Di tengah panasnya demo yang berujung anarkis, rumah Ahmad Sahroni di kawasan Tanjung Priok jadi salah satu sasaran amuk massa. Tapi yang bikin geger bukan cuma aksi penjarahannya, melainkan barang yang jadi korban: dua patung superhero berukuran asli yang ternyata harganya bikin kita semua auto elus dada.
Banyak yang mungkin mikir, "Ah, paling cuma mainan." Eits, tunggu dulu. Begitu harganya dibongkar oleh kreator konten mainan Medy Renaldy, netizen se-Indonesia langsung istigfar berjamaah. Ini bukan mainan biasa, ini aset seharga properti!
Medy Renaldy 'Spill' Harganya, Bikin Dompet Menjerit
Rasa penasaran netizen soal harga "pajangan" milik mantan politisi NasDem ini akhirnya dijawab tuntas oleh Medy Renaldy lewat kontennya. Medy dengan santai menunjukkan detail patung-patung yang terlihat dalam video penjarahan, lalu menempelkan harganya. Siap-siap, ya.
Pertama, kaki patung Iron Man Mark II yang terlihat digotong massa. Berapa harganya?
"Statue life size rata-rata harganya ratusan juta," tulis Medy, sambil menunjukkan harga di sebuah toko online: Rp 235 juta! Yap, kamu nggak salah baca. Dua ratus tiga puluh lima juta rupiah buat satu patung.
Belum selesai. Ada lagi patung Iron Man Mark 85 yang juga jadi korban. Yang satu ini harganya sedikit "lebih murah", cuma Rp 168 juta.
Terakhir, patung Spider-Man yang dalam video terlihat hancur dan rusak parah, harganya ditaksir sekitar Rp 127 juta.
Kalau ditotal, kerugian dari tiga "mainan" itu saja sudah mencapai lebih dari setengah miliar rupiah. Medy Renaldy sendiri, sebagai pencinta mainan, cuma bisa pasrah sambil menulis harapan.
"Semoga suatu saat saya bisa membelinya dengan uang halal," tulisnya, sebuah kalimat penutup yang super nyelekit.
Bukan cuma patung Iron Man, dalam salah satu postingan akun @PolJokesID, seorang bocah laki-laki nampak memamerkan jam tangan mewah Ahmad Sahroni yang berhasil ia dapatkan.
Jam tangan merek Richard Mille RM 40-01 McLaren Speedtail berwarna hitam ini diketahui dijual dengan harga Rp 11 miliar.
"Mendadak kaya si kriwil" tulis unggahan tersebut.
Tidak hanya berhasil mendapat jam tangan mewah Ahmad Sahroni, beberapa barang pribadi anggota DPR RI tersebut juga dijarah warga yang murka karenanya.
Sejumlah action figure, celana, hingga sepatu sukses diboyong warga dari dalam rumah kediaman politikus yang sempat memicu amukan publik ini.
Sebelum peristiwa penjarahan terjadi, Ahmad Sahroni membuat pernyataan kontroversial saat menanggapi seruan publik untuk membubarkan DPR RI.
Ia menyebut massa sebagai 'orang tolol sedunia' karena menginginkan pembubaran DPR RI. Pernyataannya kemudian disebut-sebut sebagai salah satu penyebab amukan warga.
“Orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia,” tegas Sahroni saat kunjungan kerja ke Mapolda Sumatera Utara pada Jumat, 22 Agustus 2025.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada 26 Agustus 2025, Ahmad Sahroni menegaskan terbuka terhadap kritik, komplain, dan bahkan caci maki dari masyarakat, namun menolak ajakan membubarkan DPR.
Baca Juga
-
Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping
-
Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Mengulas Memoar Educated: Ketika Pendidikan Menjadi Jalan Keluar
-
Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!
Artikel Terkait
-
Anggota DPR Dinonaktifkan Artinya Apa? Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, dkk Masih Digaji
-
Ahmad Sahroni hingga Uya Kuya Tumbang: Gelombang Politik Baru dan Aspirasi Rakyat
-
Sri Mulyani Minta Maaf Usai Rumah Dijarah, Serukan Demokrasi Beradab
-
Riwayat Pendidikan Sahroni: Ijazahnya Viral usai Rumah Dijarah, Nilai Rata-Rata 6,8 Disorot
-
Ahmad Sahroni dan Istri Disebut Pergi Umrah Usai Rumah Dijarah Massa
News
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?
Terkini
-
Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping
-
Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Mengulas Memoar Educated: Ketika Pendidikan Menjadi Jalan Keluar
-
Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!