Jonathan Latumahina ayah David Ozora mengabarkan kondisi terkini sang putra tercinta yang disebutnya kemungkinan tidak bisa bersekolah lagi. Dampak penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy menyebabkan saraft bagian otak David Ozora putus.
David membutuhkan jangka waktu panjang untuk bisa sembuh.
BACA JUGA: Bangga! Dhiyauddin WNI yang Berhasil Lolos Lomba Azan di Arab, Suara Merdunya Bikin Juri Menangis
"Dokter menyampaikan butuh enam bulan sampai satu tahun," kata Jonathan Latumahina dilansir dari cuplikan video unggahan akun Instagram @nyinyir_update_official, Selasa (4/4/2023).
Jonathan mengatakan kalau David belum bisa kembali bersekolah hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
"Jadi memang benar dia enggak akan bisa sekolah lagi untuk sampai batas waktu yang kita belum tahu," ungkapnya.
Lebih lanjut, Jonathan membeberkan jika David harus menjalani terapi yang ketat. Hingga hari ke-43 David masih berada di ruang ICU untuk perawatan.
"Terapi-terapi yang dilakukan saat ini sangat ketat sehingga David masih tetap di ICU," ucapnya.
BACA JUGA: Reaksi Ayah David Ozora setelah Ibu Mario Dandy Nangis-nangis Minta Maaf
David sempat mengalami panas tinggi lagi pada Jumat lalu. Jonathan menuturkan kalau hal tersebut akan terus dialami oleh sang putra sebagai dampak dari diffuse axonal injury.
"Kemarin Jumat dia sempat panas sampai 38,4. Hal ini akan terus terjadi untuk pasien yang terkena diffuse axonal injury," tutur ayah David Ozora.
Diungkapkan oleh Jonathan apabila tingkat kesadaran sang putra jauh di bawah skala normal. Ia menyebut jika David Ozora seperti orang meninggal tetapi masih bisa bernapas.
"Orang sadar itu skalanya 15. David ketika masuk itu 3, artinya apa? Glasgow coma scale ini parameternya ada tiga yang pertama ada respons penglihatan, kedua respons pendengaran, yang ketiga respons gerak." terang Jonathan Latumahina.
"Nah, David tiga, artinya masing-masing satu. Arti lebih gampangnya lagi seperti orang meninggal tapi masih bernapas karena ketika disenter matanya tidak ada respons sama sekali," pungkasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review Serial From Season 4: Malam yang Penuh Teror di Kota yang Terkutuk!
-
Spin-off Record of Lodoss War Jadi Proyek Perdana Studio White
-
Eksplorasi Budaya dan Misteri dalam Tingka Buku 1
-
5 Pilihan HP Kamera Zoom Terbaik 2026, Bidik Jarak Jauh Tanpa Blur
-
Tren 'Kicau Mania' dan Suara Burung yang Tak Lagi Saya Dengar
Artikel Terkait
News
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin
-
Siap-Siap! Perunggu hingga Kelompok Penerbang Roket Bakal Guncang Depok di The Popstival Vol. 2
-
Klub Main Bareng: Tempat Nongkrong Anti-Kaku bagi Para Pencinta Kreativitas di Bangka
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
Terkini
-
Review Serial From Season 4: Malam yang Penuh Teror di Kota yang Terkutuk!
-
Spin-off Record of Lodoss War Jadi Proyek Perdana Studio White
-
Eksplorasi Budaya dan Misteri dalam Tingka Buku 1
-
5 Pilihan HP Kamera Zoom Terbaik 2026, Bidik Jarak Jauh Tanpa Blur
-
Tren 'Kicau Mania' dan Suara Burung yang Tak Lagi Saya Dengar