Tim PKM Riset Sosial dan Humaniora Universitas Hasanuddin yang beranggotakan Alfi Irtiyah Andini, Muhammad Hidayat, Wafiq Aulia Ramadhani, Adi Indra Wahyudi, dan Andi Fitria Idham yang semuanya merupakan mahasiswa keperawatan melakukan pengambilan data untuk penelitian miskonsepsi karantina Covid-19 di kelurahan Mapala.
Pengambilan data di kelurahan Mapala yang dilakukan pada Sabtu(17/7) ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penelitian sosial humaniora yang berlangsung di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Diungkapkan oleh tim PKM-RSH Unhas, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan masyarakat mengenai karantina Covid-19, baik itu karantina di rumah maupun karantina di Rumah Sakit.
Hal ini dilakukan oleh tim melihat banyaknya fenomena buruk yang terjadi di masyarakat. Masyarakat saat ini cenderung sangat takut untuk datang berobat ke RS, meskipun penyakitnya sudah terbilang parah. Masyarakat takut untuk datang ke RS sebab takut akan terkonfirmasi Covid-19 kemudian dikarantina.
Penelitian ini hendak mengungkap apa yang sebenarnya menjadi latar belakang ketakutan masyarakat akan karantina Covid-19. Tim memiliki beberapa kemungkinan untuk ketakutan ini, baik itu disebabkan oleh banyaknya berita bohong yang beredar, adanya faktor kehilangan, dan banyak faktor lainnya.
Tim PKM-RSH Unhas menganggap penelitian ini sangatlah perlu, sebab semua anggapan tersebut pada akhirnya dapat memberi dampak yang besar kepada individu tersebut.
Tim PKM-RSH Unhas mengalami banyak tantangan saat melakukan proses pengambilan data, mulai dari ketakutan masyarakat untuk diwawancarai, ketidakpahaman masyarakat akan topik diambil, dan banyak hal lainnya. Namun, pada akhirnya semua kendala tersebut dapat teratasi dengan kerjasama antar anggota tim PKM-RSH ini.
Kegiatan ini sepenuhnya dibiayai oleh Belmawa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa.
Baca Juga
-
Tim PKM-RSH Unhas Gelar Penelitian Tentang Tradisi Appasili Ibu Hamil
-
Camille, Masker Viral TikTok yang Jadi Rebutan!
-
Tim PKM-PM UNHAS Edukasi Pengantar Kesehatan kepada Istri Supir Angkot
-
Tim PKM-PM UNHAS Dampingi Istri Supir Angkot Panen Sayuran Hidroponik
-
Tim PKM-PM UNHAS Beri Pengajaran Kultivasi Hidroponik ke Warga Minasaupa
Artikel Terkait
-
Pasar Saham Indonesia Terjun Hebat, Lebih Parah dari IHSG Era Pandemi COVID-19?
-
Trump Sempat Telepon Presiden China Soal Asal-Usul COVID, Ini Kata Mantan Kepala CDC!
-
Survei: Milenial Rela Rogoh Kocek Lebih Dalam untuk Rumah Modern Minimalis
-
RS Unhas dan Celltech Buka Akses Terapi Stem Cell di Sulawesi
-
Trump Tarik AS dari WHO! Salahkan Penanganan COVID-19
Release
-
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ikut Serta dalam Kegiatan Posyandu
-
Bantu Program Sekolah Kampung, KKN UIN Walisongo Gagas Model Pembelajaran Baru
-
Gowes dan Tanam: Aksi Nyata Menjaga Bumi ala Pencinta Alam UIN Jakarta
-
Ekspor Indonesia Alami Penurunan, Akibat Pandemi Covid-19?
-
Komunikasi Publik dalam Pemilu Lahirkan Pemilih Cerdas dan Berdaulat
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop