Sudah menjadi sebuah rahasia umum jika kemajuan sepak bola suatu negara juga tak lepas dari beragam faktor pendukung. Salah satu faktor yang memegang peranan krusial dalam kemajuan sepak bola suatu negara adalah ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.
Tampaknya, pemerintah Indonesia juga menyadari betul mengenai hal tersebut. Meskipun dalam beberapa tahun belakangan ini pemerintah pusat tengah disibukkan dengan proyek perpindahan ibukota negara, tampaknya mereka juga menaruh perhatian penting dalam memajukan persepakbolaan Indonesia.
BACA JUGA: Stadion Kanjuruhan di Malang akan Direnovasi, Bentuk Pengingat Tragedi Kanjuruhan
Hal ini terbukti nyata dengan mulai dibangunnya pemusatan latihan atau training center Timnas Indonesia yang berada di areal IKN. Melalui unggahannya, akun instagram @futboll.indonesiaa menginformasikan mengenai proses pembangunan pemusatan latihan yang bakal diperuntukkan bagi skuat Garuda.
Bahkan, dalam informasi yang dituliskan oleh sang empunya akun, Presiden Joko Widodo telah melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan fasilitas, dan menargetkan penyelesaian keseluruhan proses pembangunan dalam tempo enam bulan kedepan.
Tak hanya itu, pembangunan fasilitas olah raga yang didanai oleh pemerintah dan FIFA ini nantinya juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti lapangan latihan futsal, dan lapangan sepak bola pantai. Total, pembangunan ini akan menelan anggaran Rp175,6miliar rupiah, yang berasal dari APBN sebesar Rp90miliar, dan Rp85,6miliar yang berasal dari dana hibah FIFA Forward.
BACA JUGA: JIS Batal Jadi Venue Pembukaan Piala Dunia U-17, Kenapa?
Pembangunan fasilitas training center Timnas Indonesia di IKN ini tentu saja disambut dengan gembira oleh para pencinta sepak bola. Terlihat, dalam komentar yang ditinggalkan oleh para warganet, selain menuliskan rasa syukurnya karena Timnas Indonesia pada akhirnya memiliki pemusatan latihan sendiri, mereka juga menuliskan ketakjubannya terhadap target penyelesaian pembangunan yang dicanangkan selama 6 bulan.
"Cepet banget 6 bulan," komentar akun @yanu****13.
"Cepet juga 6 bulan doang ya. Wedew sampe lapangan futsal sama bola pantai juga ada," tulis akun @dee****.
"Mantap 6 bulan kedepan selesai. Ntar pemain abroad pada pulang gass TC di Kalimantan," andai akun @reimz_perale****.
"6 bulan itu fase 1 yaa, bukan keseluruhan. Pembangunan TC ini sampai fase 2, jadi sekitar 1 tahunan," jelas akun @herd***.
Semoga dengan mendapatkan tempat TC yang baru, performa Timnas Indonesia bisa semakin meningkat di persepakbolaan internasional.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Makassar Lanjutkan Hegemoni Persepakbolaan Indonesia atas Vietnam
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Tak Dapatkan Kartu Meski Bermain Keras, Sejatinya Sebuah Hal yang Biasa bagi Justin Hubner
-
Kembali Cetak Gol untuk Indonesia, Selebrasi Ole Romeny Nyaris Berakhir Tidak Estetik
Artikel Terkait
-
Hasil Babak I Korsel vs Timnas Indonesia U-17: Mierza Firjatullah Nyaris Cetak Gol
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Sesaat Lagi Kick Off! Ini Susunan Pemain Korsel vs Timnas Indonesia U-17
-
Viral Denny Landzaat Fasih Bahasa Indonesia di Maluku, Shin Tae-yong Kena Sindir
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?