Program Manfaat Masyarakat (PMM) adalah inisiatif yang dijalankan oleh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat melalui kegiatan yang dapat dilakukan secara individu atau kelompok. Program ini diawasi oleh Departemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) sebagai bagian dari upaya Darma Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) di UMM.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh mahasiswa (PMM) ini untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dilaksanakan oleh kelompok 5 gelombang 3 dengan beranggotakan 4 Mahasiswa UMM yaitu Muhammad Hayyan Zaky, Yunita Maharani, Alisa Fatin Sabreena, Ahmad Ahsanur Rizqi yang dibimbing oleh Dosen Lapangan Dwi Ratna Indri Hapsari, S.H., M.H.
Sosialisasi yang dilakukan soal cara bagaimana menghargai perbedaan serta bahayanya tindakan bullying. Kegiatan tersebut juga diaplikasikan secara langsung dengan mengadakan lomba akademik dan lomba kebersihan kelas yang dapat meningkatkan rasa kompetitif namun tetap menumbuhkan rasa kebersamaan dan toleransi.
Sosialisasi ini disampaikan dalam bentuk berbagai kegiatan yang tidak hanya edukatif tetapi juga menyenangkan, sehingga anak-anak dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Menghargai Perbedaan dan Menolak Bullying
Kegiatan sosialisasi ini berfokus pada pentingnya menghargai perbedaan di antara sesama teman. Setiap anak unik dan memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Dengan memahami hal ini, diharapkan siswa dapat belajar untuk saling menghargai dan bekerja sama, tanpa memandang perbedaan yang ada, baik dalam hal fisik, latar belakang, atau kemampuan.
Selain itu, kami juga menekankan bahaya dari bullying, baik secara fisik maupun verbal. Bullying bukan hanya bisa melukai secara fisik, tetapi juga dapat menyebabkan dampak psikologis yang serius bagi korban. Melalui cerita, simulasi, dan diskusi, anak-anak diajak untuk memahami bagaimana perasaan mereka jika berada di posisi korban bullying, serta bagaimana cara mereka dapat membantu teman yang sedang mengalami bullying.
Kegiatan Lomba yang Meningkatkan Rasa Kompetitif dan Toleransi
Sebagai bagian dari sosialisasi ini, kami mengadakan beberapa lomba akademik yang dirancang untuk tidak hanya meningkatkan rasa kompetitif tetapi juga menanamkan nilai-nilai toleransi dan saling menghargai. Lomba-lomba tersebut meliputi:
1. Lomba Mewarnai: Kegiatan ini dirancang untuk mengasah kreativitas siswa. Setiap anak bebas berkreasi dengan warna, tanpa adanya tekanan untuk mengikuti standar tertentu. Hal ini mengajarkan anak-anak bahwa setiap hasil karya memiliki nilai dan keindahan tersendiri.
2. Cerdas Cermat: Dalam lomba ini, siswa diajak untuk berkompetisi secara sehat dalam menjawab berbagai pertanyaan pengetahuan umum dan akademik. Melalui cerdas cermat, anak-anak belajar untuk menghargai pengetahuan teman-teman mereka dan menerima kekalahan dengan sportif.
3. Membaca Juz Amma: Kegiatan ini mengajarkan anak-anak tentang pentingnya nilai-nilai keagamaan dan spiritual. Setiap siswa diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dalam membaca Juz Amma, sambil tetap menghargai perbedaan kemampuan antara satu siswa dengan yang lainnya.
4. Lomba Kebersihan Kelas: Dalam lomba ini, setiap kelas bekerja sama untuk menjaga kebersihan lingkungan belajar mereka. Anak-anak belajar bahwa bekerja sama dan saling menghargai peran masing-masing adalah kunci untuk mencapai tujuan bersama.
Menanamkan Toleransi Sejak Dini
Melalui kegiatan-kegiatan ini, kami berharap dapat menanamkan nilai-nilai toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan sejak dini. Dengan memberikan pemahaman bahwa perbedaan adalah hal yang alami dan harus dihargai, serta menekankan bahwa bullying adalah tindakan yang salah, kami percaya bahwa siswa-siswa kami akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, peduli, dan berempati terhadap orang lain.
Kegiatan ini juga menekankan bahwa dalam berkompetisi, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa saling mendukung dan menghargai satu sama lain, bukan hanya sekadar memenangkan lomba. Dengan demikian, para siswa dapat belajar untuk menjadi pribadi yang kompetitif namun tetap menghargai perbedaan dan memiliki toleransi yang tinggi.
Melalui sosialisasi dan kegiatan ini, diharapkan lingkungan sekolah menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi semua siswa, di mana mereka dapat belajar dan berkembang bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa kebersamaan.
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
JAFF Market 2025 Resmi Dibuka: Lebih dari 1.400 Peserta Ramaikan 'Panggung Sinematik' Jogja!
-
Babak Akhir Drama Tumbler Hilang di KRL: Mediasi dan Saling Minta Maaf
-
Tak Terduga! SBY Spontan Hentikan Mobil dan Melukis di Pinggir Jalan Wonogiri
-
Hilang di KAI, Anita dan Alvin Akhirnya Minta Maaf soal Tumbler Tuku
-
Review Film The Cursed: Dead Mans Prey, Kisah Mayat Hidup Pembawa Dendam
Terkini
-
Bukan Sekadar FOMO, Inilah Alasan Kamu Wajib Punya Tumbler
-
4 Rekomendasi Tumbler dari Jenama Kopi Lokal Indonesia, Ada Tumbler Tuku!
-
5 Rekomendasi Novel Slice of Life yang Penuh dengan Nilai-Nilai Kehidupan
-
Sinopsis The Last Wulin, Drama China Dibintangi Jiang Xin dan Gong Zheng
-
Ikut Baper! El Rumi Ungkap Sisi Positif Syifa Hadju yang Bikin Jatuh Hati