Suasana Pasar Ngijon, Godean, Sleman, terasa berbeda ketika puluhan pedagang berkumpul dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Di tengah aktivitas jual beli, para pedagang mengikuti lomba menghias makanan basah dengan bahan yang akrab ditemui di pasar tradisional.
Kegiatan yang digelar Sabtu (22/8/2026) tersebut diselenggarakan Paguyuban Pedagang Pasar Ngijon, Sumber Rezeki. Lomba menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus upaya menghidupkan kembali keramaian pasar dan memperkenalkan potensi kuliner tradisional Ngijon.
Bendahara Pembantu Pasar Ngijon, Badri, mengatakan seluruh pedagang makanan di pasar dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, makanan yang digunakan dalam perlombaan juga dibeli oleh panitia sehingga pedagang tetap memperoleh penghasilan.
“Tujuan utamanya adalah menggairahkan kembali keramaian pasar dan melestarikan aneka kuliner tradisional kita,” ujar Badri saat ditemui di Pasar Ngijon.
Badri menjelaskan, makanan basah dipilih karena komoditas tersebut menjadi salah satu potensi utama Pasar Ngijon. Saat ini terdapat sekitar 32 pedagang jajanan pasar yang telah terdata secara resmi, di luar pedagang baru dan pedagang musiman yang belum memiliki lapak tetap.
Menariknya, kehidupan Pasar Ngijon tidak sepenuhnya mengikuti pola pasar modern yang mengharuskan pedagang menetap di satu tempat setiap hari. Sebagian pedagang masih mengikuti tradisi pasaran, yakni berpindah dari satu pasar ke pasar lain mengikuti siklus kalender Jawa.
“Pola dagang mereka berpindah-pindah mengikuti siklus hari pasaran,” kata Badri. Ia menyebut sebagian pedagang juga berjualan di Pasar Bendulan, Pasar Kenteng, hingga Pasar Semar sesuai hari pasaran masing-masing.
Menurut Badri, pengelola pasar dan dinas sebelumnya telah mencoba mendorong pedagang agar menetap berjualan setiap hari. Namun, upaya tersebut belum berhasil karena pedagang sudah terbiasa mempertahankan pola berdagang yang diwariskan secara turun-temurun.
“Faktor utamanya lebih ke aspek psikologis dan kebiasaan pedagang yang sudah merasa nyaman dengan pola berpindah sejak generasi terdahulu,” jelasnya.
Kegiatan peringatan HUT RI kemudian menjadi salah satu cara untuk menjaga kebersamaan para pedagang. Selain lomba menghias jajanan pasar, rangkaian kegiatan diisi dengan senam, prosesi penghormatan bendera Merah Putih, pemotongan tumpeng, pembagian hadiah, dan hiburan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Dwi Wulandari, yang baru menjabat sejak 2 Juni 2026, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat para pedagang dan berharap kegiatan tersebut turut membuat Pasar Ngijon semakin ramai.
“Semoga semangat ini menular dan membawa berkah bagi para pedagang serta paguyuban agar pasarnya semakin maju, ramai, dan laris manis,” ujar Dwi.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ngijon, Isti, juga berharap kegiatan kreatif semacam ini dapat menjaga optimisme pedagang sekaligus mengajak masyarakat kembali berbelanja di pasar rakyat.
“Harapan kami, kegiatan kreatif ini memberi dorongan optimisme bagi para pedagang untuk terus berdaya,” kata Isti.
Bagi Pasar Ngijon, kemeriahan peringatan kemerdekaan tersebut bukan sekadar perlombaan. Di tengah perubahan tata kelola pasar dan perkembangan kawasan perdagangan modern, tradisi pasaran, jajanan tradisional, serta kebersamaan para pedagang masih menjadi bagian dari kehidupan pasar yang terus dipertahankan.
Baca Juga
-
Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini
-
Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?
-
Aksi Boikot Raffi Ahmad: Menyoal Efektivitas Cancel Culture di Media Sosial
-
Mengupas Status Anime Boruto: Cerita Canon atau Sekadar Garapan Ikemoto?
-
Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia
Artikel Terkait
-
Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM
-
Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga
-
Trafik Internet JogjaSolo Tumbuh 17 Persen Sleman Catat Kenaikan Tertinggi
-
Jelang Persebaya vs PSS Sleman, Bonek Punya Misi Kemanusiaan untuk Korban Karhutla
-
Dukungan Dana Bergulir LPDB Koperasi Topang KDKMP Tamanmartani Tetap Eksis dan Berkembang
News
-
Buruh Perempuan Sawit Menanggung Beban Berlapis di Balik Asap Karhutla
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!
Terkini
-
Wangi Bunga dan Bedak yang Menenangkan, 5 Parfum Floral Powdery Terbaik
-
Kala Karhutla Nusantara Terus Berulang: Siapa yang Menanggung Derita?
-
Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda
-
Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror
-
4 Serum Vitamin C Fragrance-Free Bikin Cerah Bebas Flek Hitam Tanpa Iritasi