Kuliah umum yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bertajuk “From Campus to Impact: Menjadi Generasi Muda yang Adaptif, Kreatif, dan Berdampak” telah diselenggarakan di Gedung Achmad Sanusi pada Jumat (4/9/2026) sejak pagi hari hingga menjelang salat Jumat.
Kegiatan tersebut menghadirkan lulusan UPI dari program studi Pendidikan Sejarah yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia, yakni Irfan Ahmad Fauzi, M.Hum., serta Ustaz H. Muhammad Fakhrurrazi Anshar, B.Sh., MA., Ph.D., yang dikenal sebagai sosok pendakwah inspiratif bagi generasi muda.
Selain kedua narasumber tersebut, kuliah umum ini juga mengundang motivator yang mampu memberikan wawasan akan pentingnya berkuliah.
Sebelum memasuki sesi dialog bersama narasumber, Dekan FPIPS, Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.I.P., S.A.P., S.Pd., M.Si., M.H., CPM., menyampaikan sambutan terlebih dahulu. Ia mengatakan bahwa FPIPS adalah fakultas yang tergolong unggul dan berprestasi, bahkan sebagian besar program studi berhasil meraih akreditasi unggul secara nasional.
Selain menjadi pelopor fakultas yang menaungi ilmu sosial, lulusan tidak hanya bekerja menjadi seorang pendidik, tetapi juga bergerak di bidang sains terapan, komunikasi, hingga pariwisata.
Setelah sambutan disampaikan, kegiatan mulai memasuki sesi perbincangan bersama tokoh inspiratif. Irfan menjadi narasumber pertama yang dipersilakan membawakan materi tentang “Tantangan Generasi Muda”.
Ia menyampaikan bahwa mahasiswa perlu senantiasa cepat dalam menyesuaikan diri, memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah, dan mempunyai nilai tambah serta bermanfaat bagi masyarakat luas. Hal ini mencakup tiga poin, yaitu adaptif, kreatif, dan berdampak.
“Mahasiswa diharuskan mampu berinteraksi antara satu sama lain karena dengan kolaborasi tentu akan membangun jejaring (networking) dan membuka peluang kerja. Hal ini karena teman memiliki pengaruh dalam kehidupan kita. Jangan selalu fokus bekerja sendiri karena nantinya akan merasa repot,” lanjut Irfan.
Kemudian, sesi berikutnya diisi oleh Ustaz Fakhrurrazi sebagai narasumber. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk membagikan ilmu pengetahuan yang dimiliki di media sosial agar manfaat ilmu tersebut terus berlanjut dan tidak berhenti pada diri sendiri, menggunakan gawai dengan bijaksana, dan melaksanakan salat tepat waktu.
Perbincangan ini diharapkan olehnya tidak serta-merta dijadikan sebagai pengingat atau ajakan belaka, tetapi justru benar-benar diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Setidaknya ada aksi nyata ataupun rencana konkret yang langsung kalian terapkan, minimal untuk membenahi diri sendiri terlebih dahulu baru kemudian memberi pengaruh ke lingkungan sekitar,” tegas Ustaz Fakhrurrazi sebelum mengakhiri penyampaian materinya.
Sesi kemudian berlanjut ke tahap diskusi interaktif bersama salah satu trainer dari ESQ Leadership Center yang disambut para mahasiswa dengan antusiasme tinggi.
Ia mengingatkan mahasiswa untuk berpegang teguh terhadap cita-cita masing-masing, terutama agar menjadi pribadi yang mampu membanggakan kedua orang tua.
Setelah sesi motivasi yang membakar semangat tersebut, suasana kegiatan berubah menjadi hangat dan meriah saat memasuki sesi interaktif selanjutnya, yaitu bermain angklung bersama.
Dentingan angklung yang saling melengkapi tidak hanya menciptakan harmonisasi nada yang indah, tetapi juga menyimbolkan nilai kolaborasi dan kebersamaan.
Rangkaian acara kuliah umum akhirnya resmi ditutup menjelang kumandang azan salat Jumat. Melalui penyelenggaraan acara ini, para mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi setiap pesan yang disampaikan dan tumbuh menjadi generasi muda yang tidak hanya adaptif dan kreatif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Baca Juga
-
Gandeng Tiga Mitra Industri, SaIG UPI Gelar GEOCAB untuk Bincang Karier
-
Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi
-
Peluncuran Buku demi Pencitraan: Efektifkah di Tengah Krisis Kepercayaan?
-
Anak Krakatau Meletus, Kenapa Bandara Soetta Ditutup tapi Kapal Penyeberangan Tetap Buka?
-
Solusi Pamungkas Masalah Bangsa: Ganti Pemimpin atau Tukar Tambah Rakyat?
Artikel Terkait
-
Pemprov DKI Siapkan 75 Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri pada 2027
-
Gandeng Tiga Mitra Industri, SaIG UPI Gelar GEOCAB untuk Bincang Karier
-
Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 2 Mahasiswa Kasus Perundungan, Salah Satunya Terancam DO
-
Viral Video Mahasiswa Disembur Api di Asrama, Telkom University Turun Tangan
-
Mahasiswa Tewas Tertabrak KRL saat Bikin Konten Tugas Kuliah di Ciputat
News
-
Pamerkan Inovasi, Dua Siswa SMP Presentasikan Inovasi Beras di FIJ 2026
-
Mandatalam Earth Run 2026 1 BIB 1 Bibit: Hadir di 3 Kota, Satu Langkah untuk Bumi yang Lebih Hijau
-
Selamat Jalan Martha Tilaar: Perjalanan sang Maestro Kosmetik Indonesia yang Bermodal Niat di Garasi
-
Speak Up soal Karhutla, Bare Minimum yang Bisa Dilakukan Para Influencer
-
Mengintip Dapur Redaksi Suara.com: Saat Anak-Anak SD VIS Kelapa Gading Belajar Jadi Jurnalis Cilik!
Terkini
-
4 Sheet Mask Lemon Lokal Buat Hempas Wajah Kusam dan Lelah Akibat Sinar UVA
-
Bahaya Deepfake AI: Dari Manipulasi Wajah Sultan hingga Krisis Kepercayaan
-
Bikin Suguhan Segar, Adili Idola Bawa Warna Baru Stand Up Comedy Indonesia
-
Ekonomi RI Dipuji IMF: Mengapa Kantong Kelas Menengah Tipis?
-
Anime Adaptasi Webtoon The Boxer Bagikan PV, Ungkap 4 Pengisi Suara Utama