Baru-baru ini terjadi lagi pembakaran kitab suci Al Quran di Swedia. Seperti dilansir dari Middle East Monitor, pembakaran kitab suci umat Islam tersebut dilakukan oleh Bayrami Marjan (47) seorang perempuan kelahiran Iran yang berdomisili di Swedia pada Senin (7/8/2023).
Aksi pembakaran kitab suci yang bertujuan untuk protes itu terjadi di tepi Danau Malaren yang ada di wilayah Bromma, tepatnya di Pantai Angbybadet.
Belum diketahui lebih jelas kapan pembakaran tersebut dilakukan. Namun, sebagaimana laporan dari kantor berita Turki, Anadolu, yang dikutip dari Sputnik pada Jumat (4/8/2023) waktu setempat, menyatakan aksi provokatif itu dilakukan dengan mendapat perlindungan dari Kepolisian Swedia.
BACA JUGA: Finalis Miss Universe Indonesia Ungkap Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual: Tiba-tiba Disuruh Bugil
Aksi pembakaran Al Quran di Swedia ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, umat Islam sedunia telah mengecam aksi serupa yang dilakukan oleh dua pria di Stockholm, Swedia. Dua pria itu bernama Salwan Momika dan Salwan Najem. Pembakaran kitab suci umat Islam sebagai aksi protes tersebut terjadi pada 31 Juli lalu.
Salwan Momika yang merupakan salah satu pria pembakar Al Quran tersebut adalah pengungsi Irak yang berbasis di Swedia. Pada akhir Juni lalu ia juga membakar kitab suci umat Islam di luar masjid utama di Stockholm. Dan awal bulan Agustus ini, ia menginjak Al Quran di luar kedutaan Irak.
BACA JUGA: Anaknya Ugal-ugalan di Jalan Raya, Wakil Ketua DPRD Sulsel: Hal Biasa
Dikutip dari AFP, saat itu Momika dan Najem menjadi satu-satunya peserta pengunjuk rasa yang berkumpul di luar penjagaan polisi. Kepada AFP, juru bicara kepolisian Stockholm, Mats Eriksson mengatakan acara unjuk rasa itu diselenggarakan tanpa ada gangguan ketertiban umum yang fatal.
Menanggapi aksi pembakaran Al Quran tersebut, negara-negara Islam atau negara-negara dengan penduduk penganut agama Islam terpanggil untuk protes.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia juga mengutuk keras aksi tersebut. Kemlu RI mendesak agar Swedia mematuhi resolusi Dewan HAM Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
"Mendesak Swedia untuk patuhi resolusi terkait dewan HAM PBB," ungkap Winardi Hanafi Lucky, Direktur Eropa II Kemlu pada Selasa lalu (1/8/2023).
Diketahui, selain membakar Al Quran, dalam aksi protes tersebut Momika juga menginjak foto Moqtada al-Sadr, ulama Muslim Syiah dan pemimpin politik Irak.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
OPPO Reno16 Pro 5G Hadir dengan Dimensity 8550 SUPER, Seberapa Menarik?
-
Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati
-
Jutaan Buku Dihancurkan, AI Bertambah Pintar: Haruskah Kita Merayakannya?
-
Merdeka Bukan Sekadar Bebas: Menyelami Makna Kemerdekaan Lewat Novel Karya Putu Wijaya
-
5 HP Paling Hot Agustus 2026: Vivo, Honor, Google, Oppo, hingga Poco Siap Sikat Pasar!
Artikel Terkait
-
Fakta-fakta di Balik Pembakaran Bendera PDIP: Diduga Aksi Bela Rocky Gerung
-
Pembakaran Al-Qur'an di Swedia dan Denmark, Mantan Utusan Khusus PBB Protes
-
Nisya Ahmad Bakal Perjuangkan Hak Perempuan, Netizen: Gimana Nasib Lady Nayoan yang Diganggu Adekmu?
-
Dikunjungi Sekjen OKI ke Istana Merdeka, Jokowi Bahas Isu Pembakaran Alquran hingga Rohingya
-
Usai Jilat Es Krim di Depan Kemaluan Pria, Oklin Fia Kembali Dihujat karena Jilat Lidah Adik
News
-
Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI
-
Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les
-
Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat
-
Kasus Pertanahan Capai 56.844, Mengapa Masyarakat Perlu Melek Soal Tanah?
-
Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra
Terkini
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan
-
HUT ke-81 RI dan Kebebasan Digital: Saatnya Merdeka dari Scroll Tanpa Henti
-
4 Facial Wash Anti-Aging Rawat Elastisitas Kulit, Harga Murah Rp30 Ribuan