Bagi umat Islam, Nasrani dan juga Yahudi, nama Sain Mary tentu saja bukanlah sebuah nama yang asing. Setidaknya, dalam kitab-kitab agama samawi seperti Al Qur’an dan Injil, nama Saint Mary tertulis jelas dan menjadi wanita terpilih dengan kepribadian yang terpuji. Pun demikian dengan agama Yahudi, meskipun tak secara gamblang menyebutkan kisah Saint Mary dalam kitab mereka, namun perkembangan agama ini pernah bersentuhan langsung dengannya di abad-abad pertama masehi.
Dalam Islam, Saint Mary atau Bunda Maria dikenal dengan nama Sayyidah Maryam, merupakan perempuan suci yang dipilih oleh Tuhan untuk mengandung dan melahirkan Yesus atau Isa Al Masih. Dalam perjalanannya, kedua sosok ini juga menjadi dua entitas yang dihormati dalam dua agama samawi tersebut. Dan jika teman-teman ingin mengetahui lebih jauh dalam perjalanan kisah Sayyidah Maryam, maka film berjudul Saint Mary produksi negara Iran pada tahun 1997 lalu bisa menjadi salah satu rujukan untuk mengetahui secara lebih dekat bagaimana akhlak dari ibunda Nabi Isa ini.
Film yang diambil dari perspektif Islam ini mengisahkan tentang kehidupan Bani Israel di masa-masa awal menjelang abad pertama masehi. Pada sekitar tahun 16 sebelum masehi, orang-orang di kalangan Bani Israel tengah berbahagia menantikan kelahiran putra dari Imran dan Anna. Pasalnya, putra Imran tersebut diramalkan akan menjadi Mesias alias sang juru selamat bagi orang-orang Yahudi. Namun, ketika pada akhirnya lahir, kekecewaan menyelimuti mereka. Alih-alih terlahir Mesias, Putra Imran tersebut adalah perempuan, dan bukan mesias seperti yang diharap-harapkan.
Meski demikian, Imran dan Anna sama sekali tak kecewa dan bersyukur dengan kehadiran sang bayi. Mereka pada akhirnya menamai bayi itu dengan nama Maria (Maryam) yang berarti Hamba Allah (the servant of God). Pada usia enam tahun, Maria ditititpkan kepada Zakharia, seorang pemuka agama di sana, dan berada dibawah asuhannya hingga berusia 16 tahun.
Semenjak kecil, kehidupan Maria memang sudah penuh dengan keajaiban. Kira-kira keajaiban apa ya? Dan bagaimana kisah detail dari sang wanita pilihan ini? Jawabannya dapat teman-teman temukan dengan lengkap di film Saint Mary yang berdurasi 1 jam 54 menit ini.
Jangan khawatir, meskipun mengambil perspektif dari agama Islam, namun penggambaran sosok Saint Mary ini sama sekali tak merendahkan kepercayaan atau agama lain, lho. Bahkan, dalam beberapa momen, kita akan menemukan persamaan persepsi antara Islam dan Nasrani dalam penggambaran wanita yang juga dikenal dengan nama Mariyam al Batul (Maryam sang perempuan suci) dalam agama Islam tersebut.
Baca Juga
-
Perbandingan Statistik STY dan John Herdman di Pentas Piala Dunia, Siapa Lebih Unggul?
-
Meski Segera Diganti, Legacy STY Masih Terus Bertahan Setidaknya Hingga 2 Tahun Mendatang!
-
John Herdman dan Persimpangan di Timnas Indonesia: Pulang Cepat atau Tinggalkan Legacy?
-
Miliki CV Lebih Apik Ketimbang Kluivert, Saatnya Pendukung Garuda Optimis dengan John Herdman?
-
Skandal Naturalisasi Pemain Malaysia dan Rasa Sungkan AFC yang Berimbas Setumpuk Hukuman
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film Lilim: Teror Sunyi tentang Dosa, Trauma, dan Iman yang Retak
-
Belajar Authenticity dari Prilly Latuconsina Lewat Buku Retak, Luruh, dan Kembali Utuh
-
Ulasan Drama Korea Tempest: Kisah Kang Do Woon dan Jun Ji Hyun Melawan Teror Politik
-
Ulasan Film Your Letter: Petualangan Penuh Makna Lewat Sebuah Surat
-
Review Film Modual Nekad: Suguhkan Komedi Aksi yang Lebih Gila dan Kocak!
Terkini
-
4 Cleansing Water Brand Korea Tea Tree Ampuh Hapus Makeup dan Lawan Jerawat
-
Selepas Maghrib, Ada Anak Kecil yang Memanggilku dari Arah Kuburan Tua
-
CERPEN: Tombol Lift ke Lantai Tiga
-
5 Inspirasi OOTD Pakai Boots ala Blue Pongtiwat, Tampil Trendi tanpa Ribet!
-
Trailer Senin Harga Naik Suguhkan Konflik Ibu dan Anak, Tayang Lebaran 2026