Rasanya kaget sekali saat mendengar dan melihat berita terjadinya bencana Sumatra melalui postingan akhir november 2025 lalu berasa flashback lagi di akhir desember 2004 dimana bencana tsunami meluluhlantahkan negeri serambi mekah dalam sekejap yang sampai sekarang akan membekas dalam ingatan siapa pun terutama bagi penyintas bencana.
Sampai detik ini, tak ada seorang pun menyangka Sumatra akan ditimpa bencana banjir bandang sedahsyat itu yang mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia, ratusan orang hilang belum lagi kerusakan rumah dan infrastruktur lainnya seperti jalan, jembatan, jaringan listrik, jaringan internet dan sebagainya.
Bencana Sumatra yang meliputi 3 provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat mirip dengan bencana tsunami Aceh yang diawali dengan gempa bumi kemudian disusul tsunami Samudra Hindia 2004 bukan hanya Aceh saja yang terkena dampak terparah tapi juga beberapa negara seperti Sri lanka, India, Thailand, Somalia, dan Maladewa.
Dalam hal kemanusiaan, orang Indonesia memiliki jiwa kepedulian begitu tinggi atau rasa empatinya luar biasa terhadap sesama. Itu terlihat dari selang beberapa jam terjadinya bencana Sumatra para aktivitis kemanusiaan, conten creator, influencer, public figure dan lain-lain bersinergi dalam menggalang kemanusiaan dengan membuka donasi untuk membantu para korban banjir Sumatra.
Tak hanya relawan saja, pemerintah Indonesia juga sangat berperan aktif untuk penanggulangan bencana Sumatra dengan melakukan beberapa bantuan mulai dari mengerahkan penanganan darurat, logistik, pemulihan infrastruktur, dan persiapan rehabilitasi/rekonstruksi untuk bencana Sumatra, dengan fokus pada pembukaan akses jalan terputus, distribusi bantuan (makanan, air bersih, perlengkapan khusus), evakuasi korban, dan penyediaan hunian sementara (huntara).
Dalam hal ini, penanggulangannya dengan melibatkan beberapa pihak terkait seperti BNPB, TNI/Polri, kementerian terkait, pemerintah daerah, termasuk swasta serta mengerahkan sumber daya nasional dan mengkoordinasikan bantuan dari berbagai pihak dengan adanya kolaborasi kuat dan kerjasama yang baik untuk mempercepat pemulihan dan memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Direktorat Jenderal Bina Marga, terus mempercepat pemulihan akses jalan dan jembatan pascabanjir di Aceh. Langkah ini dilakukan untuk memastikan konektivitas masyarakat kembali terhubung secara aman, dengan melibatkan kolaborasi lintas pihak, termasuk TNI.
Direktur Pembangunan Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian PU, Rakhman Taufik, menyampaikan bahwa penanganan awal difokuskan pada tindakan darurat guna memulihkan konektivitas secepat mungkin.
Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melalui perbaikan sementara Jembatan Krueng Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, yang rusak akibat banjir. Perbaikan telah rampung dan jembatan kembali dibuka, sehingga akses jalan lintas timur berangsur normal.
Selain perbaikan struktur jembatan, BPJN Aceh juga menyelesaikan pembersihan lumpur tebal di jalan pendekat, serta melakukan penimbunan oprit jembatan dan pemasangan batu boulder sebagai bagian dari pemulihan akses dan pengamanan sementara.
Harapan besar dari penanganan yang telah dilakukan dapat mempercepat pemulihan akses jalur nasional Lintas timur Aceh. Dalam hal ketersediaan air bersih bagi korban bencana, pemerintah melakukan pengeboran sumur dalam dan sumur dangkal untuk melengkapinya karena ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda untuk memenuhi hajat hidup orang banyak.
Hingga saat ini, pemerintah sudah mengirimkan relawan dari tim ahli dan teknis untuk pemulihan infrastruktur di daerah bencana, ada juga tim medis untuk memberikan layanan kesehatan bagi para korban dan relawan dari bidang lainnya.
Semoga dengan terciptanya kolaborasi kemanusiaan dari para relawan dan pemerintah dalam membantu daerah berdampak bencana bisa mempercepat pemulihan di segala sektor.
Sebagai bangsa yang besar dengan jiwa kemanusiaan dan rasa kegotong royongan yang tinggi sudah seharusnya kita saling merangkul dan berkolaborasi untuk membantu para korban bencana ini agar bisa bangkit dan semangat kembali menata hidup dengan berbaik sangka atas rencana Tuhan YME dan selalu optimis bahwa setelah badai pasti ada pelangi yang akan menghiasi.
Semua ini bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua bahwa di balik bencana ada hikmah terkandung di dalamnya. Lekas pulih dan membaik Sumatra.
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
Jangan Dianggap Sepele! 5 Kebiasaan yang Bikin Mood Rusak dan Berantakan
-
Pulihnya Akses Penghubung, Hidupkan Harapan Aceh dan Sumatra
-
Panduan Memahami KUHP Baru: Apa Saja yang Berubah dalam Kehidupan Sehari-hari?
-
Ketika Jalan Kembali Terbuka, Aceh Bangkit Berkat Gerak Cepat Pemerintah dan Warga
-
Sering Dibilang 'Tua Sebelum Waktunya'? Mungkin Kamu Seorang Old Soul
Terkini
-
Harga Tiket dan Lokasi On The Rock Jogja, Destinasi Viral Mirip Pantai Pandawa Bali
-
CERPEN: Folder Bernama Ending
-
Pelan-pelan Sembuh: Catatan Pemulihan Akses di Sumatera
-
Kabar Gembira untuk ARMY: BTS Konfirmasi Jadwal Comeback Full Team dan Tur Dunia
-
Ulasan Novel Earthshine: Beban Skripsi, Luka Mental, dan Dilema Hubungan