Komunitas Belajar Semesta Alam (KBSA) Cilacap menyelenggarakan sebuah workshop melukis dengan tema Melukis Celengan, bertempat di Paragraf Coffee and Eatery, Jl. MT. Haryono, Cilacap, pada hari Minggu, 26 Januari 2025, siang.
Nurul Maemunah sang pendiri KBSA mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi dengan Winih Karya, sebuah Ruang Belajar asal Jatilawang, Banyumas.
Menurut Nurul ide workshop tersebut berasal dari Winih Karya. Sebab Ruang Belajar tersebut ingin memperluas jangkauan kegiatan mereka hingga ke Cilacap. Maka dari itu terjalinlah kolaborasi dengan KBSA, yang selama hampir 5 tahun ini konsisten bergerak di bidang edukasi.
"Komunitas Belajar Semesta Alam memang lebih konsen ke bidang edukasi. Program-program yang berjalan antara lain ada bimbingan belajar, lokasinya di Desa Kuripan Lor. Terus untuk workshop edukasi yang sifatnya bisa dibilang pekanan, dua pekanan, atau sebulan sekali yang tempatnya di luar tempat kami seperti di cafe, atau tempat-tempat lain di Cilacap. Seperti workshop melukis, animasi coding, cooking class, dan juga edukasi yang lain," urainya kepada penulis, di lokasi workshop.
Selain itu, ada satu lagi program baru dari KBSA yang bersifat edukasi lingkungan, yakni Galeri Preloved. Galeri ini bertempat di lokasi bimbel mereka. Tujuan dibukanya galeri dalah sebagai tempat untuk memfasilitasi orang-orang yang ingin melakukan pengurangan barang-barang pribadi, tetapi masih layak pakai (decluttering).
"Kami menerima untuk bisa berbagi dan bertukar. Itu bisa dimanfaatkan semua kalangan yang memang membutuhkan, bisa mengambil secara gratis maupun tebus murah," tutur Nurul.
Nurul menambahkan bahwa pihaknya lebih sering mengadakan workshop edukasi berbasis pemupukan minat dan bakat, ketimbang lomba-lomba. Itu sebabnya sebagian besar peserta yang pernah mengikuti kegiatan dari KBSA berasal dari tingkat PAUD, TK, dan SD.
Menurutnya, selain akademik yang diajarkan di sekolah formal, anak-anak pun perlu diasah kemampuan lain yang sesuai minat dan bakat mereka.
"Harapannya dari kami ingin bisa memfasilitasi berbagai macam minat dan bakatnya anak. Selama ini yang sudah dipelajari anak-anak di sekolah formal berupa akademik, itu bagus. Cuma masih kurang difasilitasi untuk perkembangan otak kanan mereka, berupa ilmu seni misal seni lukis, seni gambar, seni coding."
"Jadi harapannya dari KBSA bisa memfasilitasi apa yang belum anak pelajari di sekolah. Dan itu sama pentingnya dengan akademik sebenarnya," tutup Nurul.
Tumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak
Sementara itu, para peserta workshop melukis terlihat tekun mengulas cat akrilik sesuai imajinasi, di permukaan kaleng dekomposit yang lazim digunakan sebagai celengan. Mereka dipandu oleh Nisa, dari Ruang Belajar Winih Karya.
Nisa, sang tutor, mengatakan pemilihan kaleng mempunyai misi tersendiri.
"Sebenarnya ini karena kaleng punya manfaat sendiri, bisa sebagai celengan, bisa dibuka (tutupnya), didaur ulang bisa dipakai lagi. Kalau pakai kanvas kita kan mentok hanya dipajang. Jadi (pilih) yang berkelanjutan saja," ungkapnya kepada penulis, sembari mencontohkan pewarnaan di depan peserta.
Ia menambahkan objek melukis selain kaleng yang bersifat berkelanjutan, dan biasa diajarkan di kelas melukisnya adalah kaos, dan tas. Nisa pun menjelaskan alasannya menganjurkan cat akrilik di kelas.
"Akrilik 'kan tahan air. Jadi setelah kering dia tidak mudah luntur, tidak seperti cat tembok. Kalau mau lebih awet lagi, bisa dipernis. Kalau bosan dengan gambarnya, bisa diblok lalu dilukis ulang di atasnya," imbuhnya.
Nisa menyebutkan ini adalah kolaborasi kedua kali antara Winih Karya dan KBSA. Alamat pusat Ruang Belajar Winih Karya sendiri ada di Jatilawang, Banyumas. Sedangkan klub melukisnya ada di Purwokerto dan Purbalingga.
Penulis pun berkesempatan berbincang sejenak dengan Narti, nenek dari Hafusa (7), siswa kelas 1 SDIT BIAS, Cilacap. Ia mengungkapkan alasannya mengikutsertakan sang cucu.
"Biar percaya diri, biar banyak kenal orang, biar berkreasi," katanya.
Ia telah beberapa kali mendampingi cucunya dalam kegiatan workshop edukasi. Kapan pun ada informasi kegiatan dari KBSA dan dirinya memiliki waktu, maka Narti akan mendaftarkan sang cucu.
Menurut Narti, Hafusa terlihat menikmati saat melukis. Hanya saja ia masih belum bisa berbaur dengan peserta lain. Oleh karena itu, dirinya berharap Hafusa dapat terus mengikuti aneka kegiatan workshop sejenis, demi pengembangan diri cucunya.
Baca Juga
-
Teka-teki Rumah Aneh: Misteri Kamar Tanpa Jendela dan Pergelangan Tangan yang Hilang
-
Tanteku Seorang Coder: Ketika Urutan Bangun Tidur Jadi Pelajaran Sains Paling Keren
-
Belajar Sains Secara Menyenangkan Bersama Ibuku Seorang Saintis
-
Kebakaran Dahsyat Hanguskan Rita Pasaraya Cilacap, Ratusan Karyawan Terancam Nganggur Jelang Lebaran
-
Telepon Misterius
Artikel Terkait
-
Pesan Haru Putri Haldy Sabri untuk Irish Bella: Aku Cuma Mau Bilang...
-
Membentuk 'Habit' Anak Indonesia Hebat
-
Nikita Mirzani Bikin Sayembara, Temukan Orang Ini Dapat Uang Rp10 juta
-
Lolly Dicap Durhaka Usai Ogah Panggil Nikita Mirzani 'Mama', Ingat Ganjarannya Menurut Ajaran Islam
-
Mahalini Ungkap Rencana Tidak Memperlihatkan Wajah Anak Setelah Lahir: Untuk Hindari Baby Blues?
News
-
Sholat Ied atau Khutbah Dulu? Ini Hukum jika Tidak Mendengarkan Ceramah
-
Anak Tantrum Karena Roblox Diblokir? Ini Strategi Agar Orang Tua Hadapi Krisis Digital Anak
-
Split Bill Atau Dibayarin? Panduan Menghindari Perang Kasir Saat Kencan Pertama
-
Kerajinan Jogja Sukses Diekspor, Limbah Jadi Produk Bernilai Tinggi di Pasar Global
-
Diskon Tol Pilih Kasih: Ketika PNS Senyum, Anak Swasta Gigit Jari
Terkini
-
Kim Nam Gil Tampil Sebagai Pemeran Spesial di Drakor Mad Concrete Dreams
-
Baju Lebaran Ramah Lingkungan: Lebih Baik Mana, Poliester atau Katun?
-
Vernon dan The8 SEVENTEEN Bentuk Unit Baru, Album Dijadwalkan Rilis Juni
-
Sul Kyung Gu dan Jeon Jong Seo Bintangi Film Okultisme, Libatkan Tim Exhuma
-
Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya: Surat Cinta Pamungkas Vidi Aldiano yang Menembus Batas Waktu