Seiring selesainya mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) sebagai peserta Pilpres 2024 di hari pertama pendaftaran, pasangan Anies Baswedan bersama Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin juga telah mengusung sejumlah visi misi.
Pasangan capres-cawapres yang disingkat AMIN ini diusung oleh koalisi dari partai politik, termasuk Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hingga mereka pun mengusung jargon yang disebut Koalisi Perubahan.
Menjelang masa kampanye sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang mengatur jadwal kampanye Pemilu 2024, itu dilaksanakan pada 28 November 2023 sampai 10 Februari 2024.
BACA JUGA: Dampingi Anies Baswedan Sebagai Cawapres, Inilah Profil Muhaimin Iskandar
Di masa kampanye itu, peserta pemilu akan menyampaikan visi misi dan sejumlah program yang akan dilaksanakan ketika ketika sudah terpilih nanti. Melalui medium kampanye tersebut juga menjadi ajang untuk meyakinkan kepada masyarakat terkait tawaran visi yang akan dibawa untuk lima tahun ke depan. Sehingga masyarakat bisa menilai, siapa calon presiden dan wakil presiden yang akan dipilih dan layak memimpin Indonesia.
Meski belum memasuki jadwal tahapan kampanye, tetapi draf visi misi dari pasangan capres-cawapres sudah bisa ditemukan, termasuk pasangan capres-cawapres Anies dan Cak Imim ini. Draf visi misi tersebut kini juga telah banyak beredar di grup-grup WhatsApp atau di media sosial yang lain.
Dari sekian visi misi yang ditawarkan pasangan Anies-Cak Imim, ada salah satu program dan bahkan dijanjikan oleh pasangan AMIN ini jika terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 nanti.
BACA JUGA: Janji Ganjar-Mahfud Bakal Buka 17Juta Lapangan Kerja Jika Menang di Pilpres 2024
Mengutip dari Instagram @fakta.indo, pasangan capres-cawapres dari Koalisi Perubahan Anies-Cak Imin telah menjanjikan 15 juta lapangan kerja jika terpilih Pilpres 2024 nanti.
Hal itu tertuang dalam misi kedua pasangan Anis-Cak Imin, yaitu pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, upah berkeadilan, kemajuan ekonomi, dan pemerataan.
Dalam submisi yang kedua yakni penciptaan lapangan kerja, pasangan AMIN ini menyebut akan menciptakan lapangan kerja berkualitas di seluruh sektor, termasuk manufaktur untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka dari 5,45 persen di tahun 2023 menjadi 3,5-4 persen pada 2029 nanti.
Nah, itulah salah satu visi misi yang ditawarkan oleh pasangan Anies-Cak Imin jika terpilih dalam Pilpres 2024 nanti. Menurut kamu bagaimana?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Antara Jurnal Scopus dan Kerokan: Membedah Pluralisme Medis di Indonesia
-
Berdamai dengan Keresahan, Cara Menerima Diri Tanpa Perlu Jadi Motivator Karbitan
-
Mens Rea Pandji Pragiwaksono dan KUHP Baru: Ketika Tawa Lebih Jujur dari Hukum
-
Beli Bahagia di Toko Buku: Kenapa Novel Romantis Jadi Senjata Hadapi Kiamat
-
Dilema Fatherless di Indonesia: Ayah Selalu Sibuk, Negara Selalu Kaget
Artikel Terkait
-
Adu Mewah Jam Tangan Capres-Cawapres: Prabowo Paling Tajir Tapi Pakai yang Termurah
-
Pilih Mundur dari PDIP, Gibran Hindari Dipecat Ibu Mega?
-
Janji Ganjar-Mahfud Bakal Buka 17Juta Lapangan Kerja Jika Menang di Pilpres 2024
-
Ridwan Kamil: Kekuasaan Itu Sifatnya Addicted, Susah Terapkan Legowo
-
Menanti Debat Capres-Cawapres 2024: Dijadwalkan 5 Kali, Gibran Vs Mahfud Paling Dinanti
News
-
Lingkaran Setan Side Hustle: Antara Tuntutan Hidup dan Ancaman Burnout Anak Muda
-
Darurat Arogansi Aparat: Menilik Dampak Kerugian Pedagang karena Es Gabus Dikira Spons
-
Fresh Graduate Jangan Minder! Pelajaran di Balik Fenomena Open To Work Prilly Latuconsina
-
Transformasi AI dalam Ekonomi Kreatif Indonesia: Peluang Emas atau Ancaman?
-
Milenial vs Gen Z: Mengapa Generasi Milenial Dinilai Lebih Awet Muda?
Terkini
-
Sekeping Koin yang Tak Pernah Kecil
-
Review Film It Was Just an Accident: Kritik Rezim Lewat Thriller yang Tajam
-
Sinopsis Pavane, Film Korea Romansa Baru Moon Sang Min dan Go Ah Sung
-
Profil Rayn Wijaya, Biodata dan Kisah Cintanya dengan Ranty Maria
-
Krisis Empati dan Menakar Batas Etika Saat Mendengar Kabar Duka