Hayuning Ratri Hapsari | AHMAD NAUFAL TIRUS
Ilustrasi pertarungan timnas fustal indonesia (Instagram/@timnasfutsal)
AHMAD NAUFAL TIRUS

Laga final Piala Asia Futsal 2026 yang berlangsung di Indonesia Arena, Sabtu (7/2/2026), menjadi saksi bisu kebangkitan futsal tanah air. Menghadapi raksasa Asia, Iran, pasukan Garuda menunjukkan perlawanan yang luar biasa luar biasa. Walaupun akhirnya harus mengakui keunggulan lawan melalui drama adu penalti yang mendebarkan, pencapaian skuad asuhan Hector Souto ini tetap mencatatkan tinta emas: untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia berhasil menembus partai puncak kompetisi futsal kasta tertinggi di Asia.

1. Hujan Gol dan Mentalitas Juara

Pertandingan berjalan sangat sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Iran sempat memimpin lebih dulu, namun Indonesia memberikan respons yang mengejutkan. Melalui gol Reza Gunawan dan dua gol beruntun dari Israr Megantara, Indonesia sempat membalikkan keadaan menjadi 3-1 di babak pertama. Dukungan ribuan suporter di Indonesia Arena membuat tensi pertandingan semakin panas, memaksa Iran harus bekerja ekstra keras untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 sebelum turun minum.

2. Drama Saling Balas di Waktu Normal dan Extra Time

Memasuki babak kedua, jual beli serangan semakin tidak terhindarkan. Iran sempat menyamakan skor, namun tendangan keras Samuel Eko kembali membawa Indonesia memimpin 4-3. Pertahanan yang digalang Ahmad Habibie sempat jatuh bangun sebelum akhirnya Iran menyamakan kedudukan menjadi 4-4 melalui skema power play di menit-menit akhir.

Drama tidak berhenti di situ. Di babak perpanjangan waktu, Israr Megantara kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa Garuda unggul 5-4. Sayangnya, sundulan Saed Abbasi di menit ke-49 memaksa skor kembali imbang 5-5 dan laga harus ditentukan lewat adu penalti.

3. Hasil Akhir

Kekalahan yang Terhormat Di babak adu penalti, keberuntungan belum berpihak pada tuan rumah. Indonesia harus kalah tipis dengan skor 4-5 setelah dua eksekutor Garuda gagal menuntaskan tugasnya. Meski gagal membawa pulang trofi, hasil ini tetap dianggap sebagai prestasi gemilang bagi Indonesia yang mampu mengimbangi permainan kelas dunia dari Iran selama 50 menit pertandingan.

Gelar runner-up Piala Asia Futsal 2026 ini bukanlah akhir, melainkan awal dari era baru futsal Indonesia. Keberhasilan menahan imbang Iran 5-5 dalam waktu normal adalah bukti bahwa level permainan kita kini telah sejajar dengan tim-tim elit dunia. Terima kasih, Timnas Futsal Indonesia! Kalian telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan strategi yang tepat, mimpi besar menjadi raja Asia kini bukan lagi sekadar angan-angan.

Susunan Pemain Indonesia: Ahmad Habibie; Muhammad Rizki Xavier, Mochammad Iqbal Rahmatullah, Israr Megantara, Firman Adriansyah. Pelatih: Hector Souto.