Reihana Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung giliran mendapatkan sorotan tajam publik. Reihana diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hampir 14 tahun.
Sorotan terhadap Reihana tak sekadar soal masa jabatannya tetapi juga gaya hidup hedonisnya. Meskipun gajinya sebagai ASN berpangkat Pembina Utama Madya atau dengan golongan IV D kisaran Rp 5 juta per bulan tetapi ia bisa mempunyai koleksi tas mewah.
BACA JUGA: David Ozora Sudah Pulang Ke Rumah, Kamar Disulap Bak ICU Rumah Sakit
Melansir dari akun Twitter @PartaiSocmed membagikan potret Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung ini menenteng koleksi tas-tas mewahnya. Dalam potret bersama sang putri dan cucu, Reihana menenteng tas Hermes Birkin.
Harga second dari tas tersebut ditaksir hampir Rp 200 juta.
"Kembali ke Lampung. Pejabat silih berganti, ada yg pensiun ada yg ketangkep KPK, tapi Reihana Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tetap bertahan hampir 14 tahun tak tergantikan. Mana harga second tas Hermes Birkin-nya saja hampir 200 juta, belum baju LV-nya!" keterangan cuitan akun Twitter tersebut.
Reihana juga mempunyai tas Gucci Horsebit 1955 mini bag yang harganya dibanderol Rp 15 juta. Ia dalam foto memakai baju dinas ASN membawa tas Louis Vuitton Petite Malle Souple yang harganya sekitar Rp 42 juta.
Ada lagi koleksi tas Louis Vuittonnya yang lain yakni series Cluny BB Logo dengan harga sekitar Rp 36 juta. Ia pun memiliki tas dari brand Dior.
Pertama, Mini Lady Dior Bag dengan harga sekitar Rp 86 juta. Kedua, Medium Lady D-Lite Bag yang dibanderol Rp 80 juta.
Reihana juga mengenakan cincin bertahta berlian yang disebut menyaingi milik Hotman Paris.
"Jari-jarinya sudah nyaingin Hotman Paris," cuitan akun Twitter @PartaiSocmed dalam foto Reihana menyelempangkan tas Louis Vuitton.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
Artikel Terkait
-
Keluarga TikToker Bima Yudho Siap Menghadapi Konsekuensi Viralnya Video Mengkritik Pemda Lampung
-
Manipulatif! Ngaku Punya Gangguan Mental, Yudo Andreawan Diduga Mengada-ngada Demi Bebas dari Hukuman Pidana
-
Viral Pengendara Motor Nekat Masuk Jalan Tol Andara, Petugas Dibuat Pontang Panting Mengejarnya
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam