Buku berjudul Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson ini memang identik dengan judulnya yang panjang. Buku ini merupakan sebuah buku terjemahan dari sebuah buku terlaris versi New York Times dan Globe and Mail, yang berjudul The Subtle Art of Not Giving A F*ck.
Dari judul dan tagline-nya saja, kita sudah dapat menebak bahwa buku ini berisi hal-hal yang perlu pembaca tahu, agar bisa menjalani hidup yang bahagia dengan mengalihkan perhatian dari sesuatu yang sudah seharusnya diabaikan.
Ada banyak hal-hal penting nan menarik yang tertulis dalam buku ini. Dari hal-hal ini juga, kamu akan lebih paham tentang konsep 'bodo amat' yang dimaksud oleh sang penulis. Berikut rangkuman 5 hal penting dari buku tersebut.
1. Setiap orang berhak bahagia
Bahagia di sini tentunya secara lahir maupun batin. Seseorang bisa saja terlihat punya gaya hidup yang hype, namun dalam hatinya selalu merasa hampa. Dalam hal ini, Manson akhirnya menuliskan bagaimana mencari makna hidup yang baik-baik saja. Baginya, hidup yang baik dan bahagia bisa dirasakan jika seseorang bisa 'bodo amat' pada hal-hal yang memang sepantasnya diabaikan.
Yang perlu kamu lakukan hanyalah fokus pada apa yang telah kamu rencanakan, sisanya biarkan saja dan abaikan yang memang seharusnya diabaikan.
2. Terlalu fokus pada hal yang seharusnya diabaikan
"Saat kita terlalu peduli pada hal-hal 'ini', kita menghabiskan banyak waktu untuk lari dari masalah kita daripada berdamai dengan masalah itu sendiri," ujar Mark Manson.
Hal-hal yang dimaksud Manson di sini dapat dijabarkan dalam delapan poin, yaitu membuat orang kagum, selalu ingin menjadi paling benar, menjadi sukses, menyenangkan serta sopan, senang, selalu merasa baik-baik saja, menjadi sempurna, dan merasa ingin selalu aman dan dihormati.
Menurut Manson, kunci hidup tenang adalah dengan tidak memikirkan semua poin-poin tersebut. Fokus pada hal yang benar-benar sedang terjadi. Karena kita tidak mungkin baik-baik saja atau bahagia selalu sepanjang waktu. Adakalanya kita harus gagal dan bersedih agar tau betapa nikmatnya keberhasilan setelah lelahnya perjuangan.
3. Cari tahu apa yang sebenarnya layak diprioritaskan dan dipedulikan
Dalam hidup sesekali dua kali terkadang terbesit pertanyaan, Apa yang sebenarnya aku tuju? dan apa yang sebenarnya patut diprioritaskan? Dalam bukunya, Manson akan mengajakmu agar bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Dalam menjalani hidup, yang menentukan apa saja prioritas yang harus kamu dahulukan semua ada di tangan kamu. Kamu dapat mulai memperhatikan hal-yang kamu sukai dan melakukannya dengan efektif. Menurut Manson, begitulah perubahan terjadi. Perlahan-lahan, dari waktu ke waktu, dengan setiap pilihan yang kamu buat akan berubah menjadi prioritas.
4. Fokus hanya pada hal yang penting
Misal kamu saat tengah banyak pekerjaan dari kampus atau tempat kerja, kamu justru diajak oleh teman-teman kamu untuk nongkrong di kafe yang baru buka. Dalam hal ini semua keputusan ada di tangan kamu. Fokuskan dulu apa yang benar-benar penting, dan jika ada kesempatan lain, tidak masalah untuk melakukan hal-hal lain.
5. Dengan 'bodo amat' semua akan baik-baik saja
Remaja di zaman yang sekarang ini, banyak sekali yang mengaku mengalami gangguan rasa kurang kepercayaan diri atau bahasa kerennya merasa insecure.
Jika hal tersebut terus berlanjut pada akhirnya, kalian akan memahami bahwa semua yang tadinya terasa penting ternyata tidak begitu berpengaruh pada hidup kalian. Pelan-pelan akan muncul hal-hal di luar kebiasaan, yang bisa membuat kalian lebih hidup, dan selaras dengan nilai-nilai yang membuat hidup lebih tenang.
Nilai-nilai tersebut yang nantinya akan tumbuh bersama kalian dan membuat kalian bisa memaknai kebahagiaan lewat sikap 'bodo amat'. Meninggalkan sesuatu yang memang tidak butuh diperhatikan adalah kunci dari hidup tenang yang terkandung dalam buku ini. Untuk lebih lengkapnya kalian dapat membacanya sendiri dan dapatkan bukunya di toko buku terdekat Anda.
Baca Juga
-
Ramai Dibicarakan, Apa Sebenarnya Intrusive Thoughts?
-
Menjamurnya Bahasa 'Gado-Gado' Sama dengan Memudarnya Jati Diri Bangsa?
-
7 Tips Efektif Menjaga Hubungan agar Tetap Harmonis saat Pacar PMS, Cowok Wajib Tahu!
-
Sering Merasa Lelah Akhir-akhir Ini? 5 Hal ini Bisa Jadi Penyebabnya
-
Kuliah sambil Healing, 2 Universitas Negeri Terbaik di Malang Versi THE WUR 2023
Artikel Terkait
Ulasan
-
Buku Iblis di Pekarangan: Ketika Sisi Gelap Manusia Menjelma Begitu Dekat
-
Ramuan Cinta di Sepiring Spaghetti Bolognese dalam Novel Amo Ravierre
-
Dari Tanah Wajo ke Belanda: Perjalanan Cinta Lintas Milenium di Novel Lontara
-
Film Titip Bunda di Surga-Mu: Kisah Penyesalan Anak Kepada Ibu
-
Buku Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas: Sebuah Upaya Menghalau Kecemasan
Terkini
-
Suara Mesin Tik Tengah Malam
-
4 Rekomendasi Smart TV 32 Inch Harga 1 Jutaan, Netflix-an Makin Puas!
-
40 Hari yang Menentukan: Mengapa Masa Berkabung Iran Lebih dari Sekadar Ritual Duka?
-
5 Pilihan Kemeja Koko untuk Tampil Rapi saat Ibadah dan Bekerja
-
Ramadan Mengajarkan Melepas dan Sabar Bahkan dari Alas Kaki Bernama Sandal