Membahas persoalan tentang cinta memang selalu menarik dan seolah tak pernah ada habisnya. Hal ini sangat bisa dimaklumi sebab kehidupan kita di dunia ini selalu berhubungan erat dengan rasa cinta. Tanpa memiliki rasa cinta, tentu hidup yang dijalani akan tampak monoton dan membosankan. Cinta merupakan anugerah dari Allah yang semestinya selalu kita syukuri. Dengan rasa cinta inilah, akan terjalin hubungan yang harmonis antara sesama, sehingga kehidupan menjadi lebih aman, tenteram, dan damai tanpa adanya kebencian atau permusuhan.
Cinta sebagai Fitrah Manusia
Dalam buku Cinta di Sujud Terakhir, dijelaskan bahwa cinta merupakan perasaan yang menjadi fitrah manusia. Mengekspresikannya pun dapat menyebabkan berbagai macam hal, baik positif maupun negatif.
Sebuah cinta akan menghasilkan hal positif jika dilandasi oleh keimanan, sementara cinta bisa menghasilkan hal negatif apabila hanya menuruti syahwat yang tidak pada tempatnya.
Buku ini menguraikan beberapa objek yang berhak dijadikan sebagai pelabuhan cinta:
Allah SWT: Cinta kepada Allah merupakan level tertinggi bagi seorang manusia. Ia adalah puncak dari sebuah cinta, sedangkan cinta kepada manusia adalah lembahnya. Seseorang yang mengaku mencintai Allah tentu akan memiliki keimanan yang kuat yang diekspresikan dengan menjauhi larangan dan menjalankan perintah-Nya.
Rasulullah SAW: Beliau adalah sosok panutan yang membimbing kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang. Tanpa bimbingan Rasulullah, tidak mungkin kita dapat memahami Islam seperti sekarang ini.
Orang Tua: Ayah dan ibu adalah lantaran keberadaan kita di dunia. Oleh karenanya, kita harus senantiasa menghormati, mencintai, dan berbakti kepada mereka tanpa menyakiti hatinya.
Sahabat dan Pasangan Hidup: Sahabat adalah tempat mencurahkan persoalan dan meminta saran, sementara pasangan hidup (suami atau istri) adalah orang terdekat yang harus mendapat cinta tulus dari kita.
Inspirasi dari Kisah-Kisah Pilihan
Tak melulu bicara teori cinta, buku ini juga dilengkapi dengan sederet kisah yang dapat dijadikan sebagai sumber motivasi. Salah satu kisah yang patut disimak berjudul Kutemukan Kau di Sujud Panjangku karya Alida Nurlia Rifdiana. Alida mengisahkan perjalanan cintanya yang karam karena sang kekasih memilih pergi.
Selepas kepergian lelaki tersebut, hari-harinya terasa berat. Namun, ia akhirnya tersadar bahwa satu-satunya jalan untuk memulihkan diri adalah dengan kembali pada cinta Allah. Ia kembali mendekatkan diri serta menyerahkan segala kekecewaan dan harapannya hanya kepada-Nya.
Kesimpulan
Buku ini sangat bagus dijadikan bacaan bermanfaat, terutama bagi kaum muda yang sedang dilanda rasa cinta. Lewat buku ini, pembaca akan mendapatkan pencerahan tentang hakikat cinta yang sesungguhnya—cinta yang mengantarkan pada kebahagiaan hakiki, bukan cinta semu yang hanya menyisakan patah hati dan kerugian di kemudian hari.
Identitas Buku
- Judul Buku: Cinta di Sujud Terakhir
- Penulis: @cinta.mulia
- Penerbit: Wahyu Qolbu, Jakarta Selatan
- Tahun Terbit: Cetakan 1, Juli 2017
- Tebal Buku: vi + 206 halaman
- ISBN: 978-602-6358-26-4
Baca Juga
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
-
Cintai Diri, Maka Kamu Akan Bahagia: Seni Menjalani Hidup Bahagia
-
Petualangan Anak Natuna, Kisah Tiga Detektif Cilik Menangkap Penjahat
-
Menghardik Gerimis, Menikmati Cerita-Cerita Pendek Sapardi Djoko Damono
Artikel Terkait
-
Dalam Sujudku: Film Inspiratif tentang Cinta, Doa, dan Keutuhan Keluarga
-
Jatuh Cinta Lagi oleh Nadhif, Teror Manis bagi Hati Saya yang Belum Sembuh
-
Beda Frekuensi: Ketika Cinta Tak Harus Selalu Sejalan
-
Mengenang 7 Film Terbaik Nayato Fio Nuala yang Wajib Ditonton Ulang
-
Menyelami Metafisika Jawa dan Ilmu Kanuragan dalam Novel Epik Candi Murca: Ken Dedes
Ulasan
-
Ulasan Film Dopamin: Ketika Keberuntungan Berubah Jadi Ancaman Mencekam!
-
Menemukan Ruang Ternyaman di Ujung Timur Madura: Menyusuri Wisata Kota Sumenep
-
Dalam Sujudku: Film Inspiratif tentang Cinta, Doa, dan Keutuhan Keluarga
-
Terapi Alam yang Menenangkan: Kisah dari Pantai Lebuk Situbondo Jawa Timur
-
Membolang di Namorambe: Tempat 19 Teman dari Berbagai Sirkel Berkumpul
Terkini
-
5 Rekomendasi Film Baru Pekan Ini, Ada Ghost in Cell hingga Thrash
-
Remaja Apatis Politik atau Sistem yang Tidak Memberi Ruang Partisipasi?
-
Warung Kopi: Ruang Nyaman untuk Mencari Ide dan Merayakan Hidup
-
Over Tourism Mengancam, Seberapa Efektif Pembatasan di Taman Nasional Komodo?
-
BBM Naik Diam-Diam: Efek Domino yang Tak Disadari Banyak Orang