai bentuk teror Ferdy Sambo.
Hingga akhir video, narator sama sekali tidak menjelaskan soal kejadian makanan Bharada E dicampur racun sianida oleh orang Sambo seperti yang diklaim dalam judul dan narasi unggahan ini.
KESIMPULAN
Judul dan narasi yang diklaim dalam thumbnail video adalah tidak benar karena isi tayangan tidak menjelaskan hal tersebut. Mengenai foto yang dipakai dalam thumbnail bisa dipastikan adalah hasil rekayasa.
Maka dapat disimpulkan jika video tersebut termasuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Suara yang Memanggil dari Dunia yang Tidak Pernah Ada
-
Warisan Leluhur Negeri Tirai Bambu: 88 Kisah yang Bikin Kamu Lebih Bijak
-
Nasib Apes Pemain Diaspora: Main di Belanda tapi "Dibekukan" Gara-Gara Paspor WNI?
-
Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran
-
Riyadus Shalihin: Teduhnya Oase Spiritual di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia
Artikel Terkait
News
-
Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS: Apakah Ini Saatnya Panik atau Investasi?
-
Stop Jadi Martir Sosial! People Pleaser itu Bukan Orang Baik, Justru Merugikan Loh
-
Biaya Editing hingga Mic Rp0, Fakta di Balik Kasus Videografer Amsal Sitepu
-
8 Cara Menghidupkan HP yang Mati Total Tanpa Tombol Power dan Volume
-
Fakta Hukum Mengejutkan: Mengapa Menteri Korupsi, Presiden Tetap 'Kebal Hukum'?
Terkini
-
Suara yang Memanggil dari Dunia yang Tidak Pernah Ada
-
Warisan Leluhur Negeri Tirai Bambu: 88 Kisah yang Bikin Kamu Lebih Bijak
-
Nasib Apes Pemain Diaspora: Main di Belanda tapi "Dibekukan" Gara-Gara Paspor WNI?
-
Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran
-
Riyadus Shalihin: Teduhnya Oase Spiritual di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia