Aksi pembullyan atau perundungan yang dilakukan anak SMP di Cimanggu, Cilacap menyedot banyak perhatian warganet di media sosial. Pelaku bully telah diamankan beberapa waktu lalu setelah aksi brutalnya tersebut tersebar di media sosial. Akibat dari perundungan yang dilakukan itu, korban menderita luka parah bahkan hingga patah tulang rusuk.
Namun berita kurang mengenakkan justru datang dari KPAI yang meminta agar pelaku bully tersebut tidak dikeluarkan dari sekolah. Komisioner KPAI Diyah Puspitarini membuat pernyataan bahwa agar anak yang berkonflik dengan hukum tidak dikeluarkan dari sekolah.
Sontak saja pernyataan Komisioner KPAI itu membuat publik geram. Bagaimana tidak, luka fisik dan mental yang diterima korban perundungan tentu saja menjadi trauma tersendiri bahkan bisa dirasakan seumur hidupnya.
BACA JUGA: Mundur dari Jabatan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo Bicara Harga Diri Bugis Makassar
Namun sebaliknya sang pembully masih tetap bisa melenggang bahkan dengan tenangnya bisa tetap melanjutkan pendidikan dengan normal tanpa memikirkan nasib korbannya.
Warganet lalu mengutuk keras pernyataan KPAI tersebut bahkan hingga menjadi trending selama beberapa hari ini di X atau Twitter. Tidak terkecuali kekecewaan yang juga ditumpahkan oleh ayah dari David Ozora, Jonathan Latumahina.
Melalui media sosialnya, Jonathan Latumahina mengungkapkan kekecewaannya pada KPAI lantaran pernyataannya untuk membiarkan pembully alias pelaku perundungan tetap bisa bersekolah.
"Komisi perlindungan monster, udah berkali2 KPAI ini kakinya selalu di pelaku. Mereka tidak pernah ada di sisi korban, komisi2 ini dibiayai uang rakyat tapi mewakili perbuatan iblis. Bubarkan," tulis ayah David Ozora di akun X atau Twitternya pada Rabu (4/10/2023).
BACA JUGA: Viral Kamar Kos Wanita Penuh Sampah dan Air, Diduga Idap Hoarding Disorder
Unggahan Ayah David Ozora
Seperti diketahui, David Ozora yang merupakan anak dari Jonathan Latumahina juga salah satu korban perundungan yang dilakukan oleh anak mantan pegawai pajak Mario Dandy. Kasus kekerasan fisik yang menimpa David Ozora itu juga sempat menjadi perhatian publik lantaran membuat korbannya, David Ozora koma selama hampir dua bulan.
Mario Dandy juga telah dijatuhi hukuman maksimal selama 12 tahun penjara akibat perbuatannya tersebut. Jadi wajar saja jika ayah David Ozora kecewa kepada KPAI ketika ia mengetahui pelaku perundungan masih berkesempatan mengenyam pendidikan secara bebas. Tentu saja Jonathan Latumahina merefleksikan kejadian perundungan yang dilakukan siswa SMP di Cilacap itu dengan kejadian yang menimpa anaknya tersebut.
Semoga saja tidak ada lagi pelaku-pelaku bullying yang bisa membuat korbannya trauma seumur hidup. Stop Bullying!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
New Normal Jurnalistik: Saat Mesin Pencari dan Media Sosial Rebut Audiens Portal Berita
-
Sinopsis The Hunting Wives Season 2: Drama Penuh Intrik dan Pengkhianatan
-
Proses Syuting Rampung! Simak Sinopsis All of Us Are Dead Season 2
-
Agnez Mo Bintangi Film Hollywood C.L.A.Y. Bareng Nicolas Cage
-
Sinopsis The Trap, Kisah Penulis yang Menjebak Pembunuh Adiknya
Artikel Terkait
-
Kronologi Habib Alex Alhamid Viral, Banyak yang Pasang Fotonya di Status WA Biar Dapat Berkah
-
Profil Ustaz Adi Hidayat, Viral Sebut Orang Tak Dukung Anies Adalah "Jin"
-
Minta Doa Restu Ibu, Konglomerat Kelahiran Jatim Ini Siap Bangun RS Terbaik di IKN
-
Viral Petani Injak-injak Semangka Gegara Kesal Harga Anjlok, Diduga Terjadi di Gresik
-
Sekelompok Massa di Bogor Lakukan Aksi Bersih-bersih Baliho Kampanye Partai: Sampah Visual!
News
-
Viral Video Balita Ditinggal di Tenda Gunung Prau, Mengapa Kita Tak Boleh Asal Menghakimi?
-
Lewat Tembang Pangkur, Warga Pracimantoro Merawat Perjuangan Lawan Tambang
-
Diskusi Film Karst: Petani Pracimantoro Soroti Ancaman Tambang Semen
-
New Normal Jurnalistik: Saat Mesin Pencari dan Media Sosial Rebut Audiens Portal Berita
-
Inovasi Media MUWAKIB: Cara Guru NU Pekalongan Bikin Belajar Bahasa Arab Jadi Seru
Terkini
-
Sinopsis Mad Blackfin, Dracin Kriminal Dibintangi Wei Xiang dan Sha Yi
-
Nasib Hutan Papua jika Burung Cenderawasih Kehilangan Habitat dan Pohon Pakan
-
Dulu Benci, Sekarang Relate: Mengapa Squidward Adalah Cermin Pekerja Modern
-
Nubia REDMAGIC 12 Pro+ Menggoda Gamer, Layar Tanpa Notch dan Kipas 25.500 RPM
-
Menjawab Kritik Polisi Bahasa: Mengapa Kita Harus Berhenti Menganggap Bahasa Sedang Rusak