Saya merasa yakin, tidak ada satu pun orang yang ingin sakit di dunia ini. Oleh karenanya, menjaga kesehatan menjadi sebuah keharusan bagi siapa saja. Bagi sebagian orang, melakukan tes kesehatan juga termasuk salah satu cara untuk menjaga kesehatan sekaligus mengetahui atau mendekteksi apakah di dalam tubuhnya terdapat virus penyakit ataukah tidak. Dalam buku berjudul Wanita Wajib Melakukan Tes-Tes Kesehatan Ini (2014) Adi D. Tilong menguraikan sederet penyakit yang bisa dideteksi dengan cara melakukan uji tes kesehatan, khususnya pada wanita.
Salah satu jenis penyakit yang bisa dideteksi dalam tubuh wanita ialah kanker kulit. Jenis kanker ini dapat diamati langsung karena letaknya yang berada di permukaan kulit. Oleh karena itu, kanker ini sering ditemukan pada stadium awal. Umumnya, kanker ini banyak menyerang orang yang sering keluar rumah dan terkena paparan sinar matahari secara langsung. Kanker ini juga lebih banyak menyerang orang kulit putih daripada orang dari ras kulit berwarna (Wanita Wajib Melakukan Tes-Tes Kesehatan Ini, halaman 81).
Adi D. Tilong menjelaskan, kanker kulit, walau tak seganas kanker-kanker lainnya tetap menuntut kewaspadaan kita. Penyakit ini tidak saja dapat mengganggu penampilan kulit, tetapi juga pada stadium lanjut, serta bisa menimbulkan bahaya yang berujung pada kematian. Di Indonesia, jenis penyakit kanker kulit ini tak terlalu banyak ditemukan kasusnya. Sebab, pada umumnya, penduduk Indonesia termasuk ras kulit berwarna.
Cara terbaik untuk deteksi dini penyakit kanker kulit ini adalah dengan pemeriksaan diri secara rutin sebulan sekali. Hal ini lebih dianjurkan lagi bagi Anda yang memiliki tahi lalat baru yang tumbuh dengan sifat yang mencurigakan. Selain itu, lakukan pemeriksaan kulit secara menyeluruh setahun sekali pada dokter atau ahli kulit. Lakukan pula pemeriksaan saat Anda mencurigai sesuatu pada kulit Anda (Wanita Wajib Melakukan Tes-Tes Kesehatan Ini, halaman 91).
Buku berjudul Wanita Wajib Melakukan Tes-Tes Kesehatan Ini dapat menjadi tambahan wawasan yang berguna bagi para pembaca, khususnya kaum wanita. Sebab, ada banyak penyakit serius yang memiliki gejala begitu minim bahkan banyak yang tidak bergejala atau gejala yang ada sangat mirip dengan penyakit-penyakit yang tak serius. Oleh karena itu, dengan mengenal dan mempelajarinya lebih awal, setidaknya dapat membuat kita lebih waspada dan peduli terhadap kesehatan.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara
-
Dear Muslim Child: Buku Inspiratif untuk Tumbuhkan Percaya Diri Anak Muslim
-
Mencicipi Nasi Telur Mang One Jambi: Telur Garing, Nasi Daun Jeruk, dan Sensasi Paru Mercon
-
Ulasan Novel Supernova Akar, Petualangan Bodhi Mencari Jati Diri
-
Review You and Everything Else: Saat Persahabatan Jadi Sumber Luka Dalam
Terkini
-
Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan
-
Kirsten Dunst Gabung Sekuel The Housemaid, Intip Sinopsis dan Jadwal Tayang
-
Mau Tampil Gentle? Intip 4 OOTD Dandy Smart Casual ala Kang Hoon
-
5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos
-
Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati