Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat menghadirkan banyak cerita.
Sepatu penuh lumpur milik Gubernur Aceh Muzakir Manaf saat menjemput Presiden Prabowo Subianto di Bandara Sultan Iskandar Muda menjadi salah satu cerita menarik sekaligus mendadak disorot publik.
Waktu itu, Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf atau juga dikenal dengan Mualem, bersama Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Wakil Gubernur dan Sekda Aceh menjemput kedatangan Presiden Republik Indonesia, Probowo Subianto di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Besar, Minggu (7/12/2025) pagi.
Dalam momen yang tertangkap kamera, Presiden Prabowo tampak memeluk Mualem, sebelum keduanya terlibat dalam percakapan bersama beberapa pejabat lain di area landasan udara.
Dalam foto yang diunggah oleh Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf di Instagram pribadinya, @muzakirmanaf1964, Minggu (7/12/2025), tampak sepatu sang gubernur berlumur lumpur. Terlihat jelas noda lumpur kering dan tebal berwarna coklat menempel hampir di seluruh permukaan sepatu.
Kondisi sepatunya itu diduga karena dalam beberapa hari terakhir ini, ia kerap turun langsung ke berbagai wilayah Provinsi Aceh yang terdampak banjir.
Kehadiran Muzakir Manaf dengan sepatu berlumpur ini seolah menjadi simbol kepedulian dan kerja kerasnya dalam menangani bencana banjir yang melanda Aceh. Ia tak segan terjun langsung ke lapangan, meninjau kondisi para pengungsi, dan memastikan bantuan tersalurkan secara baik.
Bekas-bekas injakan di tanah basah tampak jelas menunjukkan bahwa ia sebelumnya telah berjalan melalui lokasi banjir, menembus genangan, dan turun langsung ke area terdampak.
Pada unggahan di akun Instagram milik pribadi Gubernur Provinsi Aceh tersebut, sejumlah warganet terlihat menyoroti positif hal itu.
"Malu lah Bapak Pangdam dan Kapolda, lihatlah sepatu Mualem yang kotor berlumpur. Sepatu bapak-bapak berdua masih kilat sekali," tulis @akb*** di kolom komentar.
"Hanya sepatu Mualem Pak Gubernur kami yang kotor terkena lumpur," timpal @ram***.
"Mualem @muzakirmanaf1964, sepatu Bapak yang penuh lumpur inilah yang kelak akan menarik ke surga, karena telah mengikuti Rasulullah yang memikirkan ummat, memperjuangkan kemanusiaan dengan penuh welas asih," sahut @ast***.
Di tengah bencana besar yang melanda Aceh hingga membuat ribuan orang mengungsi, aksi Muzaki Manaf yang turun langsung ke lapangan dianggap memberikan harapan. Sepatunya yang kotor menjadi tanda bahwa ia sangat peduli kepada rakyatnya yang menjadi korban bencana alam.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
Khutbah di Bawah Lembah: Melawan Tanpa Kebencian, Bertahan Demi Martabat
-
Melihat Wajah Asli Jakarta Lewat Buku Tiada Ojek di Paris Karya Seno Gumira Ajidarma
-
Seorang Tokoh Cerita yang Menderita: Kisah-kisah Kecil dengan Gagasan Besar
-
Pengabdian Menjadi Kenangan yang Tak Terlupakan dalam Buku KKN Ceria
Artikel Terkait
-
5 Rekomendasi Sepatu Skechers untuk Kaki Lebar: Tidak Sempit dan Nyaman Jalan Lama-Lama
-
Jejak Karier Bupati Aceh Selatan, Pilih Umrah saat Wilayahnya Habis Diterjang Bencana
-
Emiten Adik Prabowo Bakal Pasang Jaringan Internet Sepanjang Rel KAI di Sumatra
-
Akademisi UGM Kritik Keras Kebijakan Pangan Prabowo-Gibran: Hukum dan HAM Diabaikan
-
Prabowo Bakal Siapkan 6 KEK Baru di 2026
News
-
Menitipkan Lansia di Daycare Bukan Berarti Membuang, Melainkan Merawat Kewarasannya
-
Stop Sebut Gen Z Manja! Mereka Cuma Mau Bekerja Tanpa Kehilangan Kewarasan
-
Viral Anak Pejabat Gayo Lues Flexing, Asisten I Sekda Minta Maaf dan Beri Klarifikasi
-
Viral Gula Disulut Sendok Panas Semburkan Api, Benarkah Mirip Bensin? Ini Penjelasan Sainsnya
-
AIESEC in UNJ Sukses Selenggarakan AFL Summer Peak, Cetak Pemimpin Muda Berdampak Sosial
Terkini
-
Tumbal Terakhir
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga
-
Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan