Desa Babadan yang berada di bawah lereng gunung Kelud memang memiliki struktur tanah yang kurang bagus untuk pertanian. Namun, bukan berarti tidak bisa ditanami sama sekali. Salah satunya terbukti dengan adanya rumah TOGA atau “Tanaman Obat Keluarga” yang sengaja di budidayakan oleh masyarakat sekitar di perkebunan kantor desa.
Sayangnya, beberapa bulan yang lalu desa Babadan sempat megalami badai angin puting beliung ringan. Meskipun begitu, hal ini cukup merusak hampir seluruh tanaman TOGA yang sengaja dibudidayakan.
Untuk menanganinya, minggu lalu para mahasiswa PMM 90 UMM bersama masyarakat Desa Babadan melakukan aksi reboisasi TOGA. Aksi ini dimulai dengan pembersihan sekitar kebun berupa rumput-rumput liar serta tanaman-tanaman yang sudah rusak.
Upaya ini dilakukan dalam rangka melestarikan beberapa tanaman obat serta membudidayakannya sehingga hasil panennya dapat berguna untuk masyarakat sekitar.
“Iya, Toga ini memang sengaja ditanam mbak biar kita punya tanaman-tanaman obat yang jarang ada di sini. Kan lumayan bisa buat stok obat alami kalau ada warga yang butuh. Apalagi musim pandemi gini,” ujar salah satu perangkat desa yang tergabung dalam aksi tersebut.
Harapannya, dengan adanya tanaman TOGA ini bisa cukup memberikan bantuan dan dukungan secara nyata untuk masyarakat. Selain itu, hal ini juga digunakan uttuk memanfaatkan lahan-lahan kosong yang berada di sekitar kantor desa.
“Lagian tanah di sekitar sini kan berpasir ya mbak jadi ndak bisa semua tanaman hidup di sini, makanya ini sengaja dibuat lahan khusus yang disuburkan tanahnya untuk menanam Toga,” tambah warga yang tergabung dalam aksi bersih TOGA.
Acara berlangsung dari pagi hingga tengah hari. Aksi gotong royong ini dinilai masyarakat juga sebagai wadah untuk menjaga kerukunan antar masyarakatnya sehingga ketika sesi bersih-bersih dan reboisasi selesai, kemudian ditutup dengan sharing serta makan bersama.
“Saya dan teman-teman sangat senang bisa membaur dan mengikuti aktivitas-aktivitas warga di sini sehingga bisa lebih tahu tentang desa Babadan,” ujar Bagus Budiyono, koordinator PMM 90 UMM.
Baca Juga
-
Kader Jumantik Dusun Babadan Lakukan Aksi Bersih Jentik Bersama PMM 90 UMM
-
Mahasiswa PMM 90 UMM Ajak Pemuda Babadan Kediri Ubah Kulit Nanas Jadi Pupuk
-
Tingkatkan Ekonomi Kreatif Masyarakat, PMM 90 UMM Gelombang 9 Siap Mengabdi
-
PMM 90 UMM Nonton Edukasi di TPQ Sinda, Gencarkan Pendidikan Karakter
-
PMM 90 UMM Perkenalkan Pembuatan Keju Mozarela Pada Warga Babadan
Artikel Terkait
-
Viral Polisi Suruh Pendemo Tolak UU TNI Cap Jari dan Foto, Publik Murka: Mereka Penjahat?
-
Demo Tolak UU TNI, Mahasiswi Ini Skakmat Annisa Mahesa: Diskusi Baik-baik Mau Didengar?
-
Pendaftaran UTBK Ditutup, Peserta Diminta Cek Kembali Lokasi Ujian dan Syarat Pembayaran
-
Aksi Tolak UU TNI di Jakarta Berakhir Ricuh
-
Massa Pendemo Tolak UU TNI di DPR Dipukul Mundur Aparat, Satu Motor Ludes Terbakar!
Release
-
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ikut Serta dalam Kegiatan Posyandu
-
Bantu Program Sekolah Kampung, KKN UIN Walisongo Gagas Model Pembelajaran Baru
-
Gowes dan Tanam: Aksi Nyata Menjaga Bumi ala Pencinta Alam UIN Jakarta
-
Ekspor Indonesia Alami Penurunan, Akibat Pandemi Covid-19?
-
Komunikasi Publik dalam Pemilu Lahirkan Pemilih Cerdas dan Berdaulat
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?