Viral di media sosial, seseorang di akun menfess yang membagikan foto uang kertas yang tampak dicoret-coret hingga merubah total gambar asli pahlawan yang ada dalam mata uang tersebut.
Akun menfess @kegblgnunfaedh membagikan kondisi gambar uang kertas yang sudah dicoret-coret itu dan menjadi viral di media sosial, Minggu (17/12/2023)
Uang dengan nominal Rp10ribu yang terdapat gambar pahlawan Frans Kaisiepo terlihat telah dicoret-coret seakan mengenakan hijab dan pada bagian mata serta bibir dibuat seperti menggunakan make up.
Tentu saja hal tersebut sangat tidak etis, selain melecehkan gambar pahlawan yang telah berjasa bagi negara, uang juga merupakan barang bernilai yang menjadi alat tukar resmi yang digunakan di setiap negara.
Melihat unggahan uang kertas yang dicoret-coret tersebut netizen ikut merasa geram dan mengutuk perbuatan orang-orang yang tidak bertanggungjawab tersebut.
"Sebel banget sama orang kaya gini. Apalagi yang digambar itu pahlawan yang mungkin seorang ayah, kakek, atau anak dari seseorang. Emang cuma 10k, tapi itu juga uang," tulis akun @pers***
Lalu apakah ada pasal yang mengatur perihal mencoret atau merusak uang kertas tersebut?
Melansir dari website resmi Bank Indonesia, terdapat pasal yang mengatur perihal mata uang yang menjadi nilai tukar negara Indonesia. Hal tersebut diatur dalam Undang-undang republik Indonesia No.7 Tahun 2011 pasal 35 tentang Mata Uang yang berbunyi:
(1) Setiap orang yang dengan sengaja merusak, memotong, menghancurkan, dan/atau mengubah Rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan Rupiah sebagai simbol negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
(2) Setiap orang yang membeli atau menjual Rupiah yang sudah dirusak, dipotong, dihancurkan, dan/atau diubah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
(3) Setiap orang yang mengimpor atau mengekspor Rupiah yang sudah dirusak, dipotong, dihancurkan, dan/atau diubah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).
Berdasarkan pasal tersebut tentu saja kita tidak boleh sembarangan dalam memperlakukan mata uang yang menjadi alat tukar resmi yang sangat berharga.
Mari lebih bijak lagi dalam menggunakan mata uang agar kita terhindar dari tindak pidana.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?
-
Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween
-
Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien
-
Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20
-
Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah
Artikel Terkait
-
Petani Pahlawan Pangan, Prabowo Gak Mau Petani Terus Pas-pasan, Harus Makmur
-
Tampil Perdana di Kota Pahlawan, XSR 155 Motoride Bikin Arek-Arek Suroboyo Tambah Pede
-
Rekam Jejak Kasus Korupsi Eddy Rumpoko, Koruptor Meninggal Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan
-
Siapa Napi Koruptor yang Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kota Batu?
-
Profil Eddy Rumpoko Eks Wali Kota Batu, Koruptor Tapi Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan
News
-
Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026
-
AXIS Nation Cup 2026 Memasuki Puncak, 16 Tim Berebut Gelar Juara di Jakarta
-
Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah
-
Dalih Buka Lahan Bikin Satwa Mati Terpanggang, Jangan Biarkan Korporasi Cuci Tangan
-
Kasta Sosial Lewat Caption: Fenomena Gen Z yang Takut Terlihat Terlalu Indonesia
Terkini
-
Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif
-
PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?
-
Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya
-
A Suspicious Secondhand Shop: Ketika Barang Bekas Menyimpan Kisah Manusia
-
Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua