Momen menarik sekaligus menghibur terjadi dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025 pada Sabtu (11/10/2025). Dalam forum yang membahas masa depan pembangunan yang berkelanjutan ini, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berinteraksi dengan sebuah robot kecerdasan buatan (AI).
AHY Bertanya, Robot Menjawab
Video interaksi tersebut viral setelah diunggah di akun Instagram @fakta.indo. Melalui Video tersebut terlihat AHY dengan antusias melontarkan sebuah pertanyaan yang cukup berat bagi sang robot, “Bagaimana caranya Indonesia maju dan rakyatnya sejahtera?” ucapnya.
Tak disangka, robot AI dengan rambut pendek tersebut menjawab pertanyaan itu seolah sudah lama memikirkan strategi pembangunan nasional.
Jawaban yang keluar pun menarik perhatian, membuat semua orang hening sejenak sebelum akhirnya disambut tawa dan tepuk tangan. Yakni:
1. Meningkatkan kualitas pendidikan agar sumber daya manusia lebih kompeten.
2. Mengembangkan ekonomi kreatif industri dan teknologi agar tercipta banyak lapangan kerja.
3. Pemberantasan korupsi untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan.
4. Mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh rakyat.
5. Meningkatkan akses layanan kesehatan dan kesejahteraan sosial untuk semua lapisan masyarakat.
6. Membangun infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
7. Menegakkan hukum yang adil dan memberikan perlindungan sosial bagi seluruh warga negara.
Jawaban yang to the point tapi menohok itu membuat hadirin kagum, seolah robot AI sedang memberikan kuliah singkat. Banyak yang mengangguk dan menanggapinya, “Boleh juga itu,”
Namun, jawaban ke-enam memicu tepuk tangan orang-orang yang hadir di sana. Pasalnya, jawaban robot tersebut relevan dengan jabatan AHY sekarang, sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Bahkan sempat muncul candaan dari AHY, “Wah, ini bisa jadi staf khusus nih! Makasih ya” ucapnya sambil tersenyum lebar.
Berbagai Komentar Netizen
Melalui unggahan @fakta.indo tersebut, memicu berbagai komentar warganet. Ada yang merasa heran dengan para pejabat negara, “Masa harus dikasih tahu robot,” tulis @kel***.
“Giliran pemberantasan korupsi pada diem, ngerasa lu pada?” tanya salah satu warganet @jae***.
“Kenapa kesannya kagum banget dengan jawaban robot AI ya? Bukannya ini sering disuarakan rakyat? Apakah selama ini suara rakyat tidak didengar Pak Menteri?” tulis akun @mc***.
Momen ini menjadi bukti bahwa teknologi bukan hanya alat bantu kerja, tapi juga bisa menjadi ruang diskusi serius tentang masa depan bangsa.
Baca Juga
-
Campaign Anti-Bullying, Suara.com dan BLP UNISA Kunjungi SMA Mutiara Persada
-
100 Perempuan Muda Siap Raih Mimpi Bersama Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2025
-
Spesial Hari Guru! Suara.com Dampingi Guru Ngaglik Pelatihan Menulis
-
Rayakan Natal dan Tahun Baru 2026 Penuh Warna di Satoria Hotel Yogyakarta
-
Segera Tayang! Intip 4 Fakta Menarik di Balik Film 'Belum Ada Judul'
Artikel Terkait
-
Gerah Sama Nano Banana-nya Google, Microsoft Pamerkan MAI-Image-1
-
Teknologi AI Buatan Lokal Kini Bisa Generate Gambar dan Video
-
10 Prompt Gemini AI Bertema Skuad Garuda: Bikin Foto Serasa Pemain Timnas Indonesia
-
Cara Menggunakan Sora AI untuk Membuat Video
-
National Hospital Surabaya Buktikan Masa Depan Medis Ada di Tangan AI!
News
-
Bintang Lima Tapi Boong? Rahasia Psikologis di Balik Hobi Kita Nyari Komplain Orang
-
Teman Berjalan Jadikan Ramadan Ruang Tumbuhkan Empati dan Kebersamaan
-
Logika Sesat: Saat Pelaku yang Berbuat Brutal, Tapi Sopan Santun Korban yang Digugat
-
Wealth Porn di Media Sosial: Konten Pamer Harta Jadi Satir Cerdas atau Racun Algoritma?
-
Scroll TikTok Terus, Tugas Mangkrak: Selamat, Anda Terkena Kutukan Akrasia!
Terkini
-
Thom Haye Menepi, John Herdman Patut Lirik 2 Nama Ini sebagai Opsi! Siapa Paling Layak?
-
Jadwal F1 GP Australia 2026: Ada Kejutan Apa di Albert Park?
-
Terjebak Utang Demi Story Estetik? Pelajaran Hidup dari Buku Yang Mahal Gengsi Kita
-
Pergulatan Moral Kolonial dalam Kumpulan Cerpen Teh dan Pengkhianat
-
Dilematika Sahur on The Road, Solidaritas dan Budaya Euforia Perkotaan