Band asal Inggris Coldplay akan menggelar konsernya yang bertajuk "Music of the Spheres" pada Rabu (15/11/2023) di Jakarta, tepatnya di Stadion Gelora Bung Karno.
Banyak penggemar yang sudah tidak sabar menyaksikan aksi panggung Coldplay dan telah membeli tiket dari jauh-jauh hari. Pihak promotor yaitu PK Entertainment pun telah merilis panduan bagi penonton yang akan hadir dalam konser tersebut, seperti jadwal konser, cara penukaran tiket, panduan masuk ke dalam venue, dan lain sebagainya.
Salah satu hal yang patut menjadi perhatian adalah peraturan soal wristband yang diberikan oleh penyelenggara. Wristband tersebut dihimbau agar dikembalikan setelah konser berakhir.
Hal itu sesuai dengan keinginan dari pihak Coldplay. Mengutip dari coldplay.com, band yang digawangi Chris Martin tersebut ingin mengurangi emisi karbon semaksimal mungkin selama konsernya.
Upaya tersebut dilakukan dengan menggunakan sistem baterai listrik untuk keperluan konser seperti audio, lampu, dan lain-lain, bepergian menggunakan kendaraan ramah lingkungan atau berjalan kaki, membawa botol minum isi ulang, hingga mengembalikan wristband LED setelah pertunjukan selesai.
Akun X atau Twitter @IDWantsColdplay mencuit tentang kota-kota yang mendapatkan persentase tertinggi untuk program Wrisband Recycling Leaderboard. Dalam cuitan tersebut, tercatat bahwa pengembalian wristband di Kaohsiung mencapai 93%, Buenos Aires 94%, Copenhagen 96%, dan Tokyo 97%.
Saat cuitan tersebut dibagikan kembali oleh akun base @tanyakanrl, netizen pun menuliskan berbagai komentar. Sebagian besar netizen merasa ragu jika Indonesia bisa mendapatkan persentase tinggi.
"Mon maap tapi gua ragu sama penduduk kita sendiri," tulis akun @lij****.
"Tolong pantau sosmed teman-teman kalian yang nonton konser Coldplay tersebut, kalo ad yg bawa pulang dan diupload instastory mari kita seret ke Twitter dan viralkan," tulis akun @JMa*****.
"70% balik juga udah alhamdulillah karena pasti pada mikir 'simpen ah buat kenang-kenangan, kapan lagi ada Coldplay ke Indonesia'," tulis akun @thre****.
"Ih malu bgt klo pas indo nanti malah persenannya dikit," tulis akun @iya****.
"Gak yakin bakal balik 100% sih. Pasti ada aja yang ngeyel mau bawa pulang buat kenang-kenangan," tulis akun @hea*****.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Paradoks Stockdale: Cara Jaga Kewarasan di Negara yang Penuh Kejutan
-
Prabowo Bangga Polri Kelola 1.000 SPPG: Ke Mana Arah Peran Kepolisian?
-
Ulasan CEO-dol Mart: Aksi Kocak Lima Mantan Idol Mengelola Supermarket
-
Segelas Es Kopi dan Stigma Boros yang Melekat pada Anak Muda
-
Menulis Gelar di Undangan Pernikahan: Penting atau Hanya Gengsi Belaka?
Artikel Terkait
News
-
Trakindo Gelar Misi Hijau Bersama Trash Ranger Indonesia, Edukasi Lingkungan Lewat Aksi Nyata
-
Ruang Bercakap #25: Belajar Menulis Artikel Sepak Bola yang Menarik Bersama Yoursay
-
Penelitian Ungkap Mikroplastik Kini Ditemukan di Awan, Berpotensi Pengaruhi Iklim
-
Bukan Lagi Kejadian Langka: Suhu 41,7C Lumpuhkan Eropa dan Renggut 1.300 Nyawa
-
Menemukan Makna Wellbeing dari Hal Sederhana Lewat Just Appreciate Today
Terkini
-
Gen Z dan Quiet Luxury: Antara Gaya Hidup Baru atau Malah Tekanan Sosial?
-
Bakat Emas yang Terancam Layu: Refleksi Nasib Atlet Indonesia di Cabang Olahraga Ice Skating
-
Darurat Moral dan Runtuhnya Integritas di Balik Algoritma Novel Online
-
Dikalahkan Belgia 2-3, Senegal Tak Mampu Ulang Memori Piala Dunia 2002
-
Paradoks Stockdale: Cara Jaga Kewarasan di Negara yang Penuh Kejutan