David Ozora membuang rasa dendam terhadap Mario Dandy, pelaku penganiayaan yang membuatnya sampai koma. Hal itu disampaikan remaja 17 tahun ini saat menjadi bintang tamu di podcast Denny Sumargo.
David mengaku sudah menerima putusan hukum atas Mario Dandy divonis 12 tahun penjara.
BACA JUGA: Najwa Shihab Terima Permintaan Maaf Komika Felix Seda Terkait Guyonan Seksis
"Maksimalnya kan 12 tahun, itu udah hukuman maksimalnya dia di negara kita. Ya udah," kata David Ozora dalam kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo dikutip pada Rabu (24/1/2024).
Saat ditanya apakah masih menaruh rasa dendam ke Mario Dandy, David Ozora telah membuang perasaan itu.
"Lu nggak ada perasaan kecewa, balas dendam, sakit hati setelah apa yang lu alamin?" tanya Denny Sumargo.
"Bokap gue bilang, 'Jangan dendam nanti bisa jadi kasusnya malah balik ke gue'," jawab David Ozora.
Walau secara pribadi David tak menampik bahwa diirnya sempat dendam dengan Mario Dandy. Apalagi awal-awal ingatannya soal kejadian penganiayaan kembali.
"Kalau dulu dendam waktu pertama kali ingat yang lihat mobil Rubicon dari situ marah," ucapnya.
BACA JUGA: Tom Lembong Ngaku Ngefans Ernest Prakasa Usai Wajahnya Disebut Mirip Sang Komika
Namun, ia yang resah dengan rasa dendam itu lantas curhat pada ayahnya. Sang ayah menasihati agar dirinya tidak menyimpan dendam.
David Ozora mengikuti nasihat ayahnya, kini ia menganggap masalah dengan Mario Dandy telah usai. Hanya saja, ia sedih karena belum bisa beraktivitas normal akibat ulah anak mantan pejabat Pajak tersebut.
Termasuk kesulitan memahami materi pelajaran alhasil David merasa hampa walau sudah bisa bersekolah lagi.
"Beres (masalah dengan Mario Dandy). Tapi sedih pasti karena gue sekolah aja masih sekadar absen, masuk, pas bel pulang pulang," tandasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
10 Film Dokumenter yang Tayang di Netflix Mei 2026, Didominasi Kisah Sepak Bola dan Olahraga
-
Membenahi Percaya Diri di Buku Mind Platter: Kenapa Kita Takut Bersinar?
-
Kindergarten For Divine Beasts: Manhwa Siluman Versi Bocil-bocil Kematian
-
Ironi Pelemahan Rupiah: Mengapa Masyarakat Desa Menanggung Beban Terberat?
-
The Kings Warden dan Luka Pemimpin yang Disingkirkan
Artikel Terkait
News
-
Bukan Sekadar Seni: Bagaimana Teater Jaran Abang Mengubah Remaja Jogja Menjadi Sosok Berdaya
-
Membaca Kelakar Madura Buat Gus Dur: Sebuah Buku Tentang Indonesia yang Menggelitik
-
Menolak Romantisasi Seni Gratisan yang Mematikan Seniman: Jeritan Jaran Abang dari Kota Budaya
-
Tembus Beasiswa Petra Future Leaders 2026, Inilah Sosok Christopher Kevin Yuwono
-
Masih Banyak yang Menganggap Sama, Apa Bedanya Paskah dan Kenaikan Yesus Kristus?
Terkini
-
10 Film Dokumenter yang Tayang di Netflix Mei 2026, Didominasi Kisah Sepak Bola dan Olahraga
-
Membenahi Percaya Diri di Buku Mind Platter: Kenapa Kita Takut Bersinar?
-
Kindergarten For Divine Beasts: Manhwa Siluman Versi Bocil-bocil Kematian
-
Ironi Pelemahan Rupiah: Mengapa Masyarakat Desa Menanggung Beban Terberat?
-
The Kings Warden dan Luka Pemimpin yang Disingkirkan