Sejumlah ibu dan balita di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan mendapatkan bantuan nutrisi untuk menangani stunting dari PT BRI Asuransi Indonesia atau yang dikenal dengan sebutan BRI Insurance.
Dilansir dari Suara.com pada Sabtu (3/8/2024), program tersebut diharapkan mampu menekan angka penderita stunting. Apalagi kini penanganan stunting menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dan berbagai pihak.
“Semoga bantuan vitamin dan makanan dari BRI Insurance ini bisa bermanfaat dan mengurangi angka stunting di Mampang Prapatan,” kata Komisaris Independen BRI Insurance, Benny Imam Safii dalam pernyataannya di Jakarta.
Diketahui bahwa baik dari individu maupun instansi/lembaga terus berkolaborasi dan bersinergi demi mempercepat penurunan angka stunting di tanah air.
Hal tersebut yang pada akhirnya mendorong perusahaan untuk melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berfokus pada penanganan stunting.
Adapun proses penyaluran bantuan tersebut dilakukan BRI Insurance melalui kerja sama dengan Kecamatan Mampang Prapatan dan RSUD Mampang Prapatan. Ujang Harmawan selaku Camat Kecamatan ini mengakui bahwa bantuan ini bukan yang pertama kali diberikan.
“Saya berharap ibu-ibu yang menerima bantuan dapat memanfaatkannya dengan bijaksana dan maksimal,” tambahnya.
Hadir sebagai perusahaan yang bergerak dalam asuransi kerugian, BRI Insurance merasa memiliki peran dalam ketahanan melalui proteksi, termasuk lewat program TJSL dengan prinsip lingkungan, sosial, serta tata kelola (ESG).
Oleh karenanya, perusahaan ini berharap mampu memberikan dampak positif untuk kehidupan yang sehat dan berkelanjutan di Nusantara. Menyusul penanganan stunting merupakan salah satu agenda pemerintahan dalam bidang kesehatan.
KEM-PPKF adalah dokumen resmi negara yang menjadi acuan untuk penyusunan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Di sana tertuang anggaran kesehatan tahun 2025 akan digunakan untuk mendorong efektivitas program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Selain itu, mempercepat penurunan angka stunting dan kasus penyakit menular, memperkuat fasilitas kesehatan, serta menambah bantuan gizi bagi balita dan ibu hamil juga tercatat di dalamnya.
Lebih lanjut, Antara News melaporkan bahwa stunting biasanya terjadi ketika anak memiliki tinggi badan yang sangat pendek untuk usianya. Hal ini sudah menjadi isu prioritas di seluruh dunia, tak hanya Indonesia saja.
Mengingat stunting akan berdampak terhadap kesehatan dan produktivitas, bonus demografi, serta kualitas sumber daya manusia. Stunting tak hanya masalah kesehatan fisik, tetapi juga mempengaruhi perkembangan otak dan kemampuan belajar anak-anak.
Kasus ini kerap terjadi pada keluarga dengan kondisi ekonomi rendah. Dengan mengatasi stunting, maka kita juga akan berkontribusi pada pengurangan kemiskinan maupun ketidaksetaraan sosial.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dean James Dinilai Layak Gabung Ajax, Berpeluang Susul Maarten Paes?
-
Jelang Piala Asia U-17 2026, Timnas Indonesia Bakal Uji Coba Lawan China
-
Jumpa I.League, John Herdman Soroti Pentingnya Kerja Sama Berkelanjutan
-
Denada Disebut Tak Berniat Telantarkan Ressa, Pengacara Ungkap Fakta Baru
-
Rian D'Masiv Buka Suara soal Tudingan Lakukan Child Grooming, Bantah Tegas?
Artikel Terkait
-
Mulai Investasi Emas dari Rp10 Ribu Aja? Bisa Banget Lewat BRImo!
-
Gampang Banget! Begini Cara Dapat Limit PayLater BRI
-
Gapai Cita-Cita Bersama BRImo di ICAN International Education Expo 2024
-
Diskon Sunset di Kebun Khusus Nasabah BRI dan QRIS BRImo
-
Ada Diskon di Kopi di-Bawahtangga Pasaraya Blok M Khusus Nasabah BRI
News
-
Bahaya Paylater dan Present Bias: Mengapa Kita Sulit Menabung Setelah Gajian?
-
Teror Relevansi: Membedah Cara Algoritma Memanen Waktu dan Menghancurkan Batin
-
Preppy Hingga Street Style, Intip 4 Ide OOTD Layering ala Shin Eun Soo Ini!
-
Restoran Sekar Kedhaton Rayakan 21 Tahun, Mekar dengan Konsep 'Gracefully Blooming'
-
Rahasia Sukses Para Miliarder Dunia: Mengubah Waktu Luang Menjadi Investasi Otak