Perang di jalanan ibu kota ternyata bukan cuma soal macet, tapi juga soal arogansi. Kesabaran kita semua yang sering "dibelit" oleh raungan sirine dan kedipan strobo mobil pejabat atau orang-orang kaya akhirnya meledak juga. Lahirlah sebuah gerakan moral yang super kreatif dan viral: 'Stop Tot Tot Wuk Wuk di Jalan'.
Gerakan perlawanan lewat stiker ini ternyata saking dahsyatnya, sampai getarannya terasa hingga ke Istana dan Markas Besar Polri. Para petinggi negara pun terpaksa turun gunung untuk menanggapi protes senyap tapi super nyelekit dari rakyatnya.
Saat Stiker Jadi Senjata Perlawanan
Semua ini berawal dari kegerahan kolektif. Kita semua tahu, yang berhak pakai sirine dan strobo itu cuma kendaraan darurat kayak ambulans dan damkar. Tapi praktiknya? Mobil-mobil mewah, entah punya pejabat atau "sultan" biasa, dengan sombongnya membelah kemacetan, seolah jalanan ini milik nenek moyang mereka.
Kesal karena sering diintimidasi, rakyat pun melawan dengan cara yang cerdas. Mereka nggak demo, tapi menempel stiker protes di belakang mobil mereka. Kalimatnya macam-macam, tapi pesannya sama:
"STOP! Strobo & Sirine!! Kalian hidup dari pajak kami!"
"SAYA TIDAK AKAN BERI JALAN! Kecuali Ambulans & Damkar"
Gerakan ini langsung meledak, bahkan didukung oleh tokoh publik seperti mantan Dubes Peter F. Gontha.
'Sentilan' Sampai ke Istana: Presiden Jadi Contoh
Getaran perlawanan stiker ini ternyata sampai juga ke telinga para petinggi di Istana. Mensesneg Prasetyo Hadi akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa fasilitas pengawalan itu tidak boleh dipakai secara arogan.
"Bukan berarti menggunakan fasilitas tersebut, semena-mena atau semau-maunya itu," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jumat (19/9).
Dan untuk menunjukkan keseriusan pemerintah, Prasetyo langsung menjadikan Presiden Prabowo sebagai contoh utama.
"Sebagaimana saudara-saudara perhatikan bahwa Bapak Presiden memberikan contoh, bahwa beliau sendiri, di dalam mendapatkan pengawalan... itu juga sering ikut bermacet-macet, kalau pun lampu merah juga berhenti," katanya.
Sebuah "sindiran" halus dari Istana kepada para bawahannya yang mungkin merasa lebih penting dari presidennya sendiri.
Polisi Kena Getahnya, Kakorlantas Langsung Bekukan Sirine Pengawalannya
Di sisi lain, Korlantas Polri juga nggak bisa tinggal diam. Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengaku akan melakukan evaluasi total soal penyalahgunaan sirine dan strobo ini.
“Semua masukan masyarakat itu hal positif untuk kita dan ini saya evaluasi,” bebernya.
Dan sebagai langkah nyata pertama, ia mengambil keputusan yang cukup drastis: membekukan penggunaan sirine dan strobo pada kendaraan yang mengawalnya sendiri!
“Saya bekukan untuk pengawalan menggunakan suara-suara itu karena ini juga masyarakat terganggu," ungkapnya.
Kemenangan Kecil Rakyat di Jalanan
Kisah ini jadi bukti nyata betapa dahsyatnya kekuatan sebuah gerakan kolektif, bahkan jika "senjata"-nya cuma selembar stiker.
Protes yang tadinya cuma jadi bahan omelan di dalam mobil, kini berhasil memaksa para petinggi negara untuk introspeksi diri.
Ini adalah kemenangan kecil bagi kita semua, para pengguna jalan biasa. Semoga saja, janji dari Istana dan Polri ini benar-benar ditepati, dan jalanan kita bisa jadi sedikit lebih adil dan beradab.
Baca Juga
-
5 Minuman Alami Penurun Kolesterol usai Santap Lemak Lebaran
-
7 Perbedaan Oppo Find N6 vs Samsung Galaxy Z Fold 7, Mana Smartphone Lipat Paling Layak Dipilih?
-
UU Pensiun Pejabat 1980: Aturan 'Jadul' yang Membebani APBN Masa Kini
-
Stop Normalisasi Lebaran Flat: Ini Hari Raya, Bukan Hari Senin
-
Caviar Rilis Smartphone Mewah Spirit of UAE: iPhone 17 Pro Berlapis Emas Harga Rp 170 Jutaan
Artikel Terkait
-
Kawal Revisi UU Parpol, Jubir Presiden Jamin Pemerintah Tak Tutup Mata
-
Tak Ada Tawar Menawar! Analis Sebut Reformasi Polri Mustahil Tanpa Ganti Kapolri
-
Eks Kapolri Tegaskan Polri di Bawah Presiden: Perspektif Historis dan Konstitusional
-
Gerakan 'Setop Tot tot Wuk wuk' Sampai ke Istana, Mensesneg: Semau-maunya Itu
-
Kakorlantas Sudah Tak Pakai Strobo, Pejabat Lain Kapan?
News
-
Yakin Itu Self Reward? Jangan-Jangan Kamu Sedang Self Sabotage
-
Gaji Ratusan Ribu, Tanggung Jawab Selangit: Ironi Guru Honorer sang "Iron Man" Pendidikan
-
Bukan Cuma Luka di Kulit, Demokrasi Kita Juga Ikut Cedera Gara-Gara Cairan Keras
-
Social Battery Habis Saat Lebaran? Ini Tips Survive Ala Introvert
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
5 Minuman Alami Penurun Kolesterol usai Santap Lemak Lebaran
-
7 Perbedaan Oppo Find N6 vs Samsung Galaxy Z Fold 7, Mana Smartphone Lipat Paling Layak Dipilih?
-
UU Pensiun Pejabat 1980: Aturan 'Jadul' yang Membebani APBN Masa Kini
-
Stop Normalisasi Lebaran Flat: Ini Hari Raya, Bukan Hari Senin
-
Caviar Rilis Smartphone Mewah Spirit of UAE: iPhone 17 Pro Berlapis Emas Harga Rp 170 Jutaan