Hernawan | Selesa Dgitera
TVC XL yang jadi perhatian publik (YouTube)
Selesa Dgitera

Belakangan ini kalau lagi scroll X atau Threads, ada satu pola yang mulai kelihatan. Bukan keluhan sinyal ilang atau kuota boros yang biasanya jadi bahan curhat warganet soal provider justru sebaliknya. Banyak yang tiba-tiba cerita pengalaman baik setelah pindah ke XL.

Ada yang posting screenshot speed test pas jam sibuk dan hasilnya masih kenceng. Ada yang cerita sinyal tetap full bar pas mudik ke kampung halaman yang biasanya susah sinyal. Salah satu yang sempat viral di X datang dari cuitan seorang warganet yang curhat panjang lebar soal nonton yang keganggu gara-gara sinyal jelek, sampai gagal terus tiap kali war tiket konser.

Ujung-ujungnya dia bilang sudah capek diam aja dan mikir serius buat pindah provider, terus nanya ke pengikutnya, sekarang mayoritas orang pakai provider apa. Repliesnya ramai dan banyak yang jawab pengalaman positifnya sama XL.

Kelihatannya obrolan receh, tapi justru dari situ kerasa jujurnya bukan hype yang dipaksain,melainkan cerminan sesuatu yang memang lagi kejadian beneran di kalangan pengguna internet seluler Tanah Air.

Iklannya juga Ikut Berani

Momen ini kebetulan bertepatan dengan peluncuran TVC terbaru XL yang, harus diakui, cukup mengejutkan untuk ukuran iklan operator seluler di Indonesia. Biasanya iklan provider isinya seputar klaim kecepatan atau demo teknis yang formatnya itu-itu aja. Kali ini XL malah pilih pendekatan berbeda: dua kendaraan balap yang secara visual mewakili dua kubu, adu cepat dalam duel yang dikemas kayak film aksi singkat. Nama pesaingnya nggak pernah disebut eksplisit, tapi arah sindirannya cukup mudah ditangkap penonton yang biasa mengikuti dinamika industri ini.

Yang menarik adalah pendekatan ini berani menyenggol tanpa harus menyerang langsung jalur kreatif yang aman secara etika, tapi tetap punya gigi. Ada satu baris di penutup iklan yang kedengarannya sederhana, semacam ucapan terima kasih ke pelanggan.  Namun jika diresapi lagi, kita tahu ada sentilan halus yang cukup jenaka di baliknya.

Materi baliho di luar ruangan pun nggak kalah nyeleneh. Ini yang bikin saya beneran berhenti pas lihat fotonya sliweran di Threads. Visualnya sederhana, tetapi mengena: sebuah tangan sedang mengukir tulisan di badan piala dengan deretan tahun "2023, 2024, 2025, 2026" yang kelihatan seperti daftar juara berturut-turut. Di atasnya tertulis tegas "Jaringan #1 di Indonesia — Tercepat, Terluas, Terbaik," lengkap dengan tiga label penghargaan: Jaringan Terbaik, 5G Terbaik, dan 5G Tercepat, berdasarkan data Ookla Speedtest. Gaya "Biarkan prestasi yang bicara" begini terasa lebih percaya diri dibandingkan baliho operator pada umumnya yang biasanya cuma pasang harga paket gede-gede.

Bukan Cuma Kampanye yang Kece, Tapi Ada Datanya

Keunggulan XL

Yang bikin obrolan "ganti ke XL" di media sosial ini terasa masuk akal adalah bukan hanya soal materi iklan yang menarik. Ada data pendukung di balik performa jaringan yang konsisten diakui pihak independen dari waktu ke waktu.

Berdasarkan pengujian Ookla Speedtest Awards H1 2026, XL Axia berhasil menyabet 4 penghargaan sekaligus, yaitu Best Mobile Network (Skor Konektivitas: 71,74), Best 5G Network (Skor Konektivitas: 72,12), Fastest 5G (Speed Score: 51,29), dan Best 5G Video Experience (Skor Video: 91,69).

Secara performa, jaringan XL Ultra 5G+ tidak hanya menembus kecepatan rata-rata 500 Mbps, tetapi mampu mencatatkan peak download speed hingga 769 Mbps dengan kecepatan median download sebesar 141,94 Mbp dan upload 28,90 Mbps. Kecepatan median download XL ini bahkan mencatat tren kenaikan pesat dalam beberapa semester terakhir, yaitu dari 41,08 Mbps (H1 2025) naik ke 107,57 Mbps (H2 2025),hingga menyentuh 149,08 Mbps pada H1 2026.

Dari sisi jangkauan, ekspansi XL Ultra 5G+ kini telah meng-cover lebih dari 50 kota/kabupaten dengan target 88 kota/kabupaten di akhir tahun 2026. Jaringan ini dibangun dengan pendekatan blanket coverage (pemerataan area, bukan sekadar titik hotspot sporadis) serta ditopang teknologi network slicing untuk menjamin keandalan koneksi.

Data-data inilah yang bikin cerita-cerita di lini masa menjadi lebih bisa dipercaya. Orang-orang bukan sekadar latah ikut tren, melainkan memang banyak yang sudah mengalami sendiri kualitasnya di aktivitas harian. Banyak yang mengakui streaming nggak buffering lagi, upload konten lebih cepat kelar hingga sinyal tetap stabil meski posisinya tidak di kota besar. 

Salah satu yang pernah cerita soal ini ke saya adalah Kamila, seorang guru yang sudah pakai XL selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, alasan dia bertahan simpel aja, yaitu jaringannya konsisten, jarang bikin panik pas lagi butuh koneksi stabil buat kerja, termasuk pas harus siaran kelas online mendadak. Cerita sesederhana ini justru yang paling nempel di kepala karena bukan janji kampanye musiman, melainkan pengalaman nyata dari orang yang sudah lama merasakan sendiri.

Saatnya Coba Sendiri

Kalau belakangan ini kamu juga mulai mempertanyakan performa provider yang sedang dipakai, mungkin ini momen yang pas buat kasih kesempatan ke XL. Tentu saja kamu tidak sekadar ikut-ikutan tren yang lagi ramai dibicarakan, tapi soal pengalaman berinternet yang benar-benar terasa bedanya sehari-hari.

Kita tidak perlu juga terburu-buru menyimpulkan dari cerita orang lain. Kita bisa mencoba kualitas XL sendiri. Setelah coba, kita akan tahu bagaimana bedanya. Saatnya ganti provider, saatnya coba XL.