Sebagai muslim, tentu kita sudah tak asing lagi dengan adzan. Dalam sehari semalam, setidaknya kita akan mendengarkan lantunan panggilan salat tersebut sebanyak lima kali. Bagi umat Islam, panggilan adzan tentu saja merupakan sebuah hal yang sakral, sehingga banyak di antara mereka yang akan menghentikan aktivitasnya, kemudian menyisipkan doa setelah kumandang berlalu.
Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai doa sesudah adzan, dan fakta-fakta menarik yang menyertainya. Sudah tahu, apa sajakah itu? Kita bahas bersama yuk!
Hal pertama yang kita bahas tentu saja mengenai lafal doa sesudah adzan. Disadur dari laman islam.nu.or.id, lafal doa sesudah adzan yang populer di masyarakat adalah:
“Allaahumma robba haadzihid da’watit taammah, washsholaatil qoo imah, aati sayyidana muhammadanil washiilata wal fadhiilah, wasysyarofa wad darajatal ‘aaliyatar rofii’ah, wab’ats-hu maqoomam mahmuudanil ladzii wa’adtah, innaka laa tukhliful mii’aadz.”
2. Sanad dan Riwayat Doa Sesudah Adzan
Bagi umat islam, akan sangat penting untuk mengetahui sebuah sanad keilmuan dari apa yang diamalkan. Sanad dan riwayat doa sesudah adzan sendiri memiliki perawi yang kuat dan termaktub di Shahih Bukhari.
Disadur dari laman Suara.com, hadits ini diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Radiyallahu Anhu dengan redaksi lengkapnya sebagai berikut: "Dari Jabir bin Abdullah ra, Rasulullah bersabda, 'Barangsiapa yang berdoa setelah mendengar adzan dengan doa tersebut, Dia akan mendapatkan syafaat dariku pada Hari Kebangkitan"
Hal ketiga yang perlu kita ketahui adalah mengenai arti doa sesudah adzan. Akan menjadi sebuah hal yang lucu bukan ketika kita berdoa namun tak mengetahui apa arti dari doa yang kita panjatkan? Disadur dari laman nu.or.id, arti dari doa sesudah adzan adalah
"Ya Allah, Penguasa seruan yang sempurna ini, dan pemilik dari salat-salat yang didirikan. Berikanlah kepada junjungan kami, Nabi Muhammad tempat yang terpuji serta keutamaan. Derajat, kedudukan terbaik, Dan bangkitkanlah beliau dalam kondisi yang terpuji berkedudukan tinggi, (memiliki hak syafaat) sepertimana yang Engkau janjikan, karena sesungguhnya Engkau adalah dzat yang tak pernah mengingkari janji"
4. Makna Doa Sesudah Adzan
Dari kalimat-kalimat yang tersusun dalam doa tersebut, kita dapat memaknai dengan jelas bahwa terdapat dua hal pokok dalam doa sesudah adzan.
Yang pertama adalah tentang kekuasaan Allah yang memiliki hak sepenuhnya dari setiap seruan adzan dan setiap salat yang didirikan, yang kedua, kita senantiasa mendoakan junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW untuk mendapatkan tempat yang terpuji, pun mendapatkan kedudukan, hak syafaat sepertimana yang dijanjikan oleh Allah SWT kepada beliau.
5. Berselimutkan Waktu Mustajab untuk Berdoa
Sadarkah teman-teman, ternyata ketika kita membaca doa sesudah adzan usai lantunan adzan, doa tersebut memiliki potensi besar untuk diijabahi oleh Allah SWT.
Hal ini dijelaskan secara langsung oleh Gus Bahauddin Nursalim atau yang lebih dikenal dengan nama Gus Baha, seorang ulama asal Narukan, Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Dalam sebuah penjelasannya, seperti disadur dari laman nu.or.id (25/3/2023), beliau menjelaskan bahwa salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa adalah waktu yang terentang antara adzan dan iqomah.
Dengan kata lain, ketika kita membaca doa sesudah adzan, maka secara otomatis doa tersebut akan langsung menembus langit dan rangkaian kalimat indah yang kita sampaikan dalam doa tersebut akan diijabahi oleh Allah SWT di hari akhir nanti.
Setelah mengetahui fakta-fakta menarik di atas, semoga kita semakin aware dan concern dengan kumandang adzan ya. Karena ternyata, sepenggal doa yang kita panjatkan memiliki arti, makna yang besar serta beragam keistimewaan di dalamnya.
Baca Juga
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
Artikel Terkait
-
Cek Fakta: Sarwendah Resmi Peluk Agama Islam, Gus Miftah Tuntun Baca Syahadat
-
Hukum Mencium Tangan Suami saat Puasa Ramadhan, Bikin Batal atau Tidak?
-
Bersejarah! Orang Islam Pernah Jadi Kapten Timnas Israel, Siapa dia?
-
Sejarah Berdirinya UIN Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ternyata Bermula dari Sosok Ini
-
Umat Muslim Melantunkan Adzan di Hawai Iramanya Seperti Film Viking
News
-
Avec le Temps: Harmoni Puitis Prancis dan Arab di Jantung Yogyakarta
-
Penyuluh Agama Islam Perkuat Kolaborasi, Tebar Toleransi dari Karanganyar
-
Mimpi yang Terparkir: Saat Ekonomi Menjadi Rem Bagi Ambisi Generasi Muda
-
Ichigo Ichie: Seni Menikmati Hidup di Era Distraksi Digital
-
Gebrak Jalur AKAP: Rahasia Viral Bus Listrik PO Sumber Alam di Tahun 2026
Terkini
-
Wariskan Kicauan Burung: Mengapa Berburu dengan Senapan Angin Merusak Desa?
-
The Manipulated: Saat Korban Terpaksa Menjadi Pelaku untuk Bertahan Hidup
-
5 Laptop Core i7 Terbaik 2026: Gaming, Kerja, Semua Bisa
-
Ketika Sekolah Gratis Hanya Wacana: Catatan Keprihatinan yang Belum Usai
-
Tugas Online, Biaya Offline: Realita Sekolah Gratis di Era Digital