Standar kecantikan yang dibangun oleh masyarakat sangatlah tinggi dan seringkali tidak adil, terutama bagi perempuan. Banyak tuntutan yang diberikan kepada perempuan untuk memenuhi standar kecantikan seperti tubuh langsing, kulit putih mulus, rambut lurus, dan badan yang tinggi. Tuntutan-tuntutan tersebut tentu tidak adil, lantaran mendiskriminasi mereka yang tidak termasuk dalam kategori tersebut, dan untuk memenuhinya terkadang mustahil bagi beberapa orang.
Beberapa orang mulai sadar, bahwa kecantikan terletak pada setiap diri kita, terlepas dari bentuk dan perawakan yang kita miliki. Kesadaran ini kemudian berkembang menjadi sebuah gerakan yang mendobrak standar kecantikan yang tidak adil, yakni gerakan yang dinamakan body positivity. Salah satu media untuk menyuarakan gerakan ini telah dilakukan oleh Ernest Prakasa, seorang sineas kelahiran Indonesia yang berhasil menggarap film yang berjudul Imperfect.
Mengisahkan seorang perempuan yang hidup di dunia yang menuntut kecantikan
Film Imperfect mengisahkan kehidupan seorang perempuan bernama Rara (diperankan oleh Jessica Mila). Rara bekerja di sebuah perusahaan kosmetik yang juga berkontribusi membentuk standar kecantikan yang sangat eksklusif.
Selama hidupnya, Rara sering dibanding-bandingkan dengan adiknya yang lebih putih dan langsing, sehingga kerap diperlakukan berbeda oleh keluarga serta kawan-kawannya. Tidak hanya itu, ia juga kerap merasa terkucilkan di tempat kerjanya, dan tidak memperoleh perlakuan seperti rekannya yang memenuhi standar kecantikan lingkungannya.
Imperfect menggambarkan perjuangan Rara dalam memenuhi standar kecantikan. Namun, dalam perjalanannya, Rara menjadi orang yang berbeda dari yang sebelumnya. Ia menjadi toksik dan jahat terhadap orang-orang disekitarnya. Hingga akhirnya Ia sadar, dan mulai menerima dirinya sendiri sekaligus menemukan kecantikan di dalam dirinya.
Mengampanyekan kecantikan bagi semua perempuan
Rara mulai sadar, bahwa standar kecantikan yang dibangun masyarakat sangat eksklusif dan tertutup. Sehingga, hanya segelintir orang yang bisa memenuhi tuntutan masyarakat akan kecantikan. Hingga, melalui pencerahan yang dialami oleh Rara, ia mengampanyekan body positivity dalam proyek yang ia garap di akhir cerita dalam film. Untuk hasil dari upaya Rara tersebut dapat kamu tonton sendiri di film ini.
Penuh sindiran dan satir terhadap masyarakat yang terbelenggu berbagai tuntutan
Banyak sekali adegan dalam film Imperfect yang penuh sindiran terhadap masyarakat yang terbelenggu oleh berbagai tuntutan, dari tuntutan kecantikan, tuntutan bersikap, hingga tuntutan mengikuti tren di masyarakat. Sindiran tersebut dibalut dalam adegan yang penuh komedi. Adegan-adegan tersebut berhasil membuat penonton tertampar dan mengambil pesan yang dibawakan oleh film tersebut.
Nah, itulah ulasan dari film Imperfect karya Ernest Prakasa. Film ini memuat pesan yang sangat mendalam dan sangat direkomendasikan untuk ditonton. Jadi, tunggu apa lagi? Selamat menonton!
Tag
Baca Juga
-
Tips Ngabuburit dari Buya Yahya: Menunggu Berbuka tanpa Kehilangan Pahala Puasa
-
Mengenal Orang Tua Alyssa Daguise: Calon Besan Ahmad Dhani Ternyata Bukan Sosok Sembarangan
-
Profil Hestia Faruk: Tante Thariq yang Dahulu Sempat Dikenalkan ke Fuji
-
Menentukan Monster Sesungguhnya dalam Serial Kingdom: Manusia atau Zombie?
-
5 Langkah Awal Memulai Karier sebagai Desainer Grafis, Mulailah dari Freelance!
Artikel Terkait
-
Sambut Libur Lebaran, 6 Rekomendasi Film yang Tayang 31 Maret 2025
-
Diangkat dari Novel Populer, Rumah untuk Alie Hadirkan Film tentang Bullying dan Trauma Keluarga
-
Indonesia Gebrak HK FILMART 2025: 5 Fakta yang Bikin Bangga Industri Film Nasional
-
Ernest Prakasa Colek Artis Pendukung Prabowo-Gibran, Minta Bersuara Kalau Kontrak Sudah Habis
-
5 Daftar Film Indonesia Tayang Lebaran 2025, Siap Bersaing!
Ulasan
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
First Impression Series 'Leap Day': Saat Ulang Tahun Jadi Kutukan Mematikan
Terkini
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga