Kepastian berpindahnya Jay Idzes dari Venezia FC ke Sassuolo menimbulkan beragam fakta yang menarik. Selain membuat klub promosi Liga Italia Serie A tersebut harus merogoh kocek hingga mencapat angka 7,5 juta Euro, Sassuolo juga harus menyiapkan dana tambahan hingga mencapai satu juta Euro untuk meluluhkan hati Venezia melalui klausul tambahan berbasis pencapaian prestasi.
Bukan hanya itu, mahar sebesar 7,5 juta Euro atau setara dengan Rp130,36 miliar, juga menjadi sebuah rekor tersendiri dalam sejarah kepindahan pemain yang berasal dari kawasan Asia Tenggara.
Dengan kata lain, kepindahan seorang Jay Idzes dari Venezia FC ke Sassuolo, ternyata bukan hanya sekadar pindah, namun juga sebuah kepindahan seorang pemain yang memecahkan rekor transfer pemain sepak bola dari kawasan ASEAN.
Sepertimana informasi yang diunggah oleh akun Instagram @seasiagoal pada Rabu (13/8/2025), harga yang harus ditebus oleh Sassuolo untuk mendatangkan seorang Jay Idzes, membuat rekor transfer Asia Tenggara yang sebelumnya dipegang oleh pemain bintang Thailand, Chanathip Songkrasin yang bertahan kurang lebih tiga tahun terpecahkan.
Dalam penjelasan akun instagram yang concern terhadap perkembangan sepak bola di kawasan Asia Tenggara tersebut, Chanathip pernah menjadi pemain dengan harga pindah tertinggi ketika dirinya hijrah dari Consadole Sapporo di bulan Agustus 2022 lalu.
"Bek tengah Timnas Indonesia, Jay Idzes baru saja pasang harga tinggi! Sekarang, dirinya adalah pesepak bola Asia Tenggara dengan harga tertinggi yang pernah ada, dengan 8 juta Euro + 500 ribu Euro tambahan dalam kepindahannya ke Sassuolo dari Venezia di bulan Agustus 2025," tulis seasiagoal.
"Dia menumbangkan rekor Asia Tenggara sebelumnya yang diciptakan oleh Chanatip Songkrasin pada bulan Agustus 2022 lalu, dengan harga transfer 3,5 juta Euro saat hijrah dari Consadole Sapporo ke Kawasaki Frontale," tambahnya.
Bukan Sejarah Pertama yang Diukir Jay Idzes untuk Persepakbolaan Asia Tenggara
Sejatinya, kesuksesan Jay Idzes dalam melampaui harga transfer Chanathip Songkrasin yang membuatnya menjadi pemain dengan harga pindah klub paling tinggi di kawasan Asia Tenggara sendiri bukanlah rekor pertama yang diciptakan oleh sang pemain untuk kawasan ini.
Sebelumnya, pada awal musim lalu, dirinya juga telah menciptakan sebuah sejarah bagi persepakbolaan ASEAN, dengan menjadi pemain pertama kawasan yang bermain di Liga Italia Serie A bersama Venezia FC.
Uniknya, Jay Idzes bukan hanya sekadar bermain bagi Venezia, namun juga menjadi andalan bagi mereka. Bahkan, jika dirinya tak mendapatkan larangan bermain ataupun bermasalah dalam kebugaran, Jay Idzes selalu menjadi pilihan utama untuk menjaga lini belakang pertahanan timnya.
Total, jika mengacu data dari laman transfermarkt, Jay Idzes bermain di kasta tertinggi persepakbolaan Negeri Spaghetti tersebut hingga sebanyak 35 pertandingan dan menyumbangkan satu gol bagi tim asal Kota Seribu Kanal itu.
Sehingga, ketika Jay Idzes dinobatkan sebagai pemain dengan harga transfer paling mahal di kawasan Asia Tenggara dengan menyalip Chanathip Songkrasin yang notabene merupakan salah satu pemain besar di kawasan ini, maka hal tersebut dapat dikatakan tak terlalu mengejutkan.
Pasalnya, secara kualitas pemain Timnas Indonesia yang satu ini memang layak untuk mendapatkan predikat tersebut, mengingat penampilan apiknya bersama Venezia di Liga Italia Serie A yang tak lain dan tak bukan merupakan salah satu kompetisi sepak bola terbaik di benua Eropa maupun di level dunia.
Kita harapkan, semoga saja rekor transfer yang diciptakan oleh Jay Idzes, dibarengi dengan penampilan apik bersama klub barunya ya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
Artikel Terkait
-
Jay Idzes, Saga Transfer dan Kepindahannya yang Selalu Membawa Untung bagi Pihak Klub
-
Kevin Diks Lagi-lagi Goda Rizky Ridho Abroad, Bek Persija Dianggap Cocok ke Liga Ini
-
Shin Tae-yong: Jay Idzes Menolak
-
Aksi Gila Jay Idzes Latihan Perdana di Sassuolo, Tak Ada Nafas Langsung Gas
-
Jadwal Pertandingan Jay Idzes vs Emil Audero di Liga Italia 2025-2026, Dua Pemain Timnas Indonesia
Hobi
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
-
Jakarta Mulai Bersiap, 2 Lapangan Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong