Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT Inovasi) IPB University Reguler Gelombang Pertama yang berlangsung pada rentang bulan Juli hingga Agustus kembali memberangkatkan para mahasiswanya ke luar negeri. Pengabdian lintas negara ini bukan sekadar pemenuhan syarat akademik, melainkan wujud nyata implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals).
Tahun ini menandai tahun ketiga berjalannya program kolaborasi internasional yang apik antara Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB dengan International Islamic University Malaysia (IIUM). Pada periode ini, total ada delapan tim mahasiswa yang diberangkatkan ke Malaysia. Tiga tim di antaranya merupakan mahasiswa dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB yang berangkat di luar jalur kerja sama FEM.
Sementara itu, lima tim sisanya merupakan kelompok mahasiswa yang telah berhasil lolos seleksi ketat dari program KKN-T Internasional yang diselenggarakan oleh FEM IPB. Menariknya, pendaftaran seleksi jalur FEM ini tidak eksklusif, melainkan terbuka secara umum untuk mahasiswa dari seluruh jurusan dan fakultas di lingkungan IPB University.
Penempatan setiap kelompok diatur dan dipetakan secara cermat oleh Dosen Pembimbing Lapang (DPL). Sebagai gambarannya, Kelompok Malaysia 04 ditempatkan di MISA Agroecology Center, Malaysia 05 di Jauhar Urban Farming, Malaysia 06 di Buku Jalanan Chow Kit, Malaysia 07 di Rumah Kasih Harmoni Paya Jaras, dan Malaysia 08 di Yayasan Chow Kit.
Kelompok Malaysia 04 menjadi contoh nyata dari kekayaan kolaborasi lintas disiplin ilmu hasil seleksi terbuka tersebut. Tim ini beranggotakan empat mahasiswa hebat, yakni Alvin Arlianto dari Agribisnis, Ramiro Izza dari Manajemen, Aditya Karuniawan dari Ekonomi Sumberdaya & Lingkungan, serta Satria Aziz dari Ilmu Keluarga & Konsumen. Di bawah bimbingan DPL Muhammad Anhar, S.Pi., M.E., mereka membuktikan bahwa kegiatan pengabdian bisa meluas untuk menebar manfaat yang lebih besar dan menyentuh berbagai aspek kehidupan.
Diskusi Hangat dan Inspiratif di KBRI Kuala Lumpur
Selain aktif bergerak di akar rumput melalui agenda sosial dan pendidikan, Kelompok 04 juga menunjukkan kapasitas mereka dalam membangun jejaring diplomasi di tingkat institusional. Memasuki minggu ketiga masa pengabdian, tepatnya pada 5 Agustus 2026, mereka melakukan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Kunjungan strategis ini bukanlah sekadar agenda formalitas courtesy call semata, melainkan sebuah wadah pertukaran gagasan dan forum diskusi tingkat tinggi yang sarat makna mengenai dinamika urusan perwakilan negara dan bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi ke depannya.
Rombongan mahasiswa IPB University disambut dengan sangat hangat oleh para pejabat kedutaan dan berdiskusi langsung dengan tokoh-tokoh penting, yakni Atase Pendidikan, Ahmad Romadhoni Surya Putra, Ph.D., serta Atase Pertahanan, Brigjen TNI Tri Andi Kuswantoro S.I.P., M.H.I. Suasana diskusi terasa seru dan relevan, terutama ketika menyentuh ranah pendidikan yang bersinggungan langsung dengan kehidupan pelajar Indonesia di Malaysia. Pihak KBRI sangat mendukung setiap inovasi positif yang dibawa oleh mahasiswa KKN dan menitipkan pesan agar mereka terus belajar giat sehingga kelak menjadi duta bangsa yang bermanfaat.
Menebar Manfaat di Buku Jalanan Chow Kit
Semangat untuk terus menebar manfaat ternyata tertanam sangat kuat dalam diri anggota Kelompok Malaysia 04. Hal ini tidak terlepas dari pesan luhur yang selalu digaungkan oleh Mr. Hud Sulaiman, selaku Chairman MISA Agroecology Center. Beliau sering mengingatkan prinsip, "The best men are the most beneficial to his community," yang bermakna bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak membawa manfaat bagi sesamanya.
Berangkat dari semangat yang menyala itu, Kelompok Malaysia 04 menyadari ada celah waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk kebaikan di sela-sela kegiatan utama mereka di MISA. Dua hari setelah kunjungan dari KBRI, tepatnya pada tanggal 7 Agustus 2026, mereka memutuskan untuk turun tangan membantu rekan sesama almamater, yakni Kelompok Malaysia 06, yang sedang bertugas mengabdi di Buku Jalanan Chow Kit.
Buku Jalanan Chow Kit sendiri adalah sebuah inisiatif ruang belajar alternatif yang sangat mulia, didedikasikan khusus untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok rentan dan marginal di kawasan Kuala Lumpur. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan riil mahasiswa terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education).
Di tempat inilah, Kelompok 04 dan 06 berkolaborasi mendampingi anak-anak setempat untuk belajar matematika. Menghadapi anak-anak dengan latar belakang sosial yang beragam tentu membutuhkan tingkat kesabaran dan pendekatan pedagogis yang hangat. Lewat interaksi yang menyenangkan dan penuh canda tawa, mereka berusaha meyakinkan anak-anak tersebut bahwa matematika itu mudah, seru, dan tidak perlu ditakuti.
Aksi kerelawanan lintas kelompok ini menjadi bukti nyata bahwa di mana pun mahasiswa IPB berada, selama ada niat tulus dan semangat kolaborasi, mereka selalu mampu membawa dampak positif yang membekas bagi lingkungan sekitarnya.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Malaysia Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Kualitas Udara di 38 Titik Buruk
-
Aisar Khaled Dipolisikan terkait Penipuan hingga Pencucian Uang
-
Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta
-
Mantan Menteri Malaysia Didakwa Gelapkan Dana Haji Rp 3,7 Miliar
-
Anwar Ibrahim Undang Prabowo ke Malaysia, Bahas Kabut Asap dan Hubungan Bilateral
News
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?
-
Tinggalkan Gawai Sejenak, Nikmati Akhir Pekan yang Tenang Bersama The Write and Wonder Club
-
Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial
Terkini
-
Drama Korea Would You Marry Me?: Pernikahan Palsu demi Rumah Mewah
-
Buat Kaget! Hoshi SEVENTEEN Alami Cedera Lutut saat Ikuti Wajib Militer
-
Modernisasi Keselamatan Kelautan: Dari Analisis Pascatragedi Menuju Pencegahan Dini Berbasis AI
-
Belajar Tidak Menilai Orang dari Luarnya lewat Novel Senior
-
Dianggap Cacat, Jaksa di Bad Prosecutor Justru Melawan Penegak Hukum Korup