Memiliki momongan merupakan keinginan dari setiap pasangan yang telah menikah. Jika pasangan yang telah menikah lama tapi belum memiliki momongan, maka beban mental-lah yang akan mereka dapatkan. Tak hanya faktor internal di antara mereka berdua, tekanan dari pihak luar termasuk keluarga pun akan menyerang. Kondisi ini persis seperti yang dialami Agil (Tora Sudiro) seorang supir taksi dan istrinya, Luli (Alexandra Gottardo), seorang karyawati salon dalam film 'Mangga Muda.' Selain hidup dalam kondisi yang pas-pasan, keduanya juga mengalami kesulitan dalam mendapatkan momongan. Alhasil, demi mendapatkan momongan, Agil bernazar, jika suatu saat mereka berdua dipercaya oleh Tuhan untuk mendapatkan keturunan, maka dirinya akan memenuhi apa pun yang diminta oleh sang istri.
Doa itu pun akhirnya dikabulkan oleh Tuhan. Suatu saat, Luli memberitahukan kepada Agil bahwa dirinya telah berbadan dua. Tentu saja hal tersebut membuat Agil bahagia karena penantian mereka selama ini akan segera berakhir. Namun, rasa bahagia itu berubah menjadi sebuah kebingungan ketika mengetahui, sang istri mengidam sebuah mobil berwarna merah. Tentu saja permintaan tersebut membuat Agil pusing bukan kepalang. Pasalnya, dengan penghasilan yang tak menentu, dirinya tak mungkin bisa membelikan apa yang diinginkan oleh istrinya tersebut.
Setelah gagal mengajukan pinjaman ke kantor dan juga usaha lainnya, Agil akhirnya nekat untuk bergabung dengan komplotan perampok yang merencanakan untuk menggasak rumah pengusaha ternama Indonesia. Meskipun ragu dan bertentangan dengan hati nuraninya, Agil pada akhirnya ikut serta dalam aksi perampokan tersebut. Sampai di dalam rumah yang dituju, mereka tak menemukan perlawanan yang berarti dari para penghuninya, hingga akhirnya mereka pun berhasil menyandera istri dan juga para pembantu pengusaha tersebut.
Meskipun berjalan dengan lancar, tapi pada akhirnya, perampokan itu berakhir dengan kegagalan. Kenapa bisa gagal ya? Lalu, apakah yang terjadi pada Agil? Bisakah dirinya memenuhi nazarnya memberikan mobil merah kepada sang istri? Semua jawaban itu dapat ditemukan dalam film 'Mangga Muda' yang rilis pada 2020 lalu ini ya teman-teman.
Film "Mangga Muda" ini mengangkat tentang kisah yang sederhana namun penting untuk disampaikan, yakni tentang pemenuhan nadzar. Karena bagaimanapun, nadzar yang diucapkan sudah menjadi urusan antara manusia dengan Tuhan semesta alam. Jadi, meskipun sulit, apa yang telah diucapkan harus direalisasikan seperti yang dilakukan oleh Agil, yang sekuat tenaga berusaha untuk mewujudkannya. Namun sayangnya, bagi sebagian orang, nazar yang diucapkan tak lebih dari kata-kata yang terlontar dari mulut, dan dengan mudahnya diabaikan.
Tag
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
Ulasan
-
Adventures of Huckleberry Finn: Berani Menjadi Baik, Walau Harus Sendirian
-
Review Fatal Proximity to Him: Poster Bikin Kepincut, Eksekusi Agak Kecut
-
Ulasan Exhuma: Tentang Dosa Masa Lalu yang Tak Bisa Dikubur Sedalam Apa Pun
-
Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari
-
Review Dive into You: Komedi Romantis dengan Premis Pertukaran Jiwa
Terkini
-
Selamat Malam, Para Pemenang
-
Cedera saat Syuting Drama, Jo Aram Absen sebagai Presenter di KGMA 2026
-
Galeri Penuh Screenshot Materi Kuliah? 5 Cara Agar Tak Cuma Disimpan
-
Kerja Keras tapi Gaji Pas-pasan, Mengapa Upah Minimum Selalu Diperdebatkan?
-
Otaku Vampire's Love Bite Karya Kreator Kamisama Kiss Dapat Adaptasi Anime