Ganjar Pranowo selalu saja menciptakan sebuah momen yang enak untuk dibahas. Pasalnya dirinya yang kini menjadi calon presiden (capres) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) beserta koalisinya telah menjadi kontestan pada Pemilu 2024.
Di sela-sela kesibukannya untuk mengunjungi para relawan, saat berkunjung ke daerah-daerah, hingga rutinitasnya yang lari, selalu saja tak tertinggalkan untuk didampingi oleh istri tercinta Siti Atiqoh. Kebersamaan mereka selalu saja membuat momen mesra.
Dalam suatu momen, ketika Ganjar Pranowo dan Siti Atiqoh berkunjung di sebuah pusat perbelanjaan, tiba-tiba mereka dikelilingi oleh sekelompok ibu-ibu yang berambut putih.
BACA JUGA: Ganjar Pranowo Balas Komentar Postingan Netizen di Twitter, Netizen: Kaya Style-nya Gibran
Momen tersebut terekam dalam sebuah video dan salah satu akun yang membagikannya lewat akun X (dulu Twitter) @maryati_24, yang diunggah pada 1 November 2023.
Ibu-ibu yang mengelilingi Ganjar Prabowo itu pun meminta foto bersama. Mereka pun saling berdempetan untuk bisa berada di samping Ganjar Pranowo dan meminta untuk dipotretkan.
Pada kesempatan itu, Siti Atiqoh justru menjadi korban untuk dijadikan sebagai fotografer dalam memotret ibu-ibu berambut putih itu bersama Ganjar Pranowo. Siti Atiqoh sendiri terlihat senyum dan tertawa melihat tingkah ibu-ibu itu yang meminta foto bersama Ganjar Pranowo.
“Sesama rambut putih pak,” kata ibu-ibu berambut dalam video, seperti dibagikan akun @maryati.
Pertemuan itu pun menciptakan momen yang penuh keakraban, terlihat dua ibu-ibu yang berambut putih dengan mengenakan baju warna merah dan cokelat mencubit pipi Ganjar Pranowo. Suasana pun menjadi sangat heboh dan terdengar Ganjar Pranowo tertawa.
BACA JUGA: Ada Apa dengan Ganjar Pranowo yang Tak Posting Moment Makan Bareng Jokowi seperti Capres Lainnya?
Sekilas rambut putih Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo memang tampak beda dari pejabat-pejabat yang lain dari segi penampilan rambut. Sosoknya juga kini dijuliki pemimpin berambut putih. Dirinya yang selalu mencolok dan rambut putih pun menjadi ciri khas Ganjar.
Dalam blog pribadi Ganjar Pranowo, ia pun menceritakan sekilas rambut putihnya itu. Uban yang tumbuh di kepalanya bukan sekedar karena faktor umur. Mungkin bisa dikatakan faktor gen, karena ayah dan kakeknya juga berambut putih.
Rambut putih Ganjar mulai tumbuh sejak di bangku SMA dengan usianya belum sampai 20 tahun. Meski baru beberapa helai, tapi Ganjar membiarkannya.
Tampilan rambut putihnya pun makin menjadi ketika Ganjar kuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Madah (UGM) Yogyakarta. Rambutnya yang semburat putih juga dibiarkan gondrong. Dan sampai saat ini, rambut putih Ganjar Pranowo menjadi salah satu ciri khasnya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Prabowo, Reformasi yang Capek, dan Mimpi Orde Transformasi
-
Tertimpa Kasus Bukan Kiamat: Cara Perusahaan Bangkit dari Krisis
-
PPN Naik, UMKM Diuji: Disuruh Kuat atau Dibiarkan Sekarat?
-
Stop Bilang "Bukan Saya": Mengapa Masbro Juga Bertanggung Jawab Atas Budaya Pelecehan
-
Bukan Generasi Stroberi yang Rapuh, Mungkin Kita yang Terlalu Cepat Menilai
Artikel Terkait
-
Hasil Analisis Drone Emprit: Roastingan Kiky Saputri Direspons Negatif Pro Ganjar hingga Kena Body Shaming
-
Viral SPBU di Sukabumi Terbakar, Suara Ledakan Bikin Panik: 7 Hal yang Wajib Dilakukan Saat Berada di Kondisi Bahaya
-
Postingan Lawas Anya Geraldine di Facebook Beredar, Ternyata Pernah Bucin Ganjar?
-
Dulu Disayang-sayang, Kini Dibenci, Tapi Survei Membuktikan Gibran Lebih Sip Dari Ganjar
-
Cerita Dibalik Tangisan Basuki Hadimuljono saat Peluk Erat Ganjar Pranowo
News
-
Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator
-
Rekor Baru! Sabastian Sawe Jadi Manusia Pertama Lari 42 Km di Bawah 2 Jam
-
Kurangi Ketergantungan Diesel, IESR Desak Prioritaskan PLTS di Daerah Terpencil
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
5 Moisturizer Paling Sering Direkomendasikan Dermatolog, Andalan untuk Skin Barrier Sehat
Terkini
-
Review Film Ek Din: Dialog Puitis tentang Cinta, Kehilangan, dan Harapan
-
Gerbong Perempuan Dipindahkan, Cukupkah untuk Menjamin Keselamatan?
-
Ulasan Buku Kamu Tidak Salah, Ketika Empati Menjadi Kunci Penyembuhan
-
DIY Kalung Makrame untuk Anabul: Modal 25 Ribu, Hasilnya Mewah!
-
Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik