Kasus stunting di Indonesia terutama di Kabupaten Boyolali masih tergolong tinggi. Berangkat dari isu tersebut, KKN Tim II Universitas Diponegoro 2023/2024 Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali melakukan program "Pendampingan Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak sebagai Upaya Pencegahan Stunting bersama Aplikasi Langkah Kembang Anak,” pada Jumat (26/07.2024).
Program ini bertujuan untuk memberdayakan kader posyandu dalam memantau dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak, terutama sebagai upaya pencegahan stunting yang masih menjadi masalah serius di Kabupaten Boyolali, sehingga diperlukan intervensi yang efektif dan tepat sasaran.
Berkolaborasi dengan aplikasi Langkah Kembang Anak yang dirancang oleh Tim PKM-K Universitas Diponegoro 2024, Palilah Sayekti, mahasiswi Fakultas Psikologi memberikan penyuluhan mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak serta tugas perkembangan anak di setiap tahapannya yang dapat dipantau melalui aplikasi tersebut. Aplikasi ini memungkinkan pemantauan tumbuh kembang anak secara digital, sehingga data pertumbuhan dapat diakses dengan mudah dan praktis.
Kader posyandu dilatih untuk memahami indikator-indikator tumbuh kembang anak yang normal serta cara mendeteksi dini gejala stunting. Selain itu, kader posyandu dilibatkan langsung dalam praktik penggunaan aplikasi Langkah Kembang Anak. Pada aplikasi ini, terdapat pula fitur-fitur lain yang bermanfaat. Seperti rekomendasi menu MP-ASI, fitur konsultasi dengan ahli yang termasuk Psikolog Perkembangan dan Ahli Gizi, serta misi yang harus dipenuhi terkait dengan tugas perkembangan anak sesuai dengan usianya. Dengan demikian, kader posyandu diharapkan mampu memanfaatkan teknologi ini secara optimal dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak di desa Ngaren.
Pelaksanaan program ini memiliki relevansi yang kuat dengan upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Boyolali. Dengan memberdayakan kader posyandu melalui pelatihan dan penggunaan aplikasi Langkah Kembang Anak, diharapkan masalah stunting dapat ditekan secara signifikan di wilayah ini. Program ini juga menjadi contoh konkret bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dalam program kesehatan masyarakat untuk mencapai hasil yang lebih baik dan berkelanjutan.
Melalui program kerja ini, KKN Tim II Universitas Diponegoro berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Boyolali, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Artikel Terkait
-
Begini Cara Kahiyang Ayu Atasi Stunting dan Wujudkan Indonesia Emas 2045
-
9 Ciri-ciri Anak Terindikasi Stunting, Orangtua Wajib Tahu!
-
Perangi Bullying, KKN UNDIP Berperan Tingkatkan Regulasi Emosi Siswa MI
-
Angka Stunting Masih Tinggi, Wamenkes Bicara Peran Badan Gizi Nasional Yang Baru Dibuat Jokowi
-
Lewat Survei Status Gizi Indonesia, Ini 4 Masalah yang Ditemukan Kemenkes
News
-
JAFF Market 2025 Resmi Dibuka: Lebih dari 1.400 Peserta Ramaikan 'Panggung Sinematik' Jogja!
-
Babak Akhir Drama Tumbler Hilang di KRL: Mediasi dan Saling Minta Maaf
-
Tak Terduga! SBY Spontan Hentikan Mobil dan Melukis di Pinggir Jalan Wonogiri
-
Hilang di KAI, Anita dan Alvin Akhirnya Minta Maaf soal Tumbler Tuku
-
Review Film The Cursed: Dead Mans Prey, Kisah Mayat Hidup Pembawa Dendam
Terkini
-
Bukan Sekadar FOMO, Inilah Alasan Kamu Wajib Punya Tumbler
-
4 Rekomendasi Tumbler dari Jenama Kopi Lokal Indonesia, Ada Tumbler Tuku!
-
5 Rekomendasi Novel Slice of Life yang Penuh dengan Nilai-Nilai Kehidupan
-
Sinopsis The Last Wulin, Drama China Dibintangi Jiang Xin dan Gong Zheng
-
Ikut Baper! El Rumi Ungkap Sisi Positif Syifa Hadju yang Bikin Jatuh Hati