Sekar Anindyah Lamase | Inesia Dian
Scene Iklan XL (YouTube)
Inesia Dian

Coba deh scroll X atau Threads beberapa hari terakhir. Bukan keluhan sinyal ilang atau kuota boros yang biasanya jadi bahan curhat warganet soal provider, tetapi justru sebaliknya—banyak yang cerita pengalaman positif setelah pindah ke XL

Ada yang pamer internet tetap ngebut pas jam sibuk, ada yang cerita sinyal tetap full bar pas mudik ke kampung halaman, sampai yang cuman nulis “akhirnya ga lag pas video call” dan langsung di-reply setuju sama yang lain. Kelihatannya sepele, tapi obrolan kecil kayak gini justru terasa jujur—bukan buzz yang dipaksain, tapi cerminan sesuatu yang memang lagi terjadi di  industri telko Tanah Air.

Dan timing-nya pas banget. Belum lama ini, XL Smart resmi menyandang gelar Best Mobile Network in Indonesia dari Ookla Speedtest Awards untuk semester pertama 2026—gelar yang sejak pertama kali ada di 2021, nyaris selalu jatuh ke pemain lama. Ini bukan prestasi receh, karena penilaiannya diambil dari data pengalaman nyata pengguna, bukan klaim sepihak dari operator. 

Iklannya Juga Berani, Nggak Cuma Manis-manis

Momen ini dirayakan XL lewat TVC baru yang, jujur saja, cukup bikin kaget buat ukuran iklan operator seluler Indonesia. Alih-alih ngejejalin spesifikasi teknis atau demo kecepatan yang itu-itu aja, XL malah pilih format balapan: dua pembalap yang secara visual mewakili XL dan “rival terdekatnya” adu cepat dalam duel yang dikemas kayak film aksi mini. Nama kompetitornya memang nggak pernah disebut langsung, tapi arah sindirannya cukup gampang ditangkap penonton. Ini pendekatan kreatif yang cerdas, berani nyenggol tapi tetep main aman di jalur etika periklanan. 

Detail paling asik justru nyempil di baris penutup iklannya: “Berkat simpatimu kami bisa menjadi jaringan #1 di Indonesia.” Kedengarannya kayak ucapan terima kasih biasa ke pelanggan, tapi kalau diperhatiin lagi, ada sentilan halus yang lumayan jenaka di situ. 

Materi baliho di luar ruangan juga nggak kalah nyeleneh — ada piala dengan ukiran nama juara yang sebagian sengaja ditutup tangan, nyisain tahun 2026 dengan inisial XL yang terpampang jelas. Gaya “nyindir tanpa nyebut nama” ini sebenarnya mengingatkan ke era perang tarif operator satu-dua dekade lalu, cuman sekarang dikemas jauh lebih rapi dan lebih berani secara visual. 

Bukan Cuma Soal Iklan yang Kece

Yang bikin kampanye ini kerasa meyakinkan bukan cuma karena copywriting nya yang tajam, tapi karna ada data konkret di baliknya. Skor Connectivity dari Pengujian Ookla sepanjang Januari – Juni 2026 nempatin XL di posisi teratas untuk kategori jaringan 5G. Ini yang bikin obrolan “pindah ke XL” di media sosial jadi masuk akal — orang-orang bukan sekadar latah ikut tren, tapi memang ngerasain langsung bedanya sehari-hari: streaming lancar tanpa buffering, upload konten lebih ngebut, sinyal tetap stabil bahkan pas lagi di luar kota besar.

Salah satu yang ngerasain langsung manfaatnya adalah Kamila, seorang guru yang sudah setia pakai XL lebih dari lima tahun. Dalam wawancara singkat saya dengan Kamila, loyalitas ini bukan tanpa alasan — menurutnya jaringan XL memang konsisten bagus dan sinyalnya jarang ngedrop, bahkan di aktivitas harian yang padat kayak mengajar. Testimoni sederhana kayak gini justru yang paling nempel: bukan janji promosi semusim, tapi pengalaman nyata dari pengguna yang sudah bertahun-tahun ngerasain sendiri. 

Saatnya Coba Sendiri

Kalau belakangan ini kamu juga mulai mempertanyakan performa provider yang dipakai sekarang, mungkin ini momen yang pas buat kasih kesempatan ke XL. Engga cuman soal ikutan tren yang lagi rame dibicarain, tapi soal pengalaman berinternet yang beneran kerasa bedanya. 

Apalagi, XL Ultra 5G+ kini menawarkan kecepatan hingga 500 Mbps. Bukan sekadar klaim marketing, angka tersebut tercantum dalam informasi resmi XL mengenai layanan Ultra 5G+. Nah, buat kamu yang sehari-hari butuh koneksi cepat buat kerja, streaming, main game, atau sekadar scroll tanpa drama loading, jaringan 5G bisa jadi salah satu hal yang patut dicoba.

Jadi, kalau koneksi dari provider yang sekarang mulai terasa kurang memenuhi kebutuhan, nggak ada salahnya mencoba alternatif. Yuk, rasain sendiri bedanya. Saatnya ganti provider, saatnya coba XL.