Pesta Halloween yang identik dengan keceriaan dan tawa dari anak-anak tiba-tiba berubah tragis ketika ditemukannya tubuh seorang anak yang tewas dengan cara tenggelam di dalam baskom plastik bekas permainan. Nama gadis malang tersebut adalah Joyce. Ia dikenal sebagai seorang anak 13 tahun yang gemar membual dan berbohong dengan mengarang-ngarang cerita.
Sesaat sebelum pesta dimulai, tepatnya pada sore hari ketika anak-anak, remaja, dan beberapa orang dewasa berkumpul untuk mempersiapkan pesta nanti malam, Joyce berkata bahwa ia pernah melihat sebuah pembunuhan. Karena reputasinya yang dikenal sebagai anak yang tidak bisa dipercaya, orang-orang yang mendengarnya tentu saja hanya menganggap apa yang dikatakan Joyce sebagai angin lalu.
Namun, ternyata ada satu orang yang tidak menganggap perkataan Joyce sebagai sebuah bualan belaka. Ia khawatir semua tindakannya di masa lalu akan terkuak, beserta buntut panjang peristiwa yang mengikuti peristiwa tersebut. Hal ini membawa Leopold, adik Joyce, segera menyusul kakaknya tewas dengan cara yang tidak kalah unik dan aneh.
Karena suasana serta tokoh-tokoh yang melibatkan anak-anak hingga remaja, kesan yang aku dapatkan sebagai pembaca saat membaca buku karya Agatha Christie yang satu ini terasa berbeda dari cerita yang lain. Walaupun hubungan yang terjalin antara satu kasus dengan kasus yang lain cukup rumit, serta awalnya aku sama sekali tidak punya ide apa hubungan antara kejadian ini dengan kejadian itu, tapi pada akhirnya seperti yang sudah-sudah, Agatha Christie selalu berhasil menyelesaikan cerita dengan sangat baik. Tentu saja melalui peran seorang detektif fenomenal sepanjang masa dengan kumis khasnya, M Hercule Poirot.
Kesan yang aku dapatkan setelah membaca cerita ini, wajah yang tampan sekaligus cantik, yang sangat mempresentasikan keindahan bak surga, tidak menjamin kebaikan perilaku pemiliknya. Ditekankan melalui sosok pemuda tampan sekaligus cantik bak dewa yunani ini, bahwa cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan dan tidak wajar, yang mengantar pada perbuatan tidak etis, tetap tidak akan bisa ditutupi selamanya.
Identitas Buku
Judul buku: Halloween Party (Pesta Halloween)
Penulis: Agatha Christie
Alih bahasa: Lily Wibisono
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 336 halaman
Cetakan kesepuluh, Oktober 2018
Baca Juga
-
Bosan Parfum Cepat Hilang? Ini 5 Rekomendasinya yang Tahan 24 Jam
-
Bye Minyak Berlebih! 5 Rekomendasi Micellar Water Bikin Muka Matte Seharian
-
5 Sepatu Bola Terbaik 2026: Harga Mulai 100 Ribuan, Kualitas Nggak Main-Main
-
Membongkar Perempuan di Titik Nol: Kisah Nyata yang Lebih Ngilu dari Fiksi
-
Laptop Berat dan Susah Dibawa? Ini 5 Rekomendasi Paling Tipis dan Ringan!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Menggugat Kolonialisme di Kursi Terdakwa: Soekarno dalam Pledoi 1930
-
Ulasan Film Penjagal Iblis: Dosa Turunan, Ritual Kuno Pengundang Petaka!
-
Mengenal Dimensi Liminal, Sumber Teror Utama Film Backrooms
-
Metamorfosis Karya Franz Kafka: Ketika Cinta Berubah Jadi Keterasingan
-
Bukan 350 Tahun Dijajah: Membongkar Mitos Besar dalam Sejarah Indonesia
Terkini
-
Bosan Parfum Cepat Hilang? Ini 5 Rekomendasinya yang Tahan 24 Jam
-
Piala Dunia 2026: Messi Makin Menggila, Mengapa CR7 Masih Belum Temukan Performa Terbaiknya?
-
Klara and the Sun Tampilkan Jenna Ortega Jadi Robot AI Penumpas Kesepian
-
"Bukan Pendapatan Baru, Tapi Kenapa Dipajaki Tinggi? Menggugat Keadilan di Balik Aturan JHT
-
Jangan Sampai Menyesal! Kenali 4 Tanda Jersey Palsu Sebelum Membeli