Momen Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 hampir dekat. Tak dapat dipungkiri, ada para calon pejabat yang memberikan uang sogokan kepada masyarakat untuk memilih mereka pada setiap kontestasi Pemilu.
Terkait hal ini, bolehkah seorang muslim menerima uang sogokan Pemilu tersebut? Dijelaskan oleh Ustaz Abdul Somad alias UAS, uang Pemilu boleh diambil asalkan langsung dibagikan ke orang yang membutuhkan dan tak mencoblos orang tersebut.
“Ambil uangnya. Jangan coblos orangnya, uangnya serahkan ke panti jompo, anak yatim, fakir miskin. Sekali haram, tetap haram,” ungkap UAS dalam unggahan akun dakwah.
UAS lalu mengingatkan masyarakat, khususnya Muslim untuk menghindari hal-hal yang jelas dilarang dalam Islam, salah satunya terutama adalah uang Pemilu tersebut.
“Hindari money politic, hindari hate speech, hindari hoaks, wujudkan Pileg dan Pilpres aman, damai, sejahtera menuju Indonesia yang berdaulat,” tegas UAS.
UAS menjelaskan bahwa dosa uang Pemilu tersebut nantinya akan ditanggung oleh penerima dan sosok yang memberikan uang sekaligus mendapatkan jabatan tersebut.
“Yang menyogok, yang menerima sogok, yang menyuap yang menerima suap dilaknat Rasulullah SAW,” jelas UAS.
“Bersekongkol, macam tentara firaun dan hamman. Uang menyogok, uang yang disogok, semua haram. Pejabat yang berwenang, mereka yang masuk neraka shaf pertama,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, UAS meminta para pelaku yang berbuat curang untuk berhenti dan melakukan taubat nasuha.
“Rubah dengan tangan, rubah dengan lisan dan dengan hati jangan ikut-ikutan,” tuturnya.
Selain itu, UAS pun memberikan saran kepada para pelaku atau pejabat yang membagikan uang Pemilu.
"Taubat nasuha, mandi taubat, perbaiki, beramal shaleh, bersedekah, tolong syariat Allah, bangkitkan syariat Islam, beramar ma’ruf nahi munkar," saran UAS.
“Tidak ada satupun yang melata di atas muka bumi Allah, kecuali Allah yang menjaminnya,” tukasnya.
Baca Juga
-
BTS Kuasai Chart Melon Top 100, Album ARIRANG Tembus 3,98 Juta Penjualan
-
Review Motorola Razr 60: HP Lipat Murah dengan Konsep Unik
-
Review Saksi Mata: Saat Fiksi Bicara Tentang Kebenaran yang Dibungkam
-
Pentingnya Menjadi Manusia Kreatif dalam Buku The Magic of Creativity
-
Sinopsis Do Deewane Seher Mein, Film India Romantis Terbaru Mrunal Thakur
Artikel Terkait
-
Huru-hara Jelang Pemilu 2024: Gugatan Sistem Pemilu hingga Batas Usia Capres-Cawapres
-
Ramai Pembeli Kopi Klotok Tak Bayar 686 Telur, UAS Ingatkan Dosa: Siap-siap Nanti di Akhirat...
-
Sirekap Bakal Digunakan Di Pemilu 2024, KPU Lakukan Perbaikan Sistem
-
Pengamat Politik UGM: Baliho Jelang Pemilu Hanya Sampah Visual
-
Didukung Ketua Dewan, Airlangga: Golkar Dimudahkan Berkomunikasi dengan Parpol Lain
News
-
Yakin Itu Self Reward? Jangan-Jangan Kamu Sedang Self Sabotage
-
Gaji Ratusan Ribu, Tanggung Jawab Selangit: Ironi Guru Honorer sang "Iron Man" Pendidikan
-
Bukan Cuma Luka di Kulit, Demokrasi Kita Juga Ikut Cedera Gara-Gara Cairan Keras
-
Social Battery Habis Saat Lebaran? Ini Tips Survive Ala Introvert
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
BTS Kuasai Chart Melon Top 100, Album ARIRANG Tembus 3,98 Juta Penjualan
-
Review Motorola Razr 60: HP Lipat Murah dengan Konsep Unik
-
Review Saksi Mata: Saat Fiksi Bicara Tentang Kebenaran yang Dibungkam
-
Pentingnya Menjadi Manusia Kreatif dalam Buku The Magic of Creativity
-
Sinopsis Do Deewane Seher Mein, Film India Romantis Terbaru Mrunal Thakur