Mahasiswa merupakan peralihan dari masa sekolah menengah atas ke jenjang yang lebih tinggi yaitu perguruan tinggi. Di Indonesia, pada umumnya siswa yang baru masuk ke perguruan tinggi menjadi mahasiswa baru berumur 17-20 Tahun, di mana pada masa tersebut sudah masuk ke tahap perkembangan dewasa awal.
Kegiatan ini disebut Psikoedukasi dan berada di bawah naungan jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi. Pada mata kuliah Intervensi Psikologi: Psikoedukasi, mahasiswa semester 5 dituntut untuk membuat sebuah program Psikoedukasi.
Adapun tujuan program Psikoedukasi itu yakni untuk menerapkan fungsi promotif kepada banyak orang, guna memperluas dan memperkaya kebermanfaatan dan pengetahuan bersama.
Mahasiswa Baru yang hadir tidak hanya dari jurusan Psikologi, tapi juga ada yang dari Ilmu Kesehatan Masyarakat, Pendidikan Bahasa Inggris, dan ada yang dari Universitas Islam Negeri Jambi.
Kegiatan ini turut mengundang pemateri yang merupakan seorang Psikolog yaitu Dewi Rahayu, S. Psi., M. Pd. Beliau yang menjadi pemateri sekaligus memberikan ilmu yang bermanfaat berkaitan dengan keterampilan sosial dan komunikasi kepada para mahasiswa baru.
Rangkaian kegiatan lain juga tidak kalah seru, kegiatan ini dibagi menjadi 3 sesi. Sesi 1 difokuskan pada penjelasan materi yang berkaitan dengan keterampilan sosial.
Kemudian dilanjutkan dengan sesi 2 ditambah penjelasan materi tentang komunikasi. Sementara terakhir pada sesi 3 para mahasiswa baru diajak untuk mengerjakan soal studi kasus berkaitan dengan materi yang sudah dipelajari dan diajak untuk melakukan sebuah role playing.
Pada kesempatan ini, para mahasiswa terpilih akan berperan menjadi 2 orang mahasiswa dan 1 dosen. Kegiatan role playing ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana caranya berkomunikasi dengan dosen yang baik agar tidak cemas dan gugup. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan adanya ice breaking, menonton video, dan games tebak ekspresi.
Kegiatan ini menuai atensi positif. Para peserta mengaku mendapatkan ilmu yang bermanfaat setelah mengukuti kegiatan ini.
"Ilmu yang bermanfaat tentang keterampilan sosial dan komunikasi yang sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari dan materi yang disampaikan sangat relate untuk saya yang notabenenya mahasiswa baru," kata salah satu peserta.
“Saya bisa memahami mengenai keterampilan sosial dan cara komunikasi yang lebih baik terhadap orang lain kedepannya," ujar peserta lain.
Terselipkan harapan-harapan besar yang ingin dicapai dan ke depannya. Semoga acara seperti ini bisa lebih banyak diselenggarakan agar bisa menambah banyak manfaat kepada masyarakat yang lebih luas.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku Terapi Luka Batin: Menemukan Kembali Diri Kita yang Belum Utuh
-
Lebih Bahagia dengan Cara Sederhana: Mulai dari Micro-Moments of Happiness
-
Rocky Gerung Bongkar Borok Tim Komunikasi Prabowo: Justru Mendelegitimasi Presiden
-
Koreksi Diri, 3 Hal Ini Membuat Kita Terjebak dalam Pilihan Salah
-
Viral Polisi Suruh Pendemo Tolak UU TNI Cap Jari dan Foto, Publik Murka: Mereka Penjahat?
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop