Ketika kita mendengar kata empati mungkin pikiran kita akan langsung tertuju pada kemampuan seseorang dalam memahami perasaan orang lain. Empati biasanya ditunjukkan melalui tindakan untuk membantu orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan. Bukan hanya soal bantuan materi, empati bisa juga ditunjukkan dengan kesediaan kita untuk memberikan bantuan tenaga maupun waktu bagi orang lain.
Empati setiap orang tentunya berbeda-beda. Empati juga bisa mati atau dalam bahasa sederhananya adalah kurang memiliki kepekaan membuat sesorang sulit untuk memiliki rasa empati. Namun pada dasarnya, jika kita mau menumbuhkan dan mengasah empati dalam diri, maka empati tersebut dapat terpatri dalam diri kita.
Lalu, kira-kira faktor apa saja ya, yang bisa mendorong empati dalam diri? Yuk simak uraian di bawah ini!
1. Perbedaan bahasa
Adanya perbedaan bahasa dan cara penyampaian pesan verbal akan menimbulkan pemahaman yang berbeda antar individu. Adanya ketidakpahaman dalam komunikasi inilah yang nantinya dapat menimbulkan kesalahpahaman dan akhirnya kita pun menjadi terhambat untuk berempati. Oleh karena itu, kita harus menyelaraskan antara bahasa yang kita gunakan dan dengan siapa kita berkomunikasi.
2. Penyesuaian diri dengan lingkungan
Ketika seseorang menjumpai tempat yang baru, maka ia akan mempelajari bagaimana budaya yang ada di lingkungan tersebut. Seiring berjalannya waktu dan dia telah memahami karakter lingkungan tersebut, akan membuat individu melakukan penyesuai diri, dan sedikit demi sedikit empati itu akan muncul.
3. Perkembangan kognitif
Empati dapat tumbuh dan berkembang melalui kognitif yang juga berkembang. Orang yang memiliki kematangan kognitif tentu mampu melihat orang lain dari perspektif yang berbeda, sehingga komunikasi dapat berjalan dengan baik.
4. Mood
Perubahan suasana hati juga mempengaruhi seseorang untuk berempati. Jika mood sedang baik maka orang akan cenderung terdorong untuk berempati pada orang lain. Sebaliknya, jika mood sedang tidak baik maka sesorang pun biasanya akan enggan untuk mempedulikan orang lain di sekitarnya.
5. Setting
Situasi, tempat, serta waktu yang tepat dapat mendorong sesorang untuk dapat berempati kepada orang lain. Pada setting tertentu orang akan lebih mudah berempati jika dibandingkan dengan setting yang kurang tepat.
Demikian lima faktor yang dapat memengaruhi empati. Jika sesorang memiliki kemampuan berempati yang tinggi, maka ia akan dengan mudah membaca pesan-pesan yang ditunjukkan orang lain melalui bahasa tubuh. Oleh karena itu, yuk, mulai asah kemampuan berempatimu agar kamu bisa lebih mudah memahami orang lain!
Baca Juga
-
Dear HRD, Ini 6 Cara Membangun Lingkungan Kerja yang Positif
-
Kamu Seorang Karyawan? Yuk Kenali 6 Jenis Izin Meninggalkan Pekerjaan ini!
-
Ketahui Waktu Istirahat dan Izin untuk Meninggalkan Pekerjaan Menurut UU Ketenagakerjaan dan Cipta Kerja
-
4 Tantangan yang Harus Dihadapi oleh HRD di Perusahaan, Kamu Harus Siap!
-
5 Tips untuk Mengatasi Overthinking di Kantor, Terapkan Mindfullness!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Drama China yang Bikin Susah Skip Episode: Speed and Love
-
Jejak Intelektual Buya Hamka: Menenun Pesan Persatuan Di Lembah Sungai Nil
-
Dalam Film Tumbal Proyek, Nyawa Buruh Lebih Murah dari Beton
-
Enola Holmes and the Mark of the Mongoose: Petualangan di Buku Kesembilan
-
Di Antara Bahasa Isyarat dan Musik: Keindahan Twinkling Watermelon (2023)
Terkini
-
Anti Bingung Pilih Outfit! Intip 4 Gaya Harian ala Ahyeon BABYMONSTER
-
Sinopsis The WONDERfools, Drama Korea Terbaru yang Dibintangi Park Eun-bin dan Cha Eun Woo
-
Glow Up atau Tekanan Sosial? Saat Perempuan Dipaksa Selalu Terlihat Sempurna
-
Honor Win Turbo, HP Gaming Baru dengan Tenaga dan Baterai Tak Masuk Akal
-
Tembus Beasiswa Petra Future Leaders 2026, Inilah Sosok Christopher Kevin Yuwono