Wacana majunya istri Kaesang Pangarep, Erina Gudono di Pilkada Sleman, Yogyakarta tengah menjadi perbincangan publik. Bobby Nasution sebagai ipar ketika ditanya soal ini justru memberikan jawaban tak terduga.
Wali Kota Medan tersebut dengan guyon mengira jika Kahiyang Ayu istrinya yang akan maju di Pilkada. Apabila satu di antara keluarga Presiden Jokowi maju di Pilkada Sleman, siapa yang paling pantas?
BACA JUGA: Apes! Xpander Tabrak Porsche Seharga Miliaran Rupiah di Dealer Mobil Mewah
Melihat dari riwayat pendidikan baik Erina Gudono dan Kahiyang Ayu sama-sama mentereng.
Erina Gudono menempuh pendidikan di SMAN 3 Yogyakarta, salah satu sekolah terbaik di Kota Pelajar ini. Ia melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan mengambil jurusan Manajemen Keuangan.
Pemilik nama lengkap Erina Sofia Gudono tersebut setelah lulus dari UGM kemudian mengambil gelar Master of Public Administration di Columbia University.
Menantu Presiden Jokowi ini juga sedang menempuh pendidikan di Showa Women’s University Japan dengan mengambil jurusan bisnis.
BACA JUGA: Rocky Gerung Soal Ganjar Dilaporkan ke KPK: Saya Tuduh Ini Kerjaan Jokowi
Riwayat pendidikan Kahiyang Ayu tak kalah mentereng dari sang adik ipar. Ia setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) melanjutkan kuliah di Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Selas Maret (UNS).
Kahiyang Ayu lulus dengan IPK 3.21 dengan skripsi berjudul, "Kajian Sifat Sensori dan Fungsional Cake Ubi Jalar Dengan Berbagai Variasi Bahan Baku".
Anak perempuan satu-satunya Presiden Jokowi itu kemudian melanjutkan pendidikan ke tingkat pascasarjana di Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia menyelesaikan S2 dalam kurun waktu 23 bulan.
Kahiyang Ayu lulus dengan predikat cumlaude yang IPK hampir sempurna, yakni 3.90.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta
-
Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya
-
Land Maggie OFarrell: Ketika Tanah Menyimpan Luka dan Sejarah
-
Ketika 'Bad News' Bagi Kita Adalah Tragedi Pahit Bagi Mereka
Artikel Terkait
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta
-
Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya
-
Land Maggie OFarrell: Ketika Tanah Menyimpan Luka dan Sejarah
-
Ketika 'Bad News' Bagi Kita Adalah Tragedi Pahit Bagi Mereka
-
Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping